Minggu, 16 Agustus 2026
- Advertisement -

Mobil Konsumen Terbakar Saat di SPBU Pelalawan, Pertamina Amankan Lokasi dan Periksa CCTV

PELALAWAN (RIAUPOS.CO) — Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menghentikan sementara operasional SPBU 14.283.624 di Kecamatan Bandar Petalangan, Kabupaten Pelalawan, setelah terjadi kebakaran pada salah satu kendaraan konsumen, Jumat (14/8/2026).

Saat kejadian berlangsung, operator dan kru SPBU langsung menjalankan prosedur tanggap darurat. Keselamatan konsumen dan seluruh orang yang berada di area SPBU menjadi prioritas dalam penanganan insiden tersebut.

Petugas segera melakukan pemadaman awal menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan Alat Pemadam Api Berat (APAB). Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah api merambat ke area lain.

Di saat bersamaan, area SPBU diamankan dan sumber energi serta kegiatan operasional dihentikan. Penanganan kemudian mendapat dukungan dari petugas pemadam kebakaran hingga api berhasil dipadamkan dan kondisi lokasi kembali terkendali.

Petugas SPBU juga memberikan pertolongan awal kepada konsumen yang mengalami luka. Selanjutnya, koordinasi dilakukan untuk memastikan korban mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Baca Juga:  TNI-Polri komitmen sampaikan Pesan Pilkada Damai hingga ke Pelosok Desa

Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan penghentian operasional dilakukan sebagai bagian dari penerapan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE).

“Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan ruang bagi pengamanan lokasi serta pemeriksaan menyeluruh terhadap sarana dan fasilitas sebelum SPBU dinyatakan aman untuk kembali melayani masyarakat,” ujarnya.

Pertamina Patra Niaga bersama aparat setempat dan tim HSSE kini melakukan pemeriksaan serta evaluasi terhadap insiden tersebut. Rekaman CCTV dan informasi dari lokasi juga telah diamankan untuk mendukung proses pemeriksaan.

Hingga saat ini, penyebab kebakaran belum dapat dipastikan. Pertamina masih menunggu seluruh proses pemeriksaan selesai sebelum mengambil kesimpulan mengenai penyebab insiden.

Pertamina menegaskan keselamatan menjadi prioritas utama dalam seluruh kegiatan operasional. Kesigapan petugas dalam menjalankan prosedur tanggap darurat dinilai berperan dalam mengendalikan api sehingga tidak meluas ke sarana dan fasilitas lain.

Baca Juga:  Polsek Ukui Sampaikan Pesan Pilkada Damai ke Masyarakat Nelayan di Perkampungan Terpencil

Selama SPBU 14.283.624 berhenti beroperasi, masyarakat masih dapat memperoleh BBM di SPBU 14.283.116 yang berjarak sekitar 9 kilometer dan SPBU 14.283.690 dengan jarak sekitar 11 kilometer dari lokasi kejadian.

Pertamina memastikan kebutuhan BBM masyarakat di wilayah tersebut tetap dilayani. Operasional SPBU 14.283.624 akan kembali dibuka setelah seluruh pemeriksaan keselamatan dan kelayakan fasilitas dinyatakan memenuhi ketentuan.

Pertamina juga mengingatkan pengelola SPBU untuk memastikan kesiapan personel serta fasilitas tanggap darurat. Konsumen diminta mengikuti arahan petugas, termasuk mematikan mesin kendaraan selama pengisian BBM dan tidak menggunakan telepon seluler selama proses pengisian berlangsung.

Kepatuhan terhadap aturan keselamatan tersebut diharapkan dapat membantu mencegah risiko dan menjaga keamanan bersama di area SPBU. (*azr)

PELALAWAN (RIAUPOS.CO) — Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menghentikan sementara operasional SPBU 14.283.624 di Kecamatan Bandar Petalangan, Kabupaten Pelalawan, setelah terjadi kebakaran pada salah satu kendaraan konsumen, Jumat (14/8/2026).

Saat kejadian berlangsung, operator dan kru SPBU langsung menjalankan prosedur tanggap darurat. Keselamatan konsumen dan seluruh orang yang berada di area SPBU menjadi prioritas dalam penanganan insiden tersebut.

Petugas segera melakukan pemadaman awal menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan Alat Pemadam Api Berat (APAB). Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah api merambat ke area lain.

Di saat bersamaan, area SPBU diamankan dan sumber energi serta kegiatan operasional dihentikan. Penanganan kemudian mendapat dukungan dari petugas pemadam kebakaran hingga api berhasil dipadamkan dan kondisi lokasi kembali terkendali.

Petugas SPBU juga memberikan pertolongan awal kepada konsumen yang mengalami luka. Selanjutnya, koordinasi dilakukan untuk memastikan korban mendapatkan penanganan lebih lanjut.

- Advertisement -
Baca Juga:  Kejari Lenyapkan Barang Bukti 54 Perkara Inkrah

Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan penghentian operasional dilakukan sebagai bagian dari penerapan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE).

“Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan ruang bagi pengamanan lokasi serta pemeriksaan menyeluruh terhadap sarana dan fasilitas sebelum SPBU dinyatakan aman untuk kembali melayani masyarakat,” ujarnya.

- Advertisement -

Pertamina Patra Niaga bersama aparat setempat dan tim HSSE kini melakukan pemeriksaan serta evaluasi terhadap insiden tersebut. Rekaman CCTV dan informasi dari lokasi juga telah diamankan untuk mendukung proses pemeriksaan.

Hingga saat ini, penyebab kebakaran belum dapat dipastikan. Pertamina masih menunggu seluruh proses pemeriksaan selesai sebelum mengambil kesimpulan mengenai penyebab insiden.

Pertamina menegaskan keselamatan menjadi prioritas utama dalam seluruh kegiatan operasional. Kesigapan petugas dalam menjalankan prosedur tanggap darurat dinilai berperan dalam mengendalikan api sehingga tidak meluas ke sarana dan fasilitas lain.

Baca Juga:  TNI-Polri komitmen sampaikan Pesan Pilkada Damai hingga ke Pelosok Desa

Selama SPBU 14.283.624 berhenti beroperasi, masyarakat masih dapat memperoleh BBM di SPBU 14.283.116 yang berjarak sekitar 9 kilometer dan SPBU 14.283.690 dengan jarak sekitar 11 kilometer dari lokasi kejadian.

Pertamina memastikan kebutuhan BBM masyarakat di wilayah tersebut tetap dilayani. Operasional SPBU 14.283.624 akan kembali dibuka setelah seluruh pemeriksaan keselamatan dan kelayakan fasilitas dinyatakan memenuhi ketentuan.

Pertamina juga mengingatkan pengelola SPBU untuk memastikan kesiapan personel serta fasilitas tanggap darurat. Konsumen diminta mengikuti arahan petugas, termasuk mematikan mesin kendaraan selama pengisian BBM dan tidak menggunakan telepon seluler selama proses pengisian berlangsung.

Kepatuhan terhadap aturan keselamatan tersebut diharapkan dapat membantu mencegah risiko dan menjaga keamanan bersama di area SPBU. (*azr)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PELALAWAN (RIAUPOS.CO) — Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menghentikan sementara operasional SPBU 14.283.624 di Kecamatan Bandar Petalangan, Kabupaten Pelalawan, setelah terjadi kebakaran pada salah satu kendaraan konsumen, Jumat (14/8/2026).

Saat kejadian berlangsung, operator dan kru SPBU langsung menjalankan prosedur tanggap darurat. Keselamatan konsumen dan seluruh orang yang berada di area SPBU menjadi prioritas dalam penanganan insiden tersebut.

Petugas segera melakukan pemadaman awal menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan Alat Pemadam Api Berat (APAB). Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah api merambat ke area lain.

Di saat bersamaan, area SPBU diamankan dan sumber energi serta kegiatan operasional dihentikan. Penanganan kemudian mendapat dukungan dari petugas pemadam kebakaran hingga api berhasil dipadamkan dan kondisi lokasi kembali terkendali.

Petugas SPBU juga memberikan pertolongan awal kepada konsumen yang mengalami luka. Selanjutnya, koordinasi dilakukan untuk memastikan korban mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Baca Juga:  Tabrakan Maut di Tol Permai KM 46, Lima Penumpang Tewas dan Lima Luka-Luka

Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan penghentian operasional dilakukan sebagai bagian dari penerapan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE).

“Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan ruang bagi pengamanan lokasi serta pemeriksaan menyeluruh terhadap sarana dan fasilitas sebelum SPBU dinyatakan aman untuk kembali melayani masyarakat,” ujarnya.

Pertamina Patra Niaga bersama aparat setempat dan tim HSSE kini melakukan pemeriksaan serta evaluasi terhadap insiden tersebut. Rekaman CCTV dan informasi dari lokasi juga telah diamankan untuk mendukung proses pemeriksaan.

Hingga saat ini, penyebab kebakaran belum dapat dipastikan. Pertamina masih menunggu seluruh proses pemeriksaan selesai sebelum mengambil kesimpulan mengenai penyebab insiden.

Pertamina menegaskan keselamatan menjadi prioritas utama dalam seluruh kegiatan operasional. Kesigapan petugas dalam menjalankan prosedur tanggap darurat dinilai berperan dalam mengendalikan api sehingga tidak meluas ke sarana dan fasilitas lain.

Baca Juga:  Polsek Pangkalan Kerinci Dukung Program Asta Cita dan ketahanan Pangan di masa Tahapan Pilkada 2024

Selama SPBU 14.283.624 berhenti beroperasi, masyarakat masih dapat memperoleh BBM di SPBU 14.283.116 yang berjarak sekitar 9 kilometer dan SPBU 14.283.690 dengan jarak sekitar 11 kilometer dari lokasi kejadian.

Pertamina memastikan kebutuhan BBM masyarakat di wilayah tersebut tetap dilayani. Operasional SPBU 14.283.624 akan kembali dibuka setelah seluruh pemeriksaan keselamatan dan kelayakan fasilitas dinyatakan memenuhi ketentuan.

Pertamina juga mengingatkan pengelola SPBU untuk memastikan kesiapan personel serta fasilitas tanggap darurat. Konsumen diminta mengikuti arahan petugas, termasuk mematikan mesin kendaraan selama pengisian BBM dan tidak menggunakan telepon seluler selama proses pengisian berlangsung.

Kepatuhan terhadap aturan keselamatan tersebut diharapkan dapat membantu mencegah risiko dan menjaga keamanan bersama di area SPBU. (*azr)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari