Minggu, 12 Juli 2026
- Advertisement -

8 KK di Tesso Nilo Laporkan Intimidasi ke Polisi Usai Setuju Relokasi

PELALAWAN (RIAUPOS.CO) – Sebanyak delapan kepala keluarga (KK) yang tinggal di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Dusun Lima Bukit Makmur, Desa Bukit Kesuma, Kecamatan Pangkalan Kuras, melaporkan adanya intimidasi setelah mereka menyatakan bersedia mengikuti program relokasi pemerintah.

Mereka mendatangi Mapolres Pelalawan pada Selasa (23/9) untuk membuat laporan resmi. Salah satunya, Hendra Gultom (46), mengaku dirinya dan keluarga sering mendapat tekanan serta dicap sebagai pengkhianat oleh warga yang menolak relokasi. Menurut Hendra, intimidasi juga dialami tujuh KK lainnya yang memilih pindah dari kawasan TNTN.

Hendra menuturkan, awalnya ia ragu dengan sosialisasi relokasi yang disampaikan perangkat desa. Namun setelah berkonsultasi dengan Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) di Kejati Riau, dirinya yakin untuk mendukung relokasi. Keputusan itu justru membuat ia dan keluarga mendapat teror, bahkan diancam akan diusir dari rumah.

Baca Juga:  Jalan Rusak Parah, Warga Sungai Ara Minta Perhatian Pemkab

Senada dengan itu, Irfansyah (44) juga mengaku mengalami intimidasi yang tidak hanya menyasar dirinya, tetapi juga istri dan anak. Ia menyebut sebagian ancaman bahkan muncul melalui media sosial, termasuk ancaman pembunuhan dari kelompok yang tergabung dalam aliansi penolak relokasi.

Merasa tidak aman, mereka akhirnya melaporkan ancaman tersebut ke Polres Pelalawan. Irfansyah berharap pemerintah segera merealisasikan relokasi dan memberikan perlindungan kepada warga yang sudah bersedia pindah. “Kami ingin keluarga aman, janji relokasi dipenuhi, dan pelaku intimidasi ditindak,” ujarnya.

Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara, melalui Kasi Humas Iptu Thomas Bernandes Siahaan, membenarkan adanya laporan tersebut. “Ya, laporan sudah diterima dan kini masih dalam proses penyelidikan,” ujarnya.

Baca Juga:  Rumah Kosong Diduga Milik Bandar Narkoba di Bengkalis Ludes Terbakar

PELALAWAN (RIAUPOS.CO) – Sebanyak delapan kepala keluarga (KK) yang tinggal di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Dusun Lima Bukit Makmur, Desa Bukit Kesuma, Kecamatan Pangkalan Kuras, melaporkan adanya intimidasi setelah mereka menyatakan bersedia mengikuti program relokasi pemerintah.

Mereka mendatangi Mapolres Pelalawan pada Selasa (23/9) untuk membuat laporan resmi. Salah satunya, Hendra Gultom (46), mengaku dirinya dan keluarga sering mendapat tekanan serta dicap sebagai pengkhianat oleh warga yang menolak relokasi. Menurut Hendra, intimidasi juga dialami tujuh KK lainnya yang memilih pindah dari kawasan TNTN.

Hendra menuturkan, awalnya ia ragu dengan sosialisasi relokasi yang disampaikan perangkat desa. Namun setelah berkonsultasi dengan Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) di Kejati Riau, dirinya yakin untuk mendukung relokasi. Keputusan itu justru membuat ia dan keluarga mendapat teror, bahkan diancam akan diusir dari rumah.

Baca Juga:  Kerahkan 90 Personel Gabungan

Senada dengan itu, Irfansyah (44) juga mengaku mengalami intimidasi yang tidak hanya menyasar dirinya, tetapi juga istri dan anak. Ia menyebut sebagian ancaman bahkan muncul melalui media sosial, termasuk ancaman pembunuhan dari kelompok yang tergabung dalam aliansi penolak relokasi.

Merasa tidak aman, mereka akhirnya melaporkan ancaman tersebut ke Polres Pelalawan. Irfansyah berharap pemerintah segera merealisasikan relokasi dan memberikan perlindungan kepada warga yang sudah bersedia pindah. “Kami ingin keluarga aman, janji relokasi dipenuhi, dan pelaku intimidasi ditindak,” ujarnya.

- Advertisement -

Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara, melalui Kasi Humas Iptu Thomas Bernandes Siahaan, membenarkan adanya laporan tersebut. “Ya, laporan sudah diterima dan kini masih dalam proses penyelidikan,” ujarnya.

Baca Juga:  Anggaran 2026 Digeser, Sejumlah Jembatan Rusak di Meranti Terancam Tak Diperbaiki
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PELALAWAN (RIAUPOS.CO) – Sebanyak delapan kepala keluarga (KK) yang tinggal di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Dusun Lima Bukit Makmur, Desa Bukit Kesuma, Kecamatan Pangkalan Kuras, melaporkan adanya intimidasi setelah mereka menyatakan bersedia mengikuti program relokasi pemerintah.

Mereka mendatangi Mapolres Pelalawan pada Selasa (23/9) untuk membuat laporan resmi. Salah satunya, Hendra Gultom (46), mengaku dirinya dan keluarga sering mendapat tekanan serta dicap sebagai pengkhianat oleh warga yang menolak relokasi. Menurut Hendra, intimidasi juga dialami tujuh KK lainnya yang memilih pindah dari kawasan TNTN.

Hendra menuturkan, awalnya ia ragu dengan sosialisasi relokasi yang disampaikan perangkat desa. Namun setelah berkonsultasi dengan Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) di Kejati Riau, dirinya yakin untuk mendukung relokasi. Keputusan itu justru membuat ia dan keluarga mendapat teror, bahkan diancam akan diusir dari rumah.

Baca Juga:  Ini yang di lakukan Polisi dan TNI di Langgam Mendekati Hari Pencoblosan

Senada dengan itu, Irfansyah (44) juga mengaku mengalami intimidasi yang tidak hanya menyasar dirinya, tetapi juga istri dan anak. Ia menyebut sebagian ancaman bahkan muncul melalui media sosial, termasuk ancaman pembunuhan dari kelompok yang tergabung dalam aliansi penolak relokasi.

Merasa tidak aman, mereka akhirnya melaporkan ancaman tersebut ke Polres Pelalawan. Irfansyah berharap pemerintah segera merealisasikan relokasi dan memberikan perlindungan kepada warga yang sudah bersedia pindah. “Kami ingin keluarga aman, janji relokasi dipenuhi, dan pelaku intimidasi ditindak,” ujarnya.

Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara, melalui Kasi Humas Iptu Thomas Bernandes Siahaan, membenarkan adanya laporan tersebut. “Ya, laporan sudah diterima dan kini masih dalam proses penyelidikan,” ujarnya.

Baca Juga:  Kapolres Siak Tokoh Publik Pendukung Zakat

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari