BAGANSIAPIAPI (RIAUPOS.CO) – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dan malaria di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) terus menunjukkan tren peningkatan hingga periode September 2026.
Data Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Rohil mencatat sebanyak 1.227 kasus DBD dan 2.976 kasus malaria teridentifikasi di berbagai wilayah.
Penyebaran DBD mendominasi di wilayah Kecamatan Bangko, sedangkan kasus malaria terkonsentrasi di Kecamatan Pasir Limau Kapas (Palika), Bangko, dan Kecamatan Sinaboi yang mencatatkan angka tertinggi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Rohil, Maria Susanti SFarm Apt MM, menegaskan bahwa pihaknya terus memperkuat langkah-langkah strategis untuk menekan laju penularan kedua penyakit berbasis lingkungan tersebut.
“Memang saat ini kondisi DBD dan malaria sedang meningkat. Kasus malaria per Januari hingga September berkisar di angka 2.976 kasus, sedangkan DBD sebanyak 1.227 kasus,” ujar Maria, Senin (28/9/2026).
Maria menguraikan, penanganan masalah kesehatan lingkungan tidak bisa dituntaskan oleh jajaran Diskes semata, melainkan memerlukan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Sebagai bentuk pencegahan internal di lingkungan pemerintahan, Diskes Rohil telah meluncurkan gerakan Kamis Bersih untuk memulihkan sanitasi dan kebersihan di kawasan perkantoran instansi Pemkab Rohil.
Secara bersamaan, imbauan edukatif dan persuasif terus disampaikan ke tingkat kecamatan hingga kepenghuluan agar warga kembali menggalakkan gotong royong serta Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).
Di ranah teknis, Diskes Rohil mendistribusikan sarana pencegahan berupa kelambu untuk penanganan kawasan rawan malaria, serta melakukan pengasapan (fogging) selektif di zona terdampak DBD.
Upaya ini melengkapi rangkaian intervensi yang sebelumnya telah dievaluasi Pemkab Rohil bersama tim Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI guna mengendalikan kejadian Kejadian Luar Biasa (KLB) malaria secara terukur.

