PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Warga Kota Pekanbaru diminta waspada terhadap berbagai modus penipuan online yang mengatasnamakan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Pelaku bahkan meminta data pribadi hingga mengirim tautan dan aplikasi yang berpotensi meretas data warga.
Kepala Disdukcapil Kota Pekanbaru Irma Novrita mengatakan, warga sebaiknya tidak mempercayai pihak yang tiba-tiba menghubungi dan mengaku sebagai petugas Disdukcapil, terutama jika warga tidak sedang melakukan pengurusan administrasi kependudukan.
”Kalau mereka tiba-tiba kontak, padahal warga tidak sedang melakukan pengurusan di capil, jangan percaya. Abaikan saja,” terangnya, Selasa (15/9).
Menurut Irma, terdapat sejumlah modus penipuan yang mencatut nama Disdukcapil Kota Pekanbaru. Salah satunya dengan menawarkan bantuan untuk melakukan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Pelaku juga ada yang menginformasikan kepada warga bahwa data mereka tidak aktif sehingga harus diaktifkan kembali. Dalam modus lainnya, pelaku mengirimkan tautan atau APK yang disebut bertujuan untuk proses tertentu, tetapi ternyata dapat digunakan untuk meretas data pribadi.
Warga kemudian diarahkan untuk membuka tautan tersebut. Setelah data berhasil diretas, pelaku disebut dapat menguras rekening bank milik warga.
Karena itu, Irma meminta masyarakat lebih berhati-hati ketika menerima pesan atau komunikasi yang mengatasnamakan Disdukcapil. Ia menegaskan petugas Disdukcapil tidak pernah menghubungi warga secara langsung apabila yang bersangkutan tidak sedang melakukan pengurusan.
”Jangan pernah percaya, semua itu modus pelaku agar bisa mendapatkan data pribadi. Banyak kasus seperti itu,” paparnya.(ayi)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Warga Kota Pekanbaru diminta waspada terhadap berbagai modus penipuan online yang mengatasnamakan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Pelaku bahkan meminta data pribadi hingga mengirim tautan dan aplikasi yang berpotensi meretas data warga.
Kepala Disdukcapil Kota Pekanbaru Irma Novrita mengatakan, warga sebaiknya tidak mempercayai pihak yang tiba-tiba menghubungi dan mengaku sebagai petugas Disdukcapil, terutama jika warga tidak sedang melakukan pengurusan administrasi kependudukan.
”Kalau mereka tiba-tiba kontak, padahal warga tidak sedang melakukan pengurusan di capil, jangan percaya. Abaikan saja,” terangnya, Selasa (15/9).
Menurut Irma, terdapat sejumlah modus penipuan yang mencatut nama Disdukcapil Kota Pekanbaru. Salah satunya dengan menawarkan bantuan untuk melakukan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Pelaku juga ada yang menginformasikan kepada warga bahwa data mereka tidak aktif sehingga harus diaktifkan kembali. Dalam modus lainnya, pelaku mengirimkan tautan atau APK yang disebut bertujuan untuk proses tertentu, tetapi ternyata dapat digunakan untuk meretas data pribadi.
Warga kemudian diarahkan untuk membuka tautan tersebut. Setelah data berhasil diretas, pelaku disebut dapat menguras rekening bank milik warga.
Karena itu, Irma meminta masyarakat lebih berhati-hati ketika menerima pesan atau komunikasi yang mengatasnamakan Disdukcapil. Ia menegaskan petugas Disdukcapil tidak pernah menghubungi warga secara langsung apabila yang bersangkutan tidak sedang melakukan pengurusan.
”Jangan pernah percaya, semua itu modus pelaku agar bisa mendapatkan data pribadi. Banyak kasus seperti itu,” paparnya.(ayi)