Minggu, 11 Oktober 2026
- Advertisement -

Atasi Kelangkaan dan Dugaan Mafia Solar Subsidi, DPRD Riau Bawa Wacana Pembentukan Satgas

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau mengusulkan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Solar guna mengatasi kelangkaan serta antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Usulan tersebut mengemuka dalam rapat Komisi IV DPRD Riau bersama instansi terkait di Pekanbaru pada Rabu (23/9/2026).

Wakil Ketua DPRD Riau, Parisman Ihwan, menegaskan pihaknya bakal mengirimkan surat resmi kepada Pemerintah Provinsi Riau untuk merealisasikan pembentukan Satgas terpadu tersebut.

“Secepat mungkin akan kami surati Pak Plt Gubernur Riau SF Hariyanto dan dinas terkait untuk pembentukan itu. Tentu nanti melibatkan diskusi dengan Forkopimda dan instansi terkait,” kata Parisman Ihwan.

Ketua Komisi IV DPRD Riau, Ma’mun Solikhin, menyampaikan bahwa persoalan kelangkaan Solar subsidi yang memicu antrean mengular tidak cukup diselesaikan sekadar dengan menambah kuota, melainkan harus menyasar akar kebocoran distribusi.

Baca Juga:  Jelang Berakhir Masa Jabatan, Edy Natar Nasution Mulai Pamitan

DPRD Riau juga menyoroti lebarnya disparitas harga Solar subsidi dengan nonsubsidi yang memicu penyalahgunaan, kelemahan seleksi sistem barcode pada mobil mewah, hingga dugaan pasokan Solar subsidi yang merembes ke sektor industri serta praktik pelangsiran.

“Berita-berita dari bawah ini bahwa ini dibacking aparat dan sebagainya. Makanya kita undang tadi dari Polda sampai TNI, semua matra kita undang,” tegas Ma’mun.

Ma’mun menyimpulkan, apabila titik-titik penyimpangan dapat ditertibkan, maka masalah antrean di SPBU dipastikan terurai tanpa perlu penambahan kuota.

Sementara itu, Koordinator GMKR Riau, Brigadir Jenderal TNI (Purn) Edy Afrizal Natar Nasution, mengarahkan bahwa ketersediaan stok Solar sebenarnya mencukupi, namun disparitas harga yang tinggi dimanfaatkan oleh pihak tak bertanggung jawab.

Baca Juga:  Pj Gubri SF Hariyanto Tegaskan Tidak Ada Mutasi Kepala Sekolah

“Sehingga ada peluang orang untuk melakukan kecurangan dan mengambil keuntungan dari situ. Dari sini dapat kita simpulkan bahwa yang terjadi hari ini adalah adanya mafia,” ujar Edy.

Edy mendukung penuh pembentukan Satgas yang melibatkan penegak hukum dari TNI, Polri, Kejaksaan, hingga pemerintah daerah guna mengawasi rantai distribusi BBM subsidi secara ketat di seluruh kabupaten/kota.

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau mengusulkan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Solar guna mengatasi kelangkaan serta antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Usulan tersebut mengemuka dalam rapat Komisi IV DPRD Riau bersama instansi terkait di Pekanbaru pada Rabu (23/9/2026).

Wakil Ketua DPRD Riau, Parisman Ihwan, menegaskan pihaknya bakal mengirimkan surat resmi kepada Pemerintah Provinsi Riau untuk merealisasikan pembentukan Satgas terpadu tersebut.

“Secepat mungkin akan kami surati Pak Plt Gubernur Riau SF Hariyanto dan dinas terkait untuk pembentukan itu. Tentu nanti melibatkan diskusi dengan Forkopimda dan instansi terkait,” kata Parisman Ihwan.

Ketua Komisi IV DPRD Riau, Ma’mun Solikhin, menyampaikan bahwa persoalan kelangkaan Solar subsidi yang memicu antrean mengular tidak cukup diselesaikan sekadar dengan menambah kuota, melainkan harus menyasar akar kebocoran distribusi.

- Advertisement -
Baca Juga:  Gubri Serahkan Bankeu Khusus di Rohul

DPRD Riau juga menyoroti lebarnya disparitas harga Solar subsidi dengan nonsubsidi yang memicu penyalahgunaan, kelemahan seleksi sistem barcode pada mobil mewah, hingga dugaan pasokan Solar subsidi yang merembes ke sektor industri serta praktik pelangsiran.

“Berita-berita dari bawah ini bahwa ini dibacking aparat dan sebagainya. Makanya kita undang tadi dari Polda sampai TNI, semua matra kita undang,” tegas Ma’mun.

- Advertisement -

Ma’mun menyimpulkan, apabila titik-titik penyimpangan dapat ditertibkan, maka masalah antrean di SPBU dipastikan terurai tanpa perlu penambahan kuota.

Sementara itu, Koordinator GMKR Riau, Brigadir Jenderal TNI (Purn) Edy Afrizal Natar Nasution, mengarahkan bahwa ketersediaan stok Solar sebenarnya mencukupi, namun disparitas harga yang tinggi dimanfaatkan oleh pihak tak bertanggung jawab.

Baca Juga:  Pemko Pekanbaru Raih Penghargaan Pembangunan Daerah Riau 2026

“Sehingga ada peluang orang untuk melakukan kecurangan dan mengambil keuntungan dari situ. Dari sini dapat kita simpulkan bahwa yang terjadi hari ini adalah adanya mafia,” ujar Edy.

Edy mendukung penuh pembentukan Satgas yang melibatkan penegak hukum dari TNI, Polri, Kejaksaan, hingga pemerintah daerah guna mengawasi rantai distribusi BBM subsidi secara ketat di seluruh kabupaten/kota.

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau mengusulkan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Solar guna mengatasi kelangkaan serta antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Usulan tersebut mengemuka dalam rapat Komisi IV DPRD Riau bersama instansi terkait di Pekanbaru pada Rabu (23/9/2026).

Wakil Ketua DPRD Riau, Parisman Ihwan, menegaskan pihaknya bakal mengirimkan surat resmi kepada Pemerintah Provinsi Riau untuk merealisasikan pembentukan Satgas terpadu tersebut.

“Secepat mungkin akan kami surati Pak Plt Gubernur Riau SF Hariyanto dan dinas terkait untuk pembentukan itu. Tentu nanti melibatkan diskusi dengan Forkopimda dan instansi terkait,” kata Parisman Ihwan.

Ketua Komisi IV DPRD Riau, Ma’mun Solikhin, menyampaikan bahwa persoalan kelangkaan Solar subsidi yang memicu antrean mengular tidak cukup diselesaikan sekadar dengan menambah kuota, melainkan harus menyasar akar kebocoran distribusi.

Baca Juga:  Bupati Ziarah ke Makam Tokoh Ternama 

DPRD Riau juga menyoroti lebarnya disparitas harga Solar subsidi dengan nonsubsidi yang memicu penyalahgunaan, kelemahan seleksi sistem barcode pada mobil mewah, hingga dugaan pasokan Solar subsidi yang merembes ke sektor industri serta praktik pelangsiran.

“Berita-berita dari bawah ini bahwa ini dibacking aparat dan sebagainya. Makanya kita undang tadi dari Polda sampai TNI, semua matra kita undang,” tegas Ma’mun.

Ma’mun menyimpulkan, apabila titik-titik penyimpangan dapat ditertibkan, maka masalah antrean di SPBU dipastikan terurai tanpa perlu penambahan kuota.

Sementara itu, Koordinator GMKR Riau, Brigadir Jenderal TNI (Purn) Edy Afrizal Natar Nasution, mengarahkan bahwa ketersediaan stok Solar sebenarnya mencukupi, namun disparitas harga yang tinggi dimanfaatkan oleh pihak tak bertanggung jawab.

Baca Juga:  Minta Keterangan Dua Ahli, Penyidik Terus Usut Kasus SPPD Fiktif

“Sehingga ada peluang orang untuk melakukan kecurangan dan mengambil keuntungan dari situ. Dari sini dapat kita simpulkan bahwa yang terjadi hari ini adalah adanya mafia,” ujar Edy.

Edy mendukung penuh pembentukan Satgas yang melibatkan penegak hukum dari TNI, Polri, Kejaksaan, hingga pemerintah daerah guna mengawasi rantai distribusi BBM subsidi secara ketat di seluruh kabupaten/kota.

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari