Selasa, 16 April 2024
mobilebbdgggn

Belajar Jujur dari Puasa Ramadan

Alhamdulillah umat muslim kembali dipertemukan Bulan Ramadan 1445 H, bulan istimewa yang sangat dinanti dan selalu diharapkan dapat bertemu oleh setiap muslim yang beriman (mukmin).

Rasa Aman Kunci Ketenangan Ramadan

Pertama-tama dalam kesempatan ini, saya selaku Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau ingin mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa Ramadan bagi umat muslim di Bumi Lancang Kuning.

Tiga Makna Titah Kewajiban Puasa

Perintah kewajiban berpuasa di bulan suci Ramadan didasarkan pada Surah al-Baqarah ayat 183 tersebut mengindikasikan tiga makna krusial

Mengetuk Gerbang Langit

Puasa Ramadan adalah dustur ilahiyah untuk kemasalahan insaniyah yang akan membawa kepada kesejahteraan alam mayapada. Bulan ini penuh rahmat, berkat dan magfirah.

Tak Dapat Buat Bekawan

Aghi tu Andak Yau sedang belego-lego dekat paso sesoghang dighi ajo. Dio malas ngajak bininho, kalau ajak bini kang semuo toko, semuo kedai keno masuk. Tanyo ini, tanyo itu. Tawo sano, tawo situ. Namun membeli tidak. Andak Yau jugo tak endak ngajak anak dio. Kalau bawak anak kang sudahnyo semuo diendak, padahal kocik celana tengah ghebeh.

Utamanya Bulan Suci Ramadan

Alhamdulli-lah Bulan Suci Ramadan Tahun 1445 Hijriah sedang kita jalani bersama saat ini. Kita benar-benar merasa bersyukur ke hadirat Allah SWT yang telah memberi kesempatan kepada kita sehingga kita dapat menemui kembali bulan Suci Ramadan yang penuh berkah ini. Kita sangat yakin dengan sunnah Rasulullah SAW yang selalu kita dengar dari para mubaligh, bahwa “Barangsiapa yang menjalankan ibadah puasa Ramadan dengan iman dan penuh perhitungan, maka ia akan diampuni oleh Allah SWT atas segala doa yang telah dlakukannya sehingga ia kembali suci bagaikan bayi yang baru dilahirkan dari rahim ibunya.”

Gembira Sejati dan Palsu

“Bagi orang yang berpuasa ada dua kegembiraan; kegembiraan ketika berbuka puasa dan kegembiraan ketika nanti bertemu dengan Rab-Nya” (Hadis riwayat Bukhari dan Muslim).

Abrasi Moral di Era Digital

Covid-19 telah menyentak kesadaran dan kesiapan untuk aktif di era digital. Meski telah sirna, tapi dampak “abrasi kemanusiaan” begitu terasa. Sebab, tanpa sadar eksistensinya telah menggerus beberapa dimensi adab (moral) yang seyogyanya terjaga. Hampir semua dimensi interaksi yang sebelumnya face to digital tanpa ruh.

Charger Jiwa dan Raga untuk Mencapai Surga-Nya

Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah [2]: 183)

Ilmu dan Ibadah

Ramadan telah datang. Umat Islam di berbagai belahan dunia menyambut kedatangan Ramadan dengan suka cita. Seorang muslim dengan didasarkan kepada keimanan yang kuat melaksanakan puasa selama 29 atau 30hari. Tuhan telah menyediakan Ramadan sebagai bulan untuk membersihkan diri.

Ramadan Menempa Kita Menjadi Insan yang Terbaik

Ramadan yang sedang kita jalani saat ini sungguh sangat istimewa artinya bagi setiap orang yang diberi kesempatan oleh Allah SWT karena kita masih diberi umur dan kesempatan untuk melaksanakannya.

Ramadan

Ramadan mengajarkan kita untuk mengekang hawa nafsu. Manusia seperti yang difirmankan Allah, diciptakan dalam keadaan lemah.

Ramadan di Tengah Badai

IBARAT sebuah kapal, masyarakat kita sedang berlayar di tengah badai. Lautan bergemuruh menggetarkan. Akan selamatkah kita sampai ke tujuan, atau kapal kita akan pecah berkeping-keping dihantam gelombang? Andai angin yang bertiup kencang itu adalah angin buritan, yakni angin yang bertiup dari belakang, sejalan dengan arah kapal, tak masalah, berarti kapal kita akan terdorong lebih cepat sampai ke dermaga tujuan. Tapi, ini badai. Jangankan badai, angin biasa saja, tak mungkin kita kendalikan arahnya, apalagi badai.

Puasa Momentum Berbagi dan Saling Toleransi

MOMENTUM Ramadan dapat mendekatkan diri maupun berbuat kebaikan kepada sesama manusia, termasuk di dalamnya meningkatkan kepedulian terhadap kaum duafa dan anak yatim.

Puasa Melahirkan Insan Tawaduk

Ramadan adalah bulan yang istimewa dan memiliki keutamaan yang luar biasa. Keutamaan puasa ini antara lain adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an yang menjadi pedoman dan petunjuk bagi umat manusia untuk keselamatan di dunia dan kebahagiaan hidup di akhirat kelak.

Ramadan Menebar Kasih Sayang dan Silaturahmi

Sebagai bulan yang penuh rahmat, Ramadan menjadi sarana kita dalam menebarkan kebaikan dengan memperkuat ukhuwah Islamiyah. Bulan Ramadan menjadi momentum bagi kita untuk meningkatkan ibadah, seperti meningkatkan kualitas salat, membaca Al-Qur’an, berzikir, bersedekah, dan tentunya berpuasa. Di samping itu, ada juga aspek penting lainnya yang perlu diperhatikan yaitu, silaturahmi.
spot_img

Berita Terbaru

TERPOPULER