Senin, 13 Juli 2026
- Advertisement -

Didemo Emak-emak, Tujuh Kafe Remang-remang di Tapung Akhirnya Disegel

TAPUNG (RIAUPOS.CO) – Sebanyak tujuh kafe di Desa Gading Sari, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, disegel dalam operasi gabungan yang digelar Polsek Tapung bersama Tim Yustisi Kabupaten Kampar, Sabtu (11/7/2026). Langkah tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas keluhan masyarakat yang menilai keberadaan kafe-kafe tersebut telah mengganggu keamanan dan ketertiban lingkungan.

Sebelum operasi dilaksanakan, puluhan ibu rumah tangga di Desa Gading Sari menggelar aksi menyampaikan aspirasi terkait keberadaan sejumlah kafe remang-remang yang dinilai meresahkan warga. Keluhan tersebut kemudian mendapat respons cepat dari aparat kepolisian bersama pemerintah daerah.

Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan melalui Kapolsek Tapung Kompol YE Bambang Dewanto mengatakan pihaknya langsung melakukan pemantauan setelah aksi warga berlangsung. Hasilnya, Polsek Tapung bersama Tim Yustisi menggelar operasi gabungan sekaligus melakukan penyegelan terhadap sejumlah kafe yang diduga berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Baca Juga:  Camat Musnaini Lantik Pengurus Forum Anak Gunung Sahilan

“Kami telah memantau aksi yang dilakukan warga sehari sebelumnya. Menindaklanjuti laporan tersebut, hari ini Polsek Tapung bersama Tim Yustisi Kabupaten Kampar melaksanakan operasi gabungan sekaligus melakukan penyegelan terhadap sejumlah kafe yang diduga berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas,” ujar Kompol Bambang, Ahad (12/7/2026).

Dalam operasi tersebut, petugas juga mengamankan sejumlah minuman beralkohol yang ditemukan di lokasi. Barang bukti yang diamankan terdiri atas enam botol bir merek Anker, dua botol anggur merah merek Atlas, serta sekitar setengah ember minuman tradisional jenis tuak.

Mengacu pada Peraturan Daerah Kabupaten Kampar Nomor 8 Tahun 2017 tentang Ketenteraman dan Ketertiban Umum, sebanyak tujuh warung atau kafe kemudian disegel dan ditutup oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kampar. Selanjutnya, pengelola maupun pemilik bangunan akan dipanggil untuk menjalani proses sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga:  Sapi Kurban Presiden untuk Bengkalis Dibanderol Rp96 Juta

Kapolsek menjelaskan, operasi gabungan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari personel Polsek Tapung, Tim Yustisi Kabupaten Kampar, Satpol PP Kabupaten Kampar, Tim Opsnal Polres Kampar, Koramil 16 Tapung, pihak Kecamatan Tapung, Pemerintah Desa Gading Sari, hingga tokoh masyarakat setempat.

Kompol Bambang menegaskan, pihaknya akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah serta instansi terkait dalam menjaga situasi kamtibmas di wilayah Tapung. Selain itu, aparat akan menindak setiap aktivitas yang terbukti melanggar peraturan daerah maupun berpotensi mengganggu kondusivitas lingkungan.(kom)

TAPUNG (RIAUPOS.CO) – Sebanyak tujuh kafe di Desa Gading Sari, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, disegel dalam operasi gabungan yang digelar Polsek Tapung bersama Tim Yustisi Kabupaten Kampar, Sabtu (11/7/2026). Langkah tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas keluhan masyarakat yang menilai keberadaan kafe-kafe tersebut telah mengganggu keamanan dan ketertiban lingkungan.

Sebelum operasi dilaksanakan, puluhan ibu rumah tangga di Desa Gading Sari menggelar aksi menyampaikan aspirasi terkait keberadaan sejumlah kafe remang-remang yang dinilai meresahkan warga. Keluhan tersebut kemudian mendapat respons cepat dari aparat kepolisian bersama pemerintah daerah.

Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan melalui Kapolsek Tapung Kompol YE Bambang Dewanto mengatakan pihaknya langsung melakukan pemantauan setelah aksi warga berlangsung. Hasilnya, Polsek Tapung bersama Tim Yustisi menggelar operasi gabungan sekaligus melakukan penyegelan terhadap sejumlah kafe yang diduga berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Baca Juga:  Diskominfo Gelar Berbagai Lomba

“Kami telah memantau aksi yang dilakukan warga sehari sebelumnya. Menindaklanjuti laporan tersebut, hari ini Polsek Tapung bersama Tim Yustisi Kabupaten Kampar melaksanakan operasi gabungan sekaligus melakukan penyegelan terhadap sejumlah kafe yang diduga berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas,” ujar Kompol Bambang, Ahad (12/7/2026).

Dalam operasi tersebut, petugas juga mengamankan sejumlah minuman beralkohol yang ditemukan di lokasi. Barang bukti yang diamankan terdiri atas enam botol bir merek Anker, dua botol anggur merah merek Atlas, serta sekitar setengah ember minuman tradisional jenis tuak.

- Advertisement -

Mengacu pada Peraturan Daerah Kabupaten Kampar Nomor 8 Tahun 2017 tentang Ketenteraman dan Ketertiban Umum, sebanyak tujuh warung atau kafe kemudian disegel dan ditutup oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kampar. Selanjutnya, pengelola maupun pemilik bangunan akan dipanggil untuk menjalani proses sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga:  Polsek Tapung Hilir Razia Jalan Raya, Buru Buronan Rutan Polres Kampar

Kapolsek menjelaskan, operasi gabungan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari personel Polsek Tapung, Tim Yustisi Kabupaten Kampar, Satpol PP Kabupaten Kampar, Tim Opsnal Polres Kampar, Koramil 16 Tapung, pihak Kecamatan Tapung, Pemerintah Desa Gading Sari, hingga tokoh masyarakat setempat.

- Advertisement -

Kompol Bambang menegaskan, pihaknya akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah serta instansi terkait dalam menjaga situasi kamtibmas di wilayah Tapung. Selain itu, aparat akan menindak setiap aktivitas yang terbukti melanggar peraturan daerah maupun berpotensi mengganggu kondusivitas lingkungan.(kom)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

TAPUNG (RIAUPOS.CO) – Sebanyak tujuh kafe di Desa Gading Sari, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, disegel dalam operasi gabungan yang digelar Polsek Tapung bersama Tim Yustisi Kabupaten Kampar, Sabtu (11/7/2026). Langkah tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas keluhan masyarakat yang menilai keberadaan kafe-kafe tersebut telah mengganggu keamanan dan ketertiban lingkungan.

Sebelum operasi dilaksanakan, puluhan ibu rumah tangga di Desa Gading Sari menggelar aksi menyampaikan aspirasi terkait keberadaan sejumlah kafe remang-remang yang dinilai meresahkan warga. Keluhan tersebut kemudian mendapat respons cepat dari aparat kepolisian bersama pemerintah daerah.

Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan melalui Kapolsek Tapung Kompol YE Bambang Dewanto mengatakan pihaknya langsung melakukan pemantauan setelah aksi warga berlangsung. Hasilnya, Polsek Tapung bersama Tim Yustisi menggelar operasi gabungan sekaligus melakukan penyegelan terhadap sejumlah kafe yang diduga berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Baca Juga:  Menjangkau Pelosok, PLN Gencarkan Literasi Digital Kelistrikan di Tapung Hilir

“Kami telah memantau aksi yang dilakukan warga sehari sebelumnya. Menindaklanjuti laporan tersebut, hari ini Polsek Tapung bersama Tim Yustisi Kabupaten Kampar melaksanakan operasi gabungan sekaligus melakukan penyegelan terhadap sejumlah kafe yang diduga berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas,” ujar Kompol Bambang, Ahad (12/7/2026).

Dalam operasi tersebut, petugas juga mengamankan sejumlah minuman beralkohol yang ditemukan di lokasi. Barang bukti yang diamankan terdiri atas enam botol bir merek Anker, dua botol anggur merah merek Atlas, serta sekitar setengah ember minuman tradisional jenis tuak.

Mengacu pada Peraturan Daerah Kabupaten Kampar Nomor 8 Tahun 2017 tentang Ketenteraman dan Ketertiban Umum, sebanyak tujuh warung atau kafe kemudian disegel dan ditutup oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kampar. Selanjutnya, pengelola maupun pemilik bangunan akan dipanggil untuk menjalani proses sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga:  Satreskrim Polres Kampar Ringkus Komplotan Pencuri Sapi, Kerugian Capai Rp72 Juta

Kapolsek menjelaskan, operasi gabungan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari personel Polsek Tapung, Tim Yustisi Kabupaten Kampar, Satpol PP Kabupaten Kampar, Tim Opsnal Polres Kampar, Koramil 16 Tapung, pihak Kecamatan Tapung, Pemerintah Desa Gading Sari, hingga tokoh masyarakat setempat.

Kompol Bambang menegaskan, pihaknya akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah serta instansi terkait dalam menjaga situasi kamtibmas di wilayah Tapung. Selain itu, aparat akan menindak setiap aktivitas yang terbukti melanggar peraturan daerah maupun berpotensi mengganggu kondusivitas lingkungan.(kom)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari