Rabu, 19 Agustus 2026
- Advertisement -

Pemko Pekanbaru Tegaskan Komitmen Berantas LGBT, Satpol PP Diminta Perketat Pengawasan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menegaskan komitmennya untuk melakukan berbagai langkah dalam mencegah dan memberantas perilaku lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT). Upaya tersebut dilakukan melalui program pembinaan, penyuluhan, hingga penindakan dengan melibatkan berbagai pihak terkait.

Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, mengatakan pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah program sebagai bentuk antisipasi terhadap perilaku yang dinilai menyimpang tersebut. Langkah pencegahan dini terus dilakukan agar keberadaan LGBT di Kota Pekanbaru dapat diminimalkan.

Menurut Markarius, pelaksanaan program tersebut telah dikoordinasikan bersama berbagai pemangku kepentingan. Ia menyebut seluruh stakeholder memiliki komitmen yang sama dalam mendukung upaya pencegahan dan penanganan perilaku LGBT di Kota Pekanbaru.

Baca Juga:  Pemko Harus Serius Tangani Jalan Darma Bakti

“Untuk mempersiapkan langkah-langkah memberantas perilaku menyimpang ini, kami sudah berkoordinasi dengan sejumlah stakeholder. Program-program sedang berjalan,” ujar Markarius, Sabtu (11/7).

Selain itu, Pemko Pekanbaru juga telah menginstruksikan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pekanbaru untuk meningkatkan penertiban di sejumlah lokasi yang dinilai berpotensi menjadi tempat terjadinya penularan HIV/AIDS maupun aktivitas asusila yang berkaitan dengan LGBT.

Ia menyebut langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden RI, Prabowo Subianto, yang menurutnya telah menetapkan LGBT sebagai ancaman nasional nonmiliter.

Markarius menilai perilaku LGBT juga menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap meningkatnya kasus HIV/AIDS di Kota Pekanbaru. Karena itu, selain penegakan aturan, pemerintah juga mengedepankan pendekatan pembinaan kepada masyarakat.

Baca Juga:  23,6 Kilometer Jalan Rusak di Pekanbaru Sudah Diperbaiki, Ini Ruas yang Masih Digarap

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Pemko Pekanbaru menggandeng para mubalig dan organisasi dakwah untuk berperan aktif memberikan pembinaan kepada masyarakat. Edukasi mengenai LGBT akan disampaikan melalui berbagai kegiatan keagamaan, termasuk ceramah di masjid serta materi khutbah Jumat.

“Kami berharap langkah ini bisa benar-benar memberantas perilaku menyimpang dan mengedukasi anak-anak muda tentang bahaya LGBT bagi kesehatan maupun agama,” tutupnya.(ayi)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menegaskan komitmennya untuk melakukan berbagai langkah dalam mencegah dan memberantas perilaku lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT). Upaya tersebut dilakukan melalui program pembinaan, penyuluhan, hingga penindakan dengan melibatkan berbagai pihak terkait.

Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, mengatakan pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah program sebagai bentuk antisipasi terhadap perilaku yang dinilai menyimpang tersebut. Langkah pencegahan dini terus dilakukan agar keberadaan LGBT di Kota Pekanbaru dapat diminimalkan.

Menurut Markarius, pelaksanaan program tersebut telah dikoordinasikan bersama berbagai pemangku kepentingan. Ia menyebut seluruh stakeholder memiliki komitmen yang sama dalam mendukung upaya pencegahan dan penanganan perilaku LGBT di Kota Pekanbaru.

Baca Juga:  Lawan Arus Tabrakan di Depan Gedung LAM Riau, Lima Remaja Terluka

“Untuk mempersiapkan langkah-langkah memberantas perilaku menyimpang ini, kami sudah berkoordinasi dengan sejumlah stakeholder. Program-program sedang berjalan,” ujar Markarius, Sabtu (11/7).

Selain itu, Pemko Pekanbaru juga telah menginstruksikan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pekanbaru untuk meningkatkan penertiban di sejumlah lokasi yang dinilai berpotensi menjadi tempat terjadinya penularan HIV/AIDS maupun aktivitas asusila yang berkaitan dengan LGBT.

- Advertisement -

Ia menyebut langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden RI, Prabowo Subianto, yang menurutnya telah menetapkan LGBT sebagai ancaman nasional nonmiliter.

Markarius menilai perilaku LGBT juga menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap meningkatnya kasus HIV/AIDS di Kota Pekanbaru. Karena itu, selain penegakan aturan, pemerintah juga mengedepankan pendekatan pembinaan kepada masyarakat.

- Advertisement -
Baca Juga:  Besok Pagi! Bergerak Bersama Mitsubishi Motors dan Riau Pos Hadirkan Rifat Sungkar di Pekanbaru

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Pemko Pekanbaru menggandeng para mubalig dan organisasi dakwah untuk berperan aktif memberikan pembinaan kepada masyarakat. Edukasi mengenai LGBT akan disampaikan melalui berbagai kegiatan keagamaan, termasuk ceramah di masjid serta materi khutbah Jumat.

“Kami berharap langkah ini bisa benar-benar memberantas perilaku menyimpang dan mengedukasi anak-anak muda tentang bahaya LGBT bagi kesehatan maupun agama,” tutupnya.(ayi)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menegaskan komitmennya untuk melakukan berbagai langkah dalam mencegah dan memberantas perilaku lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT). Upaya tersebut dilakukan melalui program pembinaan, penyuluhan, hingga penindakan dengan melibatkan berbagai pihak terkait.

Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, mengatakan pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah program sebagai bentuk antisipasi terhadap perilaku yang dinilai menyimpang tersebut. Langkah pencegahan dini terus dilakukan agar keberadaan LGBT di Kota Pekanbaru dapat diminimalkan.

Menurut Markarius, pelaksanaan program tersebut telah dikoordinasikan bersama berbagai pemangku kepentingan. Ia menyebut seluruh stakeholder memiliki komitmen yang sama dalam mendukung upaya pencegahan dan penanganan perilaku LGBT di Kota Pekanbaru.

Baca Juga:  Plh Sekko Pekanbaru: Gunakan Anggaran Sesuai Aturan

“Untuk mempersiapkan langkah-langkah memberantas perilaku menyimpang ini, kami sudah berkoordinasi dengan sejumlah stakeholder. Program-program sedang berjalan,” ujar Markarius, Sabtu (11/7).

Selain itu, Pemko Pekanbaru juga telah menginstruksikan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pekanbaru untuk meningkatkan penertiban di sejumlah lokasi yang dinilai berpotensi menjadi tempat terjadinya penularan HIV/AIDS maupun aktivitas asusila yang berkaitan dengan LGBT.

Ia menyebut langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden RI, Prabowo Subianto, yang menurutnya telah menetapkan LGBT sebagai ancaman nasional nonmiliter.

Markarius menilai perilaku LGBT juga menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap meningkatnya kasus HIV/AIDS di Kota Pekanbaru. Karena itu, selain penegakan aturan, pemerintah juga mengedepankan pendekatan pembinaan kepada masyarakat.

Baca Juga:  Masyarakat Antusias Donorkan Darah Peringati Hari Kartini

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Pemko Pekanbaru menggandeng para mubalig dan organisasi dakwah untuk berperan aktif memberikan pembinaan kepada masyarakat. Edukasi mengenai LGBT akan disampaikan melalui berbagai kegiatan keagamaan, termasuk ceramah di masjid serta materi khutbah Jumat.

“Kami berharap langkah ini bisa benar-benar memberantas perilaku menyimpang dan mengedukasi anak-anak muda tentang bahaya LGBT bagi kesehatan maupun agama,” tutupnya.(ayi)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari