PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Mantan Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Riau (Unri), Prof Dr H Isjoni MSi, menilai rekam jejak Prof Dr Jimmi Copriady MSi sebagai akademisi dan pimpinan di lingkungan Unri sudah tidak diragukan lagi untuk maju sebagai bakal calon Rektor Unri periode 2026-2030.
Menurut Prof Isjoni, perjalanan karier Prof Jimmi di lingkungan FKIP Unri dimulai dari jenjang bawah hingga akhirnya dipercaya menjabat Dekan FKIP Unri. Sebelum menjadi dekan, Prof Jimmi juga pernah menduduki posisi wakil dekan dalam beberapa periode kepemimpinan.
“Karier Prof Dr Jimmi Copriady MSi sampai menjabat Dekan FKIP Unri dimulai dari bawah. Selain sebagai dekan, beliau juga pernah menjadi wakil dekan di berbagai periode. Dengan rekam jejak tersebut, beliau sudah layak memimpin universitas sebagai rektor,” ujar Guru Besar FKIP Unri itu.
Prof Isjoni juga mengungkapkan, sejak dirinya menjabat Ketua Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM) Unri, Prof Jimmi dikenal aktif memberikan penyuluhan teknologi tepat guna kepada masyarakat. Selain itu, Prof Jimmi juga pernah dipercaya sebagai Ketua Program Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Provinsi Riau serta Ketua DPW Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) Riau.
Ia menambahkan, jiwa kepemimpinan Prof Jimmi juga dinilai diwarisi dari sang ayah, Drs H Burhan Yunus, yang pernah menjadi salah satu tokoh penting dalam perjalanan Universitas Riau.
“Di Unri saat itu, orang tuanya menjabat Kepala Biro Administrasi dan Umum di Rektorat Unri. Aura kepemimpinan memang sudah terlihat dari keluarganya. Beliau juga dikenal sebagai salah satu orang kepercayaan Rektor Unri Prof Dr H Muchtar Lutfi pada masanya,” jelas Isjoni.
Pada Kamis (7/5), Prof Dr Jimmi Copriady MSi resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Rektor Unri periode 2026-2030. Ia datang bersama Prof Isjoni serta mantan Dekan FKIP sekaligus mantan Wakil Rektor I Unri, Prof Dr H M Nur Mustafa MPd, menuju Rektorat Unri Lantai II untuk menyerahkan berkas pendaftaran.
Berkas pencalonan tersebut diterima langsung oleh panitia pemilihan rektor, yakni Prof Dr dr Ismawati M Biomed dan Prof Dr Mahdum MPd.
Prof Jimmi mengatakan, keikutsertaannya dalam bursa pemilihan rektor merupakan bentuk penghormatan atas aspirasi, kepercayaan, dan dukungan dari civitas akademika Unri, para senior, serta para dekan.
Menurutnya, dukungan tersebut menjadi tanggung jawab moral untuk terus berkomitmen memajukan pendidikan dan kesejahteraan masyarakat dengan membawa Unri menjadi perguruan tinggi negeri yang unggul dan bermartabat sesuai visi Unri 2035.
Prof Jimmi diketahui merupakan lulusan S1 Kimia Universitas Padjadjaran Bandung, S2 Kimia Organik Universitas Padjadjaran, serta meraih gelar doktor Philosophy (Science Education) dari University Kebangsaan Malaysia (UKM).
Ia menilai tantangan perguruan tinggi ke depan akan semakin kompleks. Karena itu, dibutuhkan kolaborasi kuat antara kampus dengan berbagai pihak, mulai dari stakeholder, dunia usaha, masyarakat hingga media untuk memperkuat riset, inovasi, tata kelola, dan internasionalisasi kampus.
“Untuk mengimplementasikan program strategis Unri diperlukan kebersamaan seluruh komponen di lingkungan Unri. Kolaborasi antarfakultas dengan memberikan ruang kreativitas sesuai karakter dan potensi masing-masing menjadi modal penting mewujudkan Unri sebagai PTN unggul dan bermartabat,” ujarnya.(nto/c)

