PEKANBARU (RIAUPOS.CO) Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Kesehatan terus berupaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Hingga akhir Mei 2026, jumlah warga yang memanfaatkan layanan tersebut masih tergolong rendah dibandingkan total sasaran yang ditetapkan.
Kepala Dinas Kesehatan Riau, Zulkifli, mengungkapkan bahwa dari total sasaran sebanyak 6.867.467 jiwa, baru 586.594 orang yang telah mengikuti program pemeriksaan kesehatan gratis. Jumlah tersebut setara dengan 8,54 persen dari total penduduk yang menjadi target layanan.
“Dari 6.867.467 sasaran kita, baru 586.594 jiwa atau sebanyak 8,54 persen yang melakukan pengecekan kesehatan gratis tersebut. Ini tentu menjadi PR kita bersama,” ujar Zulkifli.
Menurutnya, Dinas Kesehatan Riau telah menggelar rapat koordinasi bersama seluruh Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan kabupaten dan kota se-Riau. Pertemuan tersebut bertujuan memastikan pelaksanaan pelayanan kesehatan tahun 2026 berjalan optimal sekaligus mengevaluasi capaian program CKG.
“Kita sudah melakukan koordinasi terkait capaian program Asta Cita Presiden Prabowo di bidang kesehatan ini. Dan tentu ini menjadi perhatian kita semua, termasuk masyarakat,” katanya.
Untuk meningkatkan angka partisipasi, pihaknya mengimbau seluruh masyarakat Riau agar memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang tersedia di puskesmas. Warga dianjurkan melakukan pemeriksaan kesehatan setidaknya satu kali dalam setahun.
Saat ini terdapat 243 puskesmas di seluruh Provinsi Riau yang melayani program CKG. Melalui program tersebut, masyarakat diharapkan dapat mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini sehingga penanganan medis dapat dilakukan lebih cepat apabila ditemukan gangguan kesehatan.
“Ada 243 puskesmas se-Riau yang melayani CKG ini. Dan kita imbau masyarakat untuk ikut mensukseskan program ini, agar masalah kesehatan kita dapat terdeteksi lebih awal, dan jika kondisi kesehatan kita mengalami gangguan tentu kita lebih cepat untuk melakukan pengobatannya,” ujarnya.
Zulkifli menjelaskan, capaian tertinggi program CKG hingga saat ini berada di Kabupaten Kampar. Dari sasaran 924.208 jiwa, sebanyak 161.369 orang telah memanfaatkan layanan tersebut atau mencapai 17,46 persen.
Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Rokan Hulu dengan capaian 91.364 jiwa dari sasaran 614.854 jiwa atau 14,86 persen. Selanjutnya Kabupaten Kepulauan Meranti mencatat capaian 21.024 jiwa dari sasaran 215.757 jiwa atau 9,74 persen.
Kota Dumai berada di urutan selanjutnya dengan capaian 31.420 jiwa dari sasaran 343.816 jiwa atau 9,14 persen. Kabupaten Kuantan Singingi mencatat 31.238 jiwa dari sasaran 353.211 jiwa atau 8,84 persen.
Sementara itu, Kabupaten Rokan Hilir mencapai 50.914 jiwa dari sasaran 686.995 jiwa atau 7,41 persen. Kabupaten Bengkalis mencatat 42.930 jiwa dari sasaran 597.626 jiwa atau 7,18 persen.
Kabupaten Pelalawan mencatat capaian 29.296 jiwa dari sasaran 430.452 jiwa atau 6,81 persen. Kabupaten Indragiri Hulu mencapai 28.645 jiwa dari sasaran 476.172 jiwa atau 6,02 persen.
Di Kota Pekanbaru, sebanyak 52.835 jiwa telah memanfaatkan layanan CKG dari sasaran 1.037.264 jiwa atau sebesar 5,09 persen. Sedangkan Kabupaten Indragiri Hilir mencatat capaian 28.947 jiwa dari sasaran 692.358 jiwa atau 4,18 persen.
Adapun capaian terendah berada di Kabupaten Siak. Dari total sasaran 494.754 jiwa, baru 16.612 orang yang mengikuti program CKG atau setara dengan 3,36 persen. (yls)

