Minggu, 12 Juli 2026
- Advertisement -

Diduga Kompresor Mati Saat Menyelam, Pria di Sungai Indragiri Masih Hilang

TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) – Seorang penyelam bernama Alimudin (42), warga Parit 9 RT 01 RW 12, Kelurahan Tembilahan Hulu, dilaporkan tenggelam saat melakukan evakuasi kapal yang karam di perairan Sungai Indragiri, kawasan Parit 7, Kecamatan Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Jumat (10/7) sekitar pukul 17.20 WIB. Hingga Sabtu (11/7), korban masih dalam pencarian tim gabungan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden itu diduga terjadi setelah kompresor udara yang digunakan korban sebagai sumber pasokan oksigen saat menyelam mendadak tidak berfungsi.

Saat kejadian, korban sedang berada di dasar sungai untuk mengangkat kapal yang tenggelam. Dalam proses tersebut, ia menggunakan bantuan kompresor udara sebagai penunjang pernapasan selama berada di dalam air.

Baca Juga:  Jual Sabu, Warga Tempuling Diamankan Polisi

Namun, ketika penyelaman masih berlangsung, kompresor yang digunakan diduga tiba-tiba mati. Akibatnya, pasokan oksigen terputus sehingga korban mengalami kesulitan bernapas saat masih berada di bawah permukaan sungai.

Sejumlah saksi di lokasi sempat melihat korban muncul ke permukaan. Akan tetapi, karena tubuh korban masih terikat pemberat berupa batu yang digunakan saat menyelam, ia tidak sempat melepaskan tali pengikat tersebut dan kembali tenggelam ke dasar sungai.

Peristiwa itu langsung mengundang perhatian warga sekitar. Masyarakat yang berada di lokasi sempat berupaya melakukan pencarian, namun hingga malam hari korban belum berhasil ditemukan.

Setelah menerima laporan, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Indragiri Hilir bersama unsur gabungan segera menuju lokasi kejadian. Tim membawa satu unit speedboat beserta perlengkapan pencarian untuk melakukan penyisiran di sekitar titik korban diduga tenggelam.

Baca Juga:  Teknik Sipil Diharapkan Jadi Motor Pembangunan

Memasuki Sabtu pagi, operasi pencarian kembali dilanjutkan. Penyisiran dipimpin Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Inhil bersama personel gabungan dengan melibatkan masyarakat di sekitar lokasi.

“Hingga saat ini tim gabungan bersama masyarakat masih melakukan pencarian terhadap korban,” ujar Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Inhil, R Arliansyah, Sabtu (11/7).

Sampai berita ini ditulis, korban masih belum ditemukan. Tim gabungan terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian dengan harapan korban dapat segera ditemukan.(*2)

TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) – Seorang penyelam bernama Alimudin (42), warga Parit 9 RT 01 RW 12, Kelurahan Tembilahan Hulu, dilaporkan tenggelam saat melakukan evakuasi kapal yang karam di perairan Sungai Indragiri, kawasan Parit 7, Kecamatan Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Jumat (10/7) sekitar pukul 17.20 WIB. Hingga Sabtu (11/7), korban masih dalam pencarian tim gabungan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden itu diduga terjadi setelah kompresor udara yang digunakan korban sebagai sumber pasokan oksigen saat menyelam mendadak tidak berfungsi.

Saat kejadian, korban sedang berada di dasar sungai untuk mengangkat kapal yang tenggelam. Dalam proses tersebut, ia menggunakan bantuan kompresor udara sebagai penunjang pernapasan selama berada di dalam air.

Baca Juga:  Pj Bupati Inhil Komitmen Tingkatkan Sektor Kebun Kelapa

Namun, ketika penyelaman masih berlangsung, kompresor yang digunakan diduga tiba-tiba mati. Akibatnya, pasokan oksigen terputus sehingga korban mengalami kesulitan bernapas saat masih berada di bawah permukaan sungai.

Sejumlah saksi di lokasi sempat melihat korban muncul ke permukaan. Akan tetapi, karena tubuh korban masih terikat pemberat berupa batu yang digunakan saat menyelam, ia tidak sempat melepaskan tali pengikat tersebut dan kembali tenggelam ke dasar sungai.

- Advertisement -

Peristiwa itu langsung mengundang perhatian warga sekitar. Masyarakat yang berada di lokasi sempat berupaya melakukan pencarian, namun hingga malam hari korban belum berhasil ditemukan.

Setelah menerima laporan, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Indragiri Hilir bersama unsur gabungan segera menuju lokasi kejadian. Tim membawa satu unit speedboat beserta perlengkapan pencarian untuk melakukan penyisiran di sekitar titik korban diduga tenggelam.

- Advertisement -
Baca Juga:  Sempat Hilang Dua Hari, Korban Tenggelam di Sungai Kampar Ditemukan 2 Kilometer dari Lokasi Awal

Memasuki Sabtu pagi, operasi pencarian kembali dilanjutkan. Penyisiran dipimpin Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Inhil bersama personel gabungan dengan melibatkan masyarakat di sekitar lokasi.

“Hingga saat ini tim gabungan bersama masyarakat masih melakukan pencarian terhadap korban,” ujar Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Inhil, R Arliansyah, Sabtu (11/7).

Sampai berita ini ditulis, korban masih belum ditemukan. Tim gabungan terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian dengan harapan korban dapat segera ditemukan.(*2)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) – Seorang penyelam bernama Alimudin (42), warga Parit 9 RT 01 RW 12, Kelurahan Tembilahan Hulu, dilaporkan tenggelam saat melakukan evakuasi kapal yang karam di perairan Sungai Indragiri, kawasan Parit 7, Kecamatan Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Jumat (10/7) sekitar pukul 17.20 WIB. Hingga Sabtu (11/7), korban masih dalam pencarian tim gabungan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden itu diduga terjadi setelah kompresor udara yang digunakan korban sebagai sumber pasokan oksigen saat menyelam mendadak tidak berfungsi.

Saat kejadian, korban sedang berada di dasar sungai untuk mengangkat kapal yang tenggelam. Dalam proses tersebut, ia menggunakan bantuan kompresor udara sebagai penunjang pernapasan selama berada di dalam air.

Baca Juga:  Pemkab Inhil Tuntaskan TPP dan THR Cair Penuh Sebelum Lebaran

Namun, ketika penyelaman masih berlangsung, kompresor yang digunakan diduga tiba-tiba mati. Akibatnya, pasokan oksigen terputus sehingga korban mengalami kesulitan bernapas saat masih berada di bawah permukaan sungai.

Sejumlah saksi di lokasi sempat melihat korban muncul ke permukaan. Akan tetapi, karena tubuh korban masih terikat pemberat berupa batu yang digunakan saat menyelam, ia tidak sempat melepaskan tali pengikat tersebut dan kembali tenggelam ke dasar sungai.

Peristiwa itu langsung mengundang perhatian warga sekitar. Masyarakat yang berada di lokasi sempat berupaya melakukan pencarian, namun hingga malam hari korban belum berhasil ditemukan.

Setelah menerima laporan, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Indragiri Hilir bersama unsur gabungan segera menuju lokasi kejadian. Tim membawa satu unit speedboat beserta perlengkapan pencarian untuk melakukan penyisiran di sekitar titik korban diduga tenggelam.

Baca Juga:  Dua Anggota Polres Inhil Resmi Dipecat, Kapolres Tegaskan Tak Ada Toleransi Pelanggaran

Memasuki Sabtu pagi, operasi pencarian kembali dilanjutkan. Penyisiran dipimpin Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Inhil bersama personel gabungan dengan melibatkan masyarakat di sekitar lokasi.

“Hingga saat ini tim gabungan bersama masyarakat masih melakukan pencarian terhadap korban,” ujar Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Inhil, R Arliansyah, Sabtu (11/7).

Sampai berita ini ditulis, korban masih belum ditemukan. Tim gabungan terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian dengan harapan korban dapat segera ditemukan.(*2)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari