Sabtu, 13 Juni 2026
- Advertisement -

Riau Kejar Target 1.862 Koperasi Merah Putih, Kendala Terbesar Ada di Lahan

PEKANBARU, RIAUPOS.CO — Program pembangunan Koperasi Merah Putih di Provinsi Riau terus berjalan. Dari target 1.862 unit yang ditetapkan pemerintah pusat, sebanyak 1.063 unit saat ini telah memasuki tahap pengerjaan, sementara 241 unit lainnya telah selesai dibangun sepenuhnya.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) Riau, Taufiq OH, mengatakan secara keseluruhan progres pembangunan hingga Mei 2026 telah mencapai sekitar 58 persen.

Menurutnya, pemerintah daerah kini fokus mengejar penyelesaian pembangunan tahap kedua agar seluruh 1.063 unit yang sedang dikerjakan dapat rampung sesuai target.

“Secara akumulatif memang sudah selesai 58 persen per Mei kemarin. Memasuki tahap kedua, kami ingin mengejar target penyelesaian hingga 100 persen untuk 1.063 unit ini,” kata Taufiq.

Meski demikian, penyelesaian sekitar 800 unit sisanya masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait ketersediaan lahan.

Baca Juga:  Unri Beri Pendampingan, Jamin Aktivitas Akademis Korban Dugaan Pelecehan

Ia menjelaskan, beberapa lokasi yang direncanakan belum memenuhi ketentuan luas minimum yang ditetapkan pemerintah pusat, yakni paling sedikit 1.000 meter persegi untuk setiap unit Koperasi Merah Putih.

“Untuk sisa 800 unit sekian lagi, kendalanya adalah ketersediaan lahan yang belum ada karena beberapa lokasi ukurannya kurang dari standar ideal yang ditetapkan pusat, yakni minimal 1.000 meter persegi,” ujarnya.

Terkait operasional gerai, Taufiq menyebut proses pengisian inventaris dan komoditas dagangan baru akan dilakukan setelah tahapan serah terima aset selesai.

Saat ini, pembangunan fisik belum diserahterimakan kepada Agrinas sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat karena masih menunggu proses verifikasi dan validasi di lapangan.

Pemerintah daerah berharap seluruh tahapan tersebut dapat diselesaikan sebelum peluncuran tahap kedua program.

Baca Juga:  Tujuh ASN Pemprov Riau Positif Covid-19

“Begitu serah terima klir, Agrinas akan langsung memasukkan fasilitas pendukung seperti unit mobil, motor operasional, meja, kursi hingga AC,” jelasnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, berharap keberadaan Koperasi Merah Putih mampu memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat serta menjadi penggerak aktivitas ekonomi di tingkat daerah.

Menurutnya, program tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat perekonomian lokal.

“Secara keseluruhan di Riau, progresnya sudah mencapai 58 persen untuk pemenuhan target awal Koperasi Merah Putih. Kami sangat berharap infrastruktur ekonomi ini dapat menjadi salah satu instrumen efektif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat daerah, dan posisinya sekarang sudah siap untuk dioperasikan oleh pemerintah pusat,” ujar SF Hariyanto.(sol)

PEKANBARU, RIAUPOS.CO — Program pembangunan Koperasi Merah Putih di Provinsi Riau terus berjalan. Dari target 1.862 unit yang ditetapkan pemerintah pusat, sebanyak 1.063 unit saat ini telah memasuki tahap pengerjaan, sementara 241 unit lainnya telah selesai dibangun sepenuhnya.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) Riau, Taufiq OH, mengatakan secara keseluruhan progres pembangunan hingga Mei 2026 telah mencapai sekitar 58 persen.

Menurutnya, pemerintah daerah kini fokus mengejar penyelesaian pembangunan tahap kedua agar seluruh 1.063 unit yang sedang dikerjakan dapat rampung sesuai target.

“Secara akumulatif memang sudah selesai 58 persen per Mei kemarin. Memasuki tahap kedua, kami ingin mengejar target penyelesaian hingga 100 persen untuk 1.063 unit ini,” kata Taufiq.

Meski demikian, penyelesaian sekitar 800 unit sisanya masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait ketersediaan lahan.

- Advertisement -
Baca Juga:  SK Sekdaprov Riau Menunggu Ditandatangani Presiden Joko Widodo

Ia menjelaskan, beberapa lokasi yang direncanakan belum memenuhi ketentuan luas minimum yang ditetapkan pemerintah pusat, yakni paling sedikit 1.000 meter persegi untuk setiap unit Koperasi Merah Putih.

“Untuk sisa 800 unit sekian lagi, kendalanya adalah ketersediaan lahan yang belum ada karena beberapa lokasi ukurannya kurang dari standar ideal yang ditetapkan pusat, yakni minimal 1.000 meter persegi,” ujarnya.

- Advertisement -

Terkait operasional gerai, Taufiq menyebut proses pengisian inventaris dan komoditas dagangan baru akan dilakukan setelah tahapan serah terima aset selesai.

Saat ini, pembangunan fisik belum diserahterimakan kepada Agrinas sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat karena masih menunggu proses verifikasi dan validasi di lapangan.

Pemerintah daerah berharap seluruh tahapan tersebut dapat diselesaikan sebelum peluncuran tahap kedua program.

Baca Juga:  Relokasi ke Pasar Lumpur, Pedagang Kuansing: Dagang Sehari Hanya Dapat Rp20 Ribu

“Begitu serah terima klir, Agrinas akan langsung memasukkan fasilitas pendukung seperti unit mobil, motor operasional, meja, kursi hingga AC,” jelasnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, berharap keberadaan Koperasi Merah Putih mampu memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat serta menjadi penggerak aktivitas ekonomi di tingkat daerah.

Menurutnya, program tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat perekonomian lokal.

“Secara keseluruhan di Riau, progresnya sudah mencapai 58 persen untuk pemenuhan target awal Koperasi Merah Putih. Kami sangat berharap infrastruktur ekonomi ini dapat menjadi salah satu instrumen efektif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat daerah, dan posisinya sekarang sudah siap untuk dioperasikan oleh pemerintah pusat,” ujar SF Hariyanto.(sol)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU, RIAUPOS.CO — Program pembangunan Koperasi Merah Putih di Provinsi Riau terus berjalan. Dari target 1.862 unit yang ditetapkan pemerintah pusat, sebanyak 1.063 unit saat ini telah memasuki tahap pengerjaan, sementara 241 unit lainnya telah selesai dibangun sepenuhnya.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) Riau, Taufiq OH, mengatakan secara keseluruhan progres pembangunan hingga Mei 2026 telah mencapai sekitar 58 persen.

Menurutnya, pemerintah daerah kini fokus mengejar penyelesaian pembangunan tahap kedua agar seluruh 1.063 unit yang sedang dikerjakan dapat rampung sesuai target.

“Secara akumulatif memang sudah selesai 58 persen per Mei kemarin. Memasuki tahap kedua, kami ingin mengejar target penyelesaian hingga 100 persen untuk 1.063 unit ini,” kata Taufiq.

Meski demikian, penyelesaian sekitar 800 unit sisanya masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait ketersediaan lahan.

Baca Juga:  Ratusan JCH Empat Kecamatan Ditepungtawari di Duri

Ia menjelaskan, beberapa lokasi yang direncanakan belum memenuhi ketentuan luas minimum yang ditetapkan pemerintah pusat, yakni paling sedikit 1.000 meter persegi untuk setiap unit Koperasi Merah Putih.

“Untuk sisa 800 unit sekian lagi, kendalanya adalah ketersediaan lahan yang belum ada karena beberapa lokasi ukurannya kurang dari standar ideal yang ditetapkan pusat, yakni minimal 1.000 meter persegi,” ujarnya.

Terkait operasional gerai, Taufiq menyebut proses pengisian inventaris dan komoditas dagangan baru akan dilakukan setelah tahapan serah terima aset selesai.

Saat ini, pembangunan fisik belum diserahterimakan kepada Agrinas sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat karena masih menunggu proses verifikasi dan validasi di lapangan.

Pemerintah daerah berharap seluruh tahapan tersebut dapat diselesaikan sebelum peluncuran tahap kedua program.

Baca Juga:  TPS Ilegal Kembali Kotori Jalan Soekarno-Hatta Pekanbaru

“Begitu serah terima klir, Agrinas akan langsung memasukkan fasilitas pendukung seperti unit mobil, motor operasional, meja, kursi hingga AC,” jelasnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, berharap keberadaan Koperasi Merah Putih mampu memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat serta menjadi penggerak aktivitas ekonomi di tingkat daerah.

Menurutnya, program tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat perekonomian lokal.

“Secara keseluruhan di Riau, progresnya sudah mencapai 58 persen untuk pemenuhan target awal Koperasi Merah Putih. Kami sangat berharap infrastruktur ekonomi ini dapat menjadi salah satu instrumen efektif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat daerah, dan posisinya sekarang sudah siap untuk dioperasikan oleh pemerintah pusat,” ujar SF Hariyanto.(sol)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari