Minggu, 26 April 2026
- Advertisement -

Tingkatkan Literasi Siswa, Guru di Siak Wajib Kuasai Bahasa Indonesia dengan Baik

SIAK (RIAUPOS.CO) – Peningkatan kemampuan literasi dan numerasi tenaga pendidik menjadi perhatian serius Dinas Pendidikan Kabupaten Siak. Upaya ini dinilai penting untuk mendukung penguasaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, sekaligus berdampak pada peningkatan kualitas literasi siswa di sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Siak, Romy Lesmana Dermawan, menegaskan bahwa kemampuan literasi peserta didik tidak akan berkembang optimal jika para guru dan tenaga kependidikan belum memiliki pemahaman literasi yang memadai.

Hal tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan Peningkatan Kemahiran Berbahasa Indonesia (PKBI) bagi pendidik dan tenaga kependidikan, Senin (20/4/2026), di Gedung Wanita Dekranasda Siak Sri Inderapura. Kegiatan yang berlangsung selama empat hari hingga Kamis (23/4) ini digelar oleh Tim Pembinaan dan Bahasa Hukum Balai Bahasa Provinsi Riau (BBPR).

Menurut Romy, kesadaran literasi harus dimulai dari para pendidik. Penguasaan bahasa Indonesia yang baik dan benar menjadi salah satu kunci agar ilmu yang disampaikan kepada siswa dapat diterima dengan lebih efektif.

Baca Juga:  Hati-Hati Buang Puntung Rokok! Satu Hektare Lahan di Kuansing Hangus Dilalap Api

Sementara itu, Kepala BBPR, Dr Umi Kulsum, menjelaskan bahwa program PKBI merupakan bagian dari kegiatan pembinaan bahasa yang difokuskan pada peningkatan kapasitas tenaga pendidik. Ia juga mendorong para guru dan siswa untuk mengikuti Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) sebagai tolok ukur kemampuan berbahasa.

Selain PKBI, pihaknya juga menjalankan program Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) yang telah berlangsung selama empat tahun dengan berbagai cabang perlombaan. Program tersebut diharapkan dapat berkontribusi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan, khususnya di Provinsi Riau.

Koordinator kegiatan, Adeliany Azfar, menyebutkan bahwa kegiatan serupa sebelumnya telah dilaksanakan di Kabupaten Kampar. Untuk pelaksanaan di Siak, PKBI diikuti sekitar 50 peserta yang terdiri dari guru dan tenaga kependidikan tingkat SD dan SMP dari berbagai kecamatan.

Baca Juga:  Pjs Bupati Siak Indra Purnama Kagumi Pengelolaan Wisata Embung Terpadu Dayun

Ia menjelaskan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan berbahasa Indonesia, baik secara lisan maupun tulisan, yang digunakan dalam proses pembelajaran, administrasi, serta interaksi di lingkungan sekolah.

Peserta juga didorong untuk menghasilkan karya tulis berupa artikel sederhana. Evaluasi keberhasilan kegiatan dilakukan melalui perbandingan hasil tes awal dan tes akhir guna melihat peningkatan kemampuan peserta.

Dalam pelaksanaannya, materi disampaikan oleh sejumlah narasumber. Hari pertama membahas ejaan oleh Adeliany Azfar, dilanjutkan materi bentuk dan pilihan kata oleh Riyan Nofardo Putra serta kalimat dan paragraf oleh Ahmad Nawari pada hari kedua. Hari ketiga diisi dengan pelatihan teknik penulisan artikel populer oleh Redaktur Pelaksana Riau Pos, Hary B Koriun.

Setelah menerima materi, peserta langsung mempraktikkan penulisan artikel dengan menerapkan kaidah bahasa yang telah dipelajari. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan kemampuan, meskipun masih memerlukan latihan berkelanjutan agar semakin optimal. (ted)

SIAK (RIAUPOS.CO) – Peningkatan kemampuan literasi dan numerasi tenaga pendidik menjadi perhatian serius Dinas Pendidikan Kabupaten Siak. Upaya ini dinilai penting untuk mendukung penguasaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, sekaligus berdampak pada peningkatan kualitas literasi siswa di sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Siak, Romy Lesmana Dermawan, menegaskan bahwa kemampuan literasi peserta didik tidak akan berkembang optimal jika para guru dan tenaga kependidikan belum memiliki pemahaman literasi yang memadai.

Hal tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan Peningkatan Kemahiran Berbahasa Indonesia (PKBI) bagi pendidik dan tenaga kependidikan, Senin (20/4/2026), di Gedung Wanita Dekranasda Siak Sri Inderapura. Kegiatan yang berlangsung selama empat hari hingga Kamis (23/4) ini digelar oleh Tim Pembinaan dan Bahasa Hukum Balai Bahasa Provinsi Riau (BBPR).

Menurut Romy, kesadaran literasi harus dimulai dari para pendidik. Penguasaan bahasa Indonesia yang baik dan benar menjadi salah satu kunci agar ilmu yang disampaikan kepada siswa dapat diterima dengan lebih efektif.

Baca Juga:  PT KTU Astra Grup Ambil Bagian Akselerasi Vaksinasi di Ring I

Sementara itu, Kepala BBPR, Dr Umi Kulsum, menjelaskan bahwa program PKBI merupakan bagian dari kegiatan pembinaan bahasa yang difokuskan pada peningkatan kapasitas tenaga pendidik. Ia juga mendorong para guru dan siswa untuk mengikuti Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) sebagai tolok ukur kemampuan berbahasa.

- Advertisement -

Selain PKBI, pihaknya juga menjalankan program Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) yang telah berlangsung selama empat tahun dengan berbagai cabang perlombaan. Program tersebut diharapkan dapat berkontribusi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan, khususnya di Provinsi Riau.

Koordinator kegiatan, Adeliany Azfar, menyebutkan bahwa kegiatan serupa sebelumnya telah dilaksanakan di Kabupaten Kampar. Untuk pelaksanaan di Siak, PKBI diikuti sekitar 50 peserta yang terdiri dari guru dan tenaga kependidikan tingkat SD dan SMP dari berbagai kecamatan.

- Advertisement -
Baca Juga:  Aletra L8 EV Kini Hadir di Pekanbaru, Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik Sumatera

Ia menjelaskan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan berbahasa Indonesia, baik secara lisan maupun tulisan, yang digunakan dalam proses pembelajaran, administrasi, serta interaksi di lingkungan sekolah.

Peserta juga didorong untuk menghasilkan karya tulis berupa artikel sederhana. Evaluasi keberhasilan kegiatan dilakukan melalui perbandingan hasil tes awal dan tes akhir guna melihat peningkatan kemampuan peserta.

Dalam pelaksanaannya, materi disampaikan oleh sejumlah narasumber. Hari pertama membahas ejaan oleh Adeliany Azfar, dilanjutkan materi bentuk dan pilihan kata oleh Riyan Nofardo Putra serta kalimat dan paragraf oleh Ahmad Nawari pada hari kedua. Hari ketiga diisi dengan pelatihan teknik penulisan artikel populer oleh Redaktur Pelaksana Riau Pos, Hary B Koriun.

Setelah menerima materi, peserta langsung mempraktikkan penulisan artikel dengan menerapkan kaidah bahasa yang telah dipelajari. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan kemampuan, meskipun masih memerlukan latihan berkelanjutan agar semakin optimal. (ted)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

SIAK (RIAUPOS.CO) – Peningkatan kemampuan literasi dan numerasi tenaga pendidik menjadi perhatian serius Dinas Pendidikan Kabupaten Siak. Upaya ini dinilai penting untuk mendukung penguasaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, sekaligus berdampak pada peningkatan kualitas literasi siswa di sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Siak, Romy Lesmana Dermawan, menegaskan bahwa kemampuan literasi peserta didik tidak akan berkembang optimal jika para guru dan tenaga kependidikan belum memiliki pemahaman literasi yang memadai.

Hal tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan Peningkatan Kemahiran Berbahasa Indonesia (PKBI) bagi pendidik dan tenaga kependidikan, Senin (20/4/2026), di Gedung Wanita Dekranasda Siak Sri Inderapura. Kegiatan yang berlangsung selama empat hari hingga Kamis (23/4) ini digelar oleh Tim Pembinaan dan Bahasa Hukum Balai Bahasa Provinsi Riau (BBPR).

Menurut Romy, kesadaran literasi harus dimulai dari para pendidik. Penguasaan bahasa Indonesia yang baik dan benar menjadi salah satu kunci agar ilmu yang disampaikan kepada siswa dapat diterima dengan lebih efektif.

Baca Juga:  Di Siak, Ada 32 Unit Armada Sekolah Gratis

Sementara itu, Kepala BBPR, Dr Umi Kulsum, menjelaskan bahwa program PKBI merupakan bagian dari kegiatan pembinaan bahasa yang difokuskan pada peningkatan kapasitas tenaga pendidik. Ia juga mendorong para guru dan siswa untuk mengikuti Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) sebagai tolok ukur kemampuan berbahasa.

Selain PKBI, pihaknya juga menjalankan program Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) yang telah berlangsung selama empat tahun dengan berbagai cabang perlombaan. Program tersebut diharapkan dapat berkontribusi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan, khususnya di Provinsi Riau.

Koordinator kegiatan, Adeliany Azfar, menyebutkan bahwa kegiatan serupa sebelumnya telah dilaksanakan di Kabupaten Kampar. Untuk pelaksanaan di Siak, PKBI diikuti sekitar 50 peserta yang terdiri dari guru dan tenaga kependidikan tingkat SD dan SMP dari berbagai kecamatan.

Baca Juga:  Operasi Pekat Kuansing Kembali Digelar, Temukan Pasangan Muda-Mudi di Kamar

Ia menjelaskan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan berbahasa Indonesia, baik secara lisan maupun tulisan, yang digunakan dalam proses pembelajaran, administrasi, serta interaksi di lingkungan sekolah.

Peserta juga didorong untuk menghasilkan karya tulis berupa artikel sederhana. Evaluasi keberhasilan kegiatan dilakukan melalui perbandingan hasil tes awal dan tes akhir guna melihat peningkatan kemampuan peserta.

Dalam pelaksanaannya, materi disampaikan oleh sejumlah narasumber. Hari pertama membahas ejaan oleh Adeliany Azfar, dilanjutkan materi bentuk dan pilihan kata oleh Riyan Nofardo Putra serta kalimat dan paragraf oleh Ahmad Nawari pada hari kedua. Hari ketiga diisi dengan pelatihan teknik penulisan artikel populer oleh Redaktur Pelaksana Riau Pos, Hary B Koriun.

Setelah menerima materi, peserta langsung mempraktikkan penulisan artikel dengan menerapkan kaidah bahasa yang telah dipelajari. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan kemampuan, meskipun masih memerlukan latihan berkelanjutan agar semakin optimal. (ted)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari