Rabu, 24 Juni 2026
- Advertisement -

Pendaftaran SMP Negeri Pekanbaru Segera Ditutup, Ribuan Calon Siswa Berebut Kursi

PEKANBARU, (RIAUPOS.CO) – Pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMP negeri di Kota Pekanbaru akan ditutup pada 25 Juni 2026. Hingga Rabu (24/6/2026), jumlah pendaftar melalui jalur domisili sudah mencapai 7.481 orang atau sekitar 98 persen dari kuota yang tersedia.

Data yang dihimpun dari laman resmi Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru menunjukkan jalur domisili masih menjadi pilihan utama masyarakat dalam proses penerimaan siswa baru tahun ini.

Selain jalur domisili, jumlah pendaftar pada jalur afirmasi tercatat sebanyak 1.343 orang atau 43 persen dari kuota yang disediakan. Sementara itu, jalur mutasi telah diikuti 154 calon siswa atau 19 persen dari kuota.

Pada jalur prestasi nonakademik, jumlah pendaftar mencapai 393 orang atau sekitar 17 persen dari kuota yang tersedia. Sedangkan jalur prestasi akademik berdasarkan nilai rapor telah mencatatkan 859 pendaftar atau 57 persen dari kuota.

Baca Juga:  Kasus Viral Guru Banting Kotak Nasi, Kepsek Dinonaktifkan dan Dua Guru Komite SDN 021 Tarai Bangun Diberhentikan

Berbeda dengan jalur lainnya, peminat jalur prestasi akademik berdasarkan Tes Kemampuan Akademik (TKA) masih relatif rendah. Hingga saat ini, jumlah pendaftar baru mencapai 12 orang atau sekitar tiga persen dari kuota yang disediakan.

Meskipun masa pendaftaran masih berlangsung hingga 25 Juni 2026, persoalan keterbatasan daya tampung SMP negeri di Pekanbaru masih menjadi perhatian.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, jumlah lulusan SD tahun ini mencapai sekitar 19.200 siswa. Sementara itu, total kuota yang tersedia di SMP negeri hanya mampu menampung 15.216 peserta didik.

Dengan selisih tersebut, diperkirakan sebanyak 3.984 lulusan SD berpotensi tidak mendapatkan kursi di SMP negeri.

Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kota Pekanbaru menggandeng 23 SMP swasta melalui program kemitraan. Skema ini disiapkan agar seluruh lulusan SD tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP.

Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, mengatakan sekolah swasta yang tergabung dalam program kemitraan menjadi solusi bagi siswa yang belum tertampung di sekolah negeri.

Baca Juga:  Unri Gelar Webinar Sastra Se-Asia Tenggara

“Untuk saat ini tercatat sekitar 23 SMP swasta telah masuk dalam skema kemitraan,” ujar Markarius, Rabu (24/6/2026).

Menurutnya, Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru masih membuka peluang kerja sama dengan sekolah swasta lainnya guna memperluas daya tampung peserta didik.

Ia menjelaskan, langkah tersebut dilakukan untuk mengatasi persoalan keterbatasan akses ke sekolah negeri di sejumlah wilayah Kota Pekanbaru.

“Kita berupaya menyelesaikan persoalan wilayah yang kesulitan mengakses sekolah negeri. Sekolah swasta yang menjadi mitra pemerintah kota bisa menjadi opsi,” jelasnya.

Markarius menegaskan, program kemitraan itu diharapkan mampu memastikan seluruh lulusan SD mendapatkan sekolah pada tahun ajaran baru. Pemerintah Kota Pekanbaru juga telah melakukan simulasi awal sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan program tersebut.(ilo)

PEKANBARU, (RIAUPOS.CO) – Pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMP negeri di Kota Pekanbaru akan ditutup pada 25 Juni 2026. Hingga Rabu (24/6/2026), jumlah pendaftar melalui jalur domisili sudah mencapai 7.481 orang atau sekitar 98 persen dari kuota yang tersedia.

Data yang dihimpun dari laman resmi Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru menunjukkan jalur domisili masih menjadi pilihan utama masyarakat dalam proses penerimaan siswa baru tahun ini.

Selain jalur domisili, jumlah pendaftar pada jalur afirmasi tercatat sebanyak 1.343 orang atau 43 persen dari kuota yang disediakan. Sementara itu, jalur mutasi telah diikuti 154 calon siswa atau 19 persen dari kuota.

Pada jalur prestasi nonakademik, jumlah pendaftar mencapai 393 orang atau sekitar 17 persen dari kuota yang tersedia. Sedangkan jalur prestasi akademik berdasarkan nilai rapor telah mencatatkan 859 pendaftar atau 57 persen dari kuota.

Baca Juga:  Hari Pertama SPMB SMP, Disdik Pekanbaru Minta Orang Tua Tetap Coba Akses Sistem

Berbeda dengan jalur lainnya, peminat jalur prestasi akademik berdasarkan Tes Kemampuan Akademik (TKA) masih relatif rendah. Hingga saat ini, jumlah pendaftar baru mencapai 12 orang atau sekitar tiga persen dari kuota yang disediakan.

- Advertisement -

Meskipun masa pendaftaran masih berlangsung hingga 25 Juni 2026, persoalan keterbatasan daya tampung SMP negeri di Pekanbaru masih menjadi perhatian.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, jumlah lulusan SD tahun ini mencapai sekitar 19.200 siswa. Sementara itu, total kuota yang tersedia di SMP negeri hanya mampu menampung 15.216 peserta didik.

- Advertisement -

Dengan selisih tersebut, diperkirakan sebanyak 3.984 lulusan SD berpotensi tidak mendapatkan kursi di SMP negeri.

Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kota Pekanbaru menggandeng 23 SMP swasta melalui program kemitraan. Skema ini disiapkan agar seluruh lulusan SD tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP.

Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, mengatakan sekolah swasta yang tergabung dalam program kemitraan menjadi solusi bagi siswa yang belum tertampung di sekolah negeri.

Baca Juga:  Polbeng Kembali Kirim Mahasiswa Kuliah di Jerman

“Untuk saat ini tercatat sekitar 23 SMP swasta telah masuk dalam skema kemitraan,” ujar Markarius, Rabu (24/6/2026).

Menurutnya, Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru masih membuka peluang kerja sama dengan sekolah swasta lainnya guna memperluas daya tampung peserta didik.

Ia menjelaskan, langkah tersebut dilakukan untuk mengatasi persoalan keterbatasan akses ke sekolah negeri di sejumlah wilayah Kota Pekanbaru.

“Kita berupaya menyelesaikan persoalan wilayah yang kesulitan mengakses sekolah negeri. Sekolah swasta yang menjadi mitra pemerintah kota bisa menjadi opsi,” jelasnya.

Markarius menegaskan, program kemitraan itu diharapkan mampu memastikan seluruh lulusan SD mendapatkan sekolah pada tahun ajaran baru. Pemerintah Kota Pekanbaru juga telah melakukan simulasi awal sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan program tersebut.(ilo)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU, (RIAUPOS.CO) – Pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMP negeri di Kota Pekanbaru akan ditutup pada 25 Juni 2026. Hingga Rabu (24/6/2026), jumlah pendaftar melalui jalur domisili sudah mencapai 7.481 orang atau sekitar 98 persen dari kuota yang tersedia.

Data yang dihimpun dari laman resmi Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru menunjukkan jalur domisili masih menjadi pilihan utama masyarakat dalam proses penerimaan siswa baru tahun ini.

Selain jalur domisili, jumlah pendaftar pada jalur afirmasi tercatat sebanyak 1.343 orang atau 43 persen dari kuota yang disediakan. Sementara itu, jalur mutasi telah diikuti 154 calon siswa atau 19 persen dari kuota.

Pada jalur prestasi nonakademik, jumlah pendaftar mencapai 393 orang atau sekitar 17 persen dari kuota yang tersedia. Sedangkan jalur prestasi akademik berdasarkan nilai rapor telah mencatatkan 859 pendaftar atau 57 persen dari kuota.

Baca Juga:  Belajar Jadi Jurnalis, Puluhan Siswa SMP Global Andalan Kunjungi Redaksi Riau Pos

Berbeda dengan jalur lainnya, peminat jalur prestasi akademik berdasarkan Tes Kemampuan Akademik (TKA) masih relatif rendah. Hingga saat ini, jumlah pendaftar baru mencapai 12 orang atau sekitar tiga persen dari kuota yang disediakan.

Meskipun masa pendaftaran masih berlangsung hingga 25 Juni 2026, persoalan keterbatasan daya tampung SMP negeri di Pekanbaru masih menjadi perhatian.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, jumlah lulusan SD tahun ini mencapai sekitar 19.200 siswa. Sementara itu, total kuota yang tersedia di SMP negeri hanya mampu menampung 15.216 peserta didik.

Dengan selisih tersebut, diperkirakan sebanyak 3.984 lulusan SD berpotensi tidak mendapatkan kursi di SMP negeri.

Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kota Pekanbaru menggandeng 23 SMP swasta melalui program kemitraan. Skema ini disiapkan agar seluruh lulusan SD tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP.

Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, mengatakan sekolah swasta yang tergabung dalam program kemitraan menjadi solusi bagi siswa yang belum tertampung di sekolah negeri.

Baca Juga:  Pendidikan Profesi FEB Universitas Riau Perkuat Akuntan Profesional

“Untuk saat ini tercatat sekitar 23 SMP swasta telah masuk dalam skema kemitraan,” ujar Markarius, Rabu (24/6/2026).

Menurutnya, Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru masih membuka peluang kerja sama dengan sekolah swasta lainnya guna memperluas daya tampung peserta didik.

Ia menjelaskan, langkah tersebut dilakukan untuk mengatasi persoalan keterbatasan akses ke sekolah negeri di sejumlah wilayah Kota Pekanbaru.

“Kita berupaya menyelesaikan persoalan wilayah yang kesulitan mengakses sekolah negeri. Sekolah swasta yang menjadi mitra pemerintah kota bisa menjadi opsi,” jelasnya.

Markarius menegaskan, program kemitraan itu diharapkan mampu memastikan seluruh lulusan SD mendapatkan sekolah pada tahun ajaran baru. Pemerintah Kota Pekanbaru juga telah melakukan simulasi awal sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan program tersebut.(ilo)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari