Jumat, 19 Juni 2026
- Advertisement -

Ribuan Pelajar Semarakkan Pawai Obor Tahun Baru Islam di Siak, Istana Siak Dipadati Warga

SIAK SRIINDRAPURA (RIAUPOS.CO) – Ribuan pelajar dan masyarakat memadati kawasan depan Istana Siak Asserayah Al Hasyimiah untuk menyaksikan sekaligus mengikuti pawai obor dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam. Kegiatan tersebut berlangsung meriah dan menjadi momentum menghidupkan kembali tradisi pawai obor yang pernah berkembang di tengah masyarakat.

Suasana malam pergantian Tahun Baru Hijriah di Kota Siak tampak semarak. Anak-anak yang membawa obor menjadi bagian penting dalam syiar Islam yang disambut penuh antusias oleh masyarakat.

Pawai obor yang diselenggarakan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Siak itu merupakan agenda tahunan yang kembali digelar untuk memperkuat nilai kebersamaan dan keagamaan di tengah masyarakat.

Bupati Siak Afni mengatakan, kegiatan tersebut menjadi langkah untuk menghidupkan kembali tradisi masyarakat dalam menyambut 1 Muharam. Selain itu, pawai obor juga diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan positif bagi generasi muda agar lebih dekat dengan masjid dan berbagai aktivitas keagamaan.

Menurut Afni, pelaksanaan pawai obor kali ini menjadi yang pertama digelar dalam menyambut Tahun Baru Islam pada masa kepemimpinannya. Ke depan, kegiatan serupa akan terus dimaksimalkan agar menjadi tradisi yang terus hidup di Kabupaten Siak.

Baca Juga:  Silaturahmi IAI Tazkia Bogor dengan Pemkab Siak

Ia menambahkan, upaya membiasakan generasi muda mencintai masjid dan surau harus terus didorong. Dengan demikian, anak-anak dapat lebih dekat dengan kegiatan keagamaan seperti salat berjemaah, zikir, salawat, serta membaca Al-Qur’an.

“Hal ini perlu mendapatkan dukungan orang tua, dan peran para guru di sekolah, dalam membentuk karakter dan budi pekerti, serta membangun rasa empati dan kebersamaan,” ujar Bupati Afni.

Afni menjelaskan, pawai obor juga memiliki nilai historis yang penting. Pada masa lalu, masyarakat memanfaatkan obor sebagai alat penerangan saat berjalan menuju masjid atau surau pada malam hari.

“Dulu masyarakat menggunakan obor karena belum ada listrik. Nilai sejarah ini yang ingin kami hidupkan kembali sebagai bagian dari tradisi dan syiar Islam,” jelasnya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk membiasakan diri datang ke masjid dan surau serta membimbing anak-anak agar gemar berzikir, bersalawat, dan membaca Al-Qur’an.

Baca Juga:  42 Panwascam Kabupaten Siak Dilantik

“Mari kita ringankan langkah kita menuju masjid dan surau. Biasakan anak-anak kita dengan zikir, salawat, dan membaca Al-Qur’an. Insya Allah, kita berharap negeri ini menjadi baldatun thayyibatun warabbun ghafur,” ajaknya.

Peringatan malam 1 Muharam dipusatkan di Kota Siak. Sebanyak sekitar 1.200 peserta membawa obor yang menyala serentak dan membentuk barisan panjang di depan Istana Siak Asserayah Al Hasyimiah. Lantunan salawat yang mengiringi perjalanan peserta semakin menambah suasana khidmat di tengah antusiasme masyarakat.

Warga dari berbagai kalangan turut menyaksikan kemeriahan tersebut. Mulai dari anak-anak, pelajar, remaja hingga orang tua memadati sepanjang ruas jalan untuk menikmati tradisi malam Tahun Baru Islam yang kembali dihidupkan.

Sementara itu, Ketua DPD BKPRMI Kabupaten Siak Muhamad Tarmizi menyampaikan bahwa peserta pawai berasal dari tiga jenjang pendidikan di wilayah Kecamatan Siak, Mempura, dan Bungaraya. Untuk tingkat SD dan MI diikuti 10 sekolah, tingkat SMP dan MTs sebanyak 7 hingga 8 sekolah, serta tingkat SMA, SMK, dan MA diikuti 3 sekolah. (mng)

SIAK SRIINDRAPURA (RIAUPOS.CO) – Ribuan pelajar dan masyarakat memadati kawasan depan Istana Siak Asserayah Al Hasyimiah untuk menyaksikan sekaligus mengikuti pawai obor dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam. Kegiatan tersebut berlangsung meriah dan menjadi momentum menghidupkan kembali tradisi pawai obor yang pernah berkembang di tengah masyarakat.

Suasana malam pergantian Tahun Baru Hijriah di Kota Siak tampak semarak. Anak-anak yang membawa obor menjadi bagian penting dalam syiar Islam yang disambut penuh antusias oleh masyarakat.

Pawai obor yang diselenggarakan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Siak itu merupakan agenda tahunan yang kembali digelar untuk memperkuat nilai kebersamaan dan keagamaan di tengah masyarakat.

Bupati Siak Afni mengatakan, kegiatan tersebut menjadi langkah untuk menghidupkan kembali tradisi masyarakat dalam menyambut 1 Muharam. Selain itu, pawai obor juga diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan positif bagi generasi muda agar lebih dekat dengan masjid dan berbagai aktivitas keagamaan.

Menurut Afni, pelaksanaan pawai obor kali ini menjadi yang pertama digelar dalam menyambut Tahun Baru Islam pada masa kepemimpinannya. Ke depan, kegiatan serupa akan terus dimaksimalkan agar menjadi tradisi yang terus hidup di Kabupaten Siak.

- Advertisement -
Baca Juga:  Rp1,89 M Zakat untuk Mustahik

Ia menambahkan, upaya membiasakan generasi muda mencintai masjid dan surau harus terus didorong. Dengan demikian, anak-anak dapat lebih dekat dengan kegiatan keagamaan seperti salat berjemaah, zikir, salawat, serta membaca Al-Qur’an.

“Hal ini perlu mendapatkan dukungan orang tua, dan peran para guru di sekolah, dalam membentuk karakter dan budi pekerti, serta membangun rasa empati dan kebersamaan,” ujar Bupati Afni.

- Advertisement -

Afni menjelaskan, pawai obor juga memiliki nilai historis yang penting. Pada masa lalu, masyarakat memanfaatkan obor sebagai alat penerangan saat berjalan menuju masjid atau surau pada malam hari.

“Dulu masyarakat menggunakan obor karena belum ada listrik. Nilai sejarah ini yang ingin kami hidupkan kembali sebagai bagian dari tradisi dan syiar Islam,” jelasnya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk membiasakan diri datang ke masjid dan surau serta membimbing anak-anak agar gemar berzikir, bersalawat, dan membaca Al-Qur’an.

Baca Juga:  Pawai Obor Semarakkan Malam Takbir Iduladha di Kabupaten Kampar

“Mari kita ringankan langkah kita menuju masjid dan surau. Biasakan anak-anak kita dengan zikir, salawat, dan membaca Al-Qur’an. Insya Allah, kita berharap negeri ini menjadi baldatun thayyibatun warabbun ghafur,” ajaknya.

Peringatan malam 1 Muharam dipusatkan di Kota Siak. Sebanyak sekitar 1.200 peserta membawa obor yang menyala serentak dan membentuk barisan panjang di depan Istana Siak Asserayah Al Hasyimiah. Lantunan salawat yang mengiringi perjalanan peserta semakin menambah suasana khidmat di tengah antusiasme masyarakat.

Warga dari berbagai kalangan turut menyaksikan kemeriahan tersebut. Mulai dari anak-anak, pelajar, remaja hingga orang tua memadati sepanjang ruas jalan untuk menikmati tradisi malam Tahun Baru Islam yang kembali dihidupkan.

Sementara itu, Ketua DPD BKPRMI Kabupaten Siak Muhamad Tarmizi menyampaikan bahwa peserta pawai berasal dari tiga jenjang pendidikan di wilayah Kecamatan Siak, Mempura, dan Bungaraya. Untuk tingkat SD dan MI diikuti 10 sekolah, tingkat SMP dan MTs sebanyak 7 hingga 8 sekolah, serta tingkat SMA, SMK, dan MA diikuti 3 sekolah. (mng)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

SIAK SRIINDRAPURA (RIAUPOS.CO) – Ribuan pelajar dan masyarakat memadati kawasan depan Istana Siak Asserayah Al Hasyimiah untuk menyaksikan sekaligus mengikuti pawai obor dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam. Kegiatan tersebut berlangsung meriah dan menjadi momentum menghidupkan kembali tradisi pawai obor yang pernah berkembang di tengah masyarakat.

Suasana malam pergantian Tahun Baru Hijriah di Kota Siak tampak semarak. Anak-anak yang membawa obor menjadi bagian penting dalam syiar Islam yang disambut penuh antusias oleh masyarakat.

Pawai obor yang diselenggarakan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Siak itu merupakan agenda tahunan yang kembali digelar untuk memperkuat nilai kebersamaan dan keagamaan di tengah masyarakat.

Bupati Siak Afni mengatakan, kegiatan tersebut menjadi langkah untuk menghidupkan kembali tradisi masyarakat dalam menyambut 1 Muharam. Selain itu, pawai obor juga diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan positif bagi generasi muda agar lebih dekat dengan masjid dan berbagai aktivitas keagamaan.

Menurut Afni, pelaksanaan pawai obor kali ini menjadi yang pertama digelar dalam menyambut Tahun Baru Islam pada masa kepemimpinannya. Ke depan, kegiatan serupa akan terus dimaksimalkan agar menjadi tradisi yang terus hidup di Kabupaten Siak.

Baca Juga:  Penindakan ODOL Dilanjutkan sampai Kecamatan dan Desa

Ia menambahkan, upaya membiasakan generasi muda mencintai masjid dan surau harus terus didorong. Dengan demikian, anak-anak dapat lebih dekat dengan kegiatan keagamaan seperti salat berjemaah, zikir, salawat, serta membaca Al-Qur’an.

“Hal ini perlu mendapatkan dukungan orang tua, dan peran para guru di sekolah, dalam membentuk karakter dan budi pekerti, serta membangun rasa empati dan kebersamaan,” ujar Bupati Afni.

Afni menjelaskan, pawai obor juga memiliki nilai historis yang penting. Pada masa lalu, masyarakat memanfaatkan obor sebagai alat penerangan saat berjalan menuju masjid atau surau pada malam hari.

“Dulu masyarakat menggunakan obor karena belum ada listrik. Nilai sejarah ini yang ingin kami hidupkan kembali sebagai bagian dari tradisi dan syiar Islam,” jelasnya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk membiasakan diri datang ke masjid dan surau serta membimbing anak-anak agar gemar berzikir, bersalawat, dan membaca Al-Qur’an.

Baca Juga:  Empat Trayek Bus DAMRI Buka Akses 12 Kecamatan di Siak

“Mari kita ringankan langkah kita menuju masjid dan surau. Biasakan anak-anak kita dengan zikir, salawat, dan membaca Al-Qur’an. Insya Allah, kita berharap negeri ini menjadi baldatun thayyibatun warabbun ghafur,” ajaknya.

Peringatan malam 1 Muharam dipusatkan di Kota Siak. Sebanyak sekitar 1.200 peserta membawa obor yang menyala serentak dan membentuk barisan panjang di depan Istana Siak Asserayah Al Hasyimiah. Lantunan salawat yang mengiringi perjalanan peserta semakin menambah suasana khidmat di tengah antusiasme masyarakat.

Warga dari berbagai kalangan turut menyaksikan kemeriahan tersebut. Mulai dari anak-anak, pelajar, remaja hingga orang tua memadati sepanjang ruas jalan untuk menikmati tradisi malam Tahun Baru Islam yang kembali dihidupkan.

Sementara itu, Ketua DPD BKPRMI Kabupaten Siak Muhamad Tarmizi menyampaikan bahwa peserta pawai berasal dari tiga jenjang pendidikan di wilayah Kecamatan Siak, Mempura, dan Bungaraya. Untuk tingkat SD dan MI diikuti 10 sekolah, tingkat SMP dan MTs sebanyak 7 hingga 8 sekolah, serta tingkat SMA, SMK, dan MA diikuti 3 sekolah. (mng)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari