Jumat, 4 September 2026
- Advertisement -

267 Pedagang Pasar Subuh Dukung Relokasi Penataan Pasar Induk Tembilahan

TEMBILAHAN, RIAUPOS.CO — Sebanyak 267 pedagang pasar subuh menyatakan dukungan terhadap kebijakan relokasi sementara yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir dalam rangka penataan Pasar Induk Jalan Yos Sudarso, Tembilahan. Dukungan tersebut ditunjukkan melalui penandatanganan kesiapan relokasi serta pencabutan undian lapak di Aula Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Inhil, Rabu (13/5).

Bupati Indragiri Hilir, Herman, mengapresiasi sikap para pedagang yang mendukung program penataan pasar induk tersebut. Menurutnya, kondisi pasar selama ini sudah tidak lagi memadai karena banyak bangunan mengalami kerusakan, lapak yang tidak tertata serta lingkungan pasar yang terlihat kumuh dan becek.

Ia menilai, langkah relokasi menjadi awal untuk menghadirkan kawasan pasar yang lebih tertib, bersih dan nyaman, baik bagi pedagang maupun masyarakat yang berbelanja.

Baca Juga:  Pj Bupati Inhil Erisman Yahya Minta ASN dan Pendamping Desa Jaga Netralitas

Herman juga menegaskan, relokasi sementara itu bukan bentuk penggusuran pedagang. Kebijakan tersebut dilakukan sebagai bagian dari proses pembangunan dan penataan pasar agar menjadi lebih representatif.

Sejumlah pedagang mengaku siap mendukung kebijakan pemerintah daerah selama pembangunan pasar benar-benar membawa perubahan terhadap kondisi pasar induk ke arah yang lebih baik.

“Kami siap pindah demi pasar yang lebih bagus dan nyaman,” ujar salah seorang pedagang.

Sementara itu, Kepala DKUPP Inhil, Trio Beni Putra, menjelaskan relokasi pedagang dilakukan dari kawasan sekitar lapangan eks air mancur menuju lapangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Tembilahan.

Menurutnya, mayoritas pedagang mendukung program penataan pasar karena dianggap menjadi solusi atas berbagai persoalan yang selama ini terjadi di kawasan pasar induk.

Baca Juga:  Pawai Takbir Iduladha 1446 H Meriahkan Kota Tembilahan, Ribuan Warga Tumpah Ruah

“Relokasi ini bagian dari penataan agar pasar lebih tertib dan nyaman,” tegas Trio.

Pemerintah daerah juga memastikan seluruh pedagang yang direlokasi tetap memperoleh lapak secara gratis dan aktivitas perdagangan tetap berjalan selama proses pembangunan berlangsung.(ali/*2)

TEMBILAHAN, RIAUPOS.CO — Sebanyak 267 pedagang pasar subuh menyatakan dukungan terhadap kebijakan relokasi sementara yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir dalam rangka penataan Pasar Induk Jalan Yos Sudarso, Tembilahan. Dukungan tersebut ditunjukkan melalui penandatanganan kesiapan relokasi serta pencabutan undian lapak di Aula Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Inhil, Rabu (13/5).

Bupati Indragiri Hilir, Herman, mengapresiasi sikap para pedagang yang mendukung program penataan pasar induk tersebut. Menurutnya, kondisi pasar selama ini sudah tidak lagi memadai karena banyak bangunan mengalami kerusakan, lapak yang tidak tertata serta lingkungan pasar yang terlihat kumuh dan becek.

Ia menilai, langkah relokasi menjadi awal untuk menghadirkan kawasan pasar yang lebih tertib, bersih dan nyaman, baik bagi pedagang maupun masyarakat yang berbelanja.

Baca Juga:  Ajak Perdalam Sifat Allah

Herman juga menegaskan, relokasi sementara itu bukan bentuk penggusuran pedagang. Kebijakan tersebut dilakukan sebagai bagian dari proses pembangunan dan penataan pasar agar menjadi lebih representatif.

Sejumlah pedagang mengaku siap mendukung kebijakan pemerintah daerah selama pembangunan pasar benar-benar membawa perubahan terhadap kondisi pasar induk ke arah yang lebih baik.

- Advertisement -

“Kami siap pindah demi pasar yang lebih bagus dan nyaman,” ujar salah seorang pedagang.

Sementara itu, Kepala DKUPP Inhil, Trio Beni Putra, menjelaskan relokasi pedagang dilakukan dari kawasan sekitar lapangan eks air mancur menuju lapangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Tembilahan.

- Advertisement -

Menurutnya, mayoritas pedagang mendukung program penataan pasar karena dianggap menjadi solusi atas berbagai persoalan yang selama ini terjadi di kawasan pasar induk.

Baca Juga:  Pawai Takbir Iduladha 1446 H Meriahkan Kota Tembilahan, Ribuan Warga Tumpah Ruah

“Relokasi ini bagian dari penataan agar pasar lebih tertib dan nyaman,” tegas Trio.

Pemerintah daerah juga memastikan seluruh pedagang yang direlokasi tetap memperoleh lapak secara gratis dan aktivitas perdagangan tetap berjalan selama proses pembangunan berlangsung.(ali/*2)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

TEMBILAHAN, RIAUPOS.CO — Sebanyak 267 pedagang pasar subuh menyatakan dukungan terhadap kebijakan relokasi sementara yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir dalam rangka penataan Pasar Induk Jalan Yos Sudarso, Tembilahan. Dukungan tersebut ditunjukkan melalui penandatanganan kesiapan relokasi serta pencabutan undian lapak di Aula Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Inhil, Rabu (13/5).

Bupati Indragiri Hilir, Herman, mengapresiasi sikap para pedagang yang mendukung program penataan pasar induk tersebut. Menurutnya, kondisi pasar selama ini sudah tidak lagi memadai karena banyak bangunan mengalami kerusakan, lapak yang tidak tertata serta lingkungan pasar yang terlihat kumuh dan becek.

Ia menilai, langkah relokasi menjadi awal untuk menghadirkan kawasan pasar yang lebih tertib, bersih dan nyaman, baik bagi pedagang maupun masyarakat yang berbelanja.

Baca Juga:  Pantai Solop Diawasi Ketat Saat Iduladha, Maksiat dan Narkoba Jadi Perhatian

Herman juga menegaskan, relokasi sementara itu bukan bentuk penggusuran pedagang. Kebijakan tersebut dilakukan sebagai bagian dari proses pembangunan dan penataan pasar agar menjadi lebih representatif.

Sejumlah pedagang mengaku siap mendukung kebijakan pemerintah daerah selama pembangunan pasar benar-benar membawa perubahan terhadap kondisi pasar induk ke arah yang lebih baik.

“Kami siap pindah demi pasar yang lebih bagus dan nyaman,” ujar salah seorang pedagang.

Sementara itu, Kepala DKUPP Inhil, Trio Beni Putra, menjelaskan relokasi pedagang dilakukan dari kawasan sekitar lapangan eks air mancur menuju lapangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Tembilahan.

Menurutnya, mayoritas pedagang mendukung program penataan pasar karena dianggap menjadi solusi atas berbagai persoalan yang selama ini terjadi di kawasan pasar induk.

Baca Juga:  4.028 Honorer Inhil Diajukan Jadi PPPK, Guru hingga Tenaga Teknis

“Relokasi ini bagian dari penataan agar pasar lebih tertib dan nyaman,” tegas Trio.

Pemerintah daerah juga memastikan seluruh pedagang yang direlokasi tetap memperoleh lapak secara gratis dan aktivitas perdagangan tetap berjalan selama proses pembangunan berlangsung.(ali/*2)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari