Minggu, 17 Mei 2026
- Advertisement -

Air Sungai Kuantan Mulai Surut, Warga Kuansing Diminta Tetap Waspada

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) – Debit air Sungai Kuantan pada Sabtu (16/5/2026) terus mengalami penurunan dibandingkan dua hari sebelumnya. Kondisi ini dipengaruhi rendahnya curah hujan di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) maupun wilayah Sijunjung, Sumatera Barat.

Curah hujan di wilayah Sumatera Barat, terutama Kabupaten Sijunjung, diketahui sangat memengaruhi kondisi Sungai Kuantan. Hal itu karena aliran Sungai Ombilin dan Pelangki bermuara langsung ke Sungai Kuantan.

Pantauan di Tepian Narosa Telukkuantan menunjukkan permukaan air Sungai Kuantan sudah jauh turun hingga meninggalkan tangga batu di kawasan tersebut. Surutnya debit air juga mulai terlihat di sejumlah permukiman warga di sepanjang aliran sungai, seperti di Kecamatan Pangean, Kuantan Hilir, Kuantan Hilir Seberang dan Inuman.

Genangan banjir di wilayah tersebut kini mulai surut dan hanya menyisakan lumpur serta sisa genangan air di lingkungan warga.

Meski demikian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kuansing mencatat banjir luapan Sungai Kuantan yang terjadi selama dua hari, Kamis (14/5/2026) hingga Jumat (15/5/2026), berdampak pada ratusan rumah dan sejumlah fasilitas umum di empat kecamatan.

Baca Juga:  PLN Nusantara Power Berikan Bantuan bagi Korban Banjir

Kalaksa BPBD Kuansing, H Yulizar mengatakan, total terdapat 526 rumah terdampak banjir. Selain itu, empat unit musala, empat sekolah, satu puskesmas dan satu kantor desa juga ikut terdampak di Kecamatan Pangean, Kuantan Hilir, Kuantan Hilir Seberang dan Inuman.

Di Kecamatan Pangean, desa yang paling awal terdampak banjir, rinciannya yakni Desa Pangit sebanyak 15 rumah, satu sekolah dan satu musala. Desa Pulau Deras tercatat 50 rumah dan satu puskesmas terdampak. Kemudian Desa Pembatang sebanyak 25 rumah dan Desa Padang Kunyit 70 rumah. Total di Kecamatan Pangean mencapai 160 rumah, satu musala, satu sekolah dan satu puskesmas.

Sementara di Kecamatan Kuantan Hilir Seberang, Desa Pelukahan tercatat 15 rumah dan satu musala terdampak. Desa Pulau Baru sebanyak 10 rumah, Desa Lombok 15 rumah dan Desa Pulau Beralo 15 rumah. Total keseluruhan mencapai 55 rumah dan satu musala.

Di Kecamatan Kuantan Hilir, Desa Pulau Kijang terdapat tiga rumah dan satu kantor desa terdampak banjir. Sedangkan Desa Kampung Tengah tercatat 45 rumah terdampak. Total di wilayah ini mencapai 48 rumah dan satu kantor desa.

Baca Juga:  Dua Pengedar Sabu Ditangkap Tim Mata Elang

Kemudian di Kecamatan Inuman, Desa Pulau Busuk tercatat 73 rumah dan satu musala terdampak. Desa Pulau Sipan sebanyak 70 rumah, satu musala dan satu sekolah. Selanjutnya Desa Seberang Pulau Busuk mencapai 110 rumah serta dua sekolah terdampak. Desa Pulau Busuk Jaya juga tercatat 10 rumah terdampak banjir.

“Total di Kecamatan Inuman yang terdampak sebanyak 263 rumah warga, tiga unit sekolah dan dua unit musala,” ujar Yulizar.

Saat ini BPBD Kuansing telah mengajukan permohonan bantuan makanan kepada BPBD Riau untuk segera disalurkan kepada warga terdampak banjir.

Meski kondisi air sudah surut dan tidak lagi menggenangi permukiman warga, Yulizar tetap mengimbau masyarakat agar tetap waspada. Relawan bencana di masing-masing kecamatan juga terus melakukan pemantauan kondisi di lapangan.(dac)

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) – Debit air Sungai Kuantan pada Sabtu (16/5/2026) terus mengalami penurunan dibandingkan dua hari sebelumnya. Kondisi ini dipengaruhi rendahnya curah hujan di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) maupun wilayah Sijunjung, Sumatera Barat.

Curah hujan di wilayah Sumatera Barat, terutama Kabupaten Sijunjung, diketahui sangat memengaruhi kondisi Sungai Kuantan. Hal itu karena aliran Sungai Ombilin dan Pelangki bermuara langsung ke Sungai Kuantan.

Pantauan di Tepian Narosa Telukkuantan menunjukkan permukaan air Sungai Kuantan sudah jauh turun hingga meninggalkan tangga batu di kawasan tersebut. Surutnya debit air juga mulai terlihat di sejumlah permukiman warga di sepanjang aliran sungai, seperti di Kecamatan Pangean, Kuantan Hilir, Kuantan Hilir Seberang dan Inuman.

Genangan banjir di wilayah tersebut kini mulai surut dan hanya menyisakan lumpur serta sisa genangan air di lingkungan warga.

Meski demikian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kuansing mencatat banjir luapan Sungai Kuantan yang terjadi selama dua hari, Kamis (14/5/2026) hingga Jumat (15/5/2026), berdampak pada ratusan rumah dan sejumlah fasilitas umum di empat kecamatan.

- Advertisement -
Baca Juga:  SMKN 1 Telukkuantan Terbakar

Kalaksa BPBD Kuansing, H Yulizar mengatakan, total terdapat 526 rumah terdampak banjir. Selain itu, empat unit musala, empat sekolah, satu puskesmas dan satu kantor desa juga ikut terdampak di Kecamatan Pangean, Kuantan Hilir, Kuantan Hilir Seberang dan Inuman.

Di Kecamatan Pangean, desa yang paling awal terdampak banjir, rinciannya yakni Desa Pangit sebanyak 15 rumah, satu sekolah dan satu musala. Desa Pulau Deras tercatat 50 rumah dan satu puskesmas terdampak. Kemudian Desa Pembatang sebanyak 25 rumah dan Desa Padang Kunyit 70 rumah. Total di Kecamatan Pangean mencapai 160 rumah, satu musala, satu sekolah dan satu puskesmas.

- Advertisement -

Sementara di Kecamatan Kuantan Hilir Seberang, Desa Pelukahan tercatat 15 rumah dan satu musala terdampak. Desa Pulau Baru sebanyak 10 rumah, Desa Lombok 15 rumah dan Desa Pulau Beralo 15 rumah. Total keseluruhan mencapai 55 rumah dan satu musala.

Di Kecamatan Kuantan Hilir, Desa Pulau Kijang terdapat tiga rumah dan satu kantor desa terdampak banjir. Sedangkan Desa Kampung Tengah tercatat 45 rumah terdampak. Total di wilayah ini mencapai 48 rumah dan satu kantor desa.

Baca Juga:  Tumpukan Sampah Ganggu Warga Kuansing, Ini Penjelasan DLH

Kemudian di Kecamatan Inuman, Desa Pulau Busuk tercatat 73 rumah dan satu musala terdampak. Desa Pulau Sipan sebanyak 70 rumah, satu musala dan satu sekolah. Selanjutnya Desa Seberang Pulau Busuk mencapai 110 rumah serta dua sekolah terdampak. Desa Pulau Busuk Jaya juga tercatat 10 rumah terdampak banjir.

“Total di Kecamatan Inuman yang terdampak sebanyak 263 rumah warga, tiga unit sekolah dan dua unit musala,” ujar Yulizar.

Saat ini BPBD Kuansing telah mengajukan permohonan bantuan makanan kepada BPBD Riau untuk segera disalurkan kepada warga terdampak banjir.

Meski kondisi air sudah surut dan tidak lagi menggenangi permukiman warga, Yulizar tetap mengimbau masyarakat agar tetap waspada. Relawan bencana di masing-masing kecamatan juga terus melakukan pemantauan kondisi di lapangan.(dac)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) – Debit air Sungai Kuantan pada Sabtu (16/5/2026) terus mengalami penurunan dibandingkan dua hari sebelumnya. Kondisi ini dipengaruhi rendahnya curah hujan di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) maupun wilayah Sijunjung, Sumatera Barat.

Curah hujan di wilayah Sumatera Barat, terutama Kabupaten Sijunjung, diketahui sangat memengaruhi kondisi Sungai Kuantan. Hal itu karena aliran Sungai Ombilin dan Pelangki bermuara langsung ke Sungai Kuantan.

Pantauan di Tepian Narosa Telukkuantan menunjukkan permukaan air Sungai Kuantan sudah jauh turun hingga meninggalkan tangga batu di kawasan tersebut. Surutnya debit air juga mulai terlihat di sejumlah permukiman warga di sepanjang aliran sungai, seperti di Kecamatan Pangean, Kuantan Hilir, Kuantan Hilir Seberang dan Inuman.

Genangan banjir di wilayah tersebut kini mulai surut dan hanya menyisakan lumpur serta sisa genangan air di lingkungan warga.

Meski demikian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kuansing mencatat banjir luapan Sungai Kuantan yang terjadi selama dua hari, Kamis (14/5/2026) hingga Jumat (15/5/2026), berdampak pada ratusan rumah dan sejumlah fasilitas umum di empat kecamatan.

Baca Juga:  Pelayanan Umat Semakin Meningkat

Kalaksa BPBD Kuansing, H Yulizar mengatakan, total terdapat 526 rumah terdampak banjir. Selain itu, empat unit musala, empat sekolah, satu puskesmas dan satu kantor desa juga ikut terdampak di Kecamatan Pangean, Kuantan Hilir, Kuantan Hilir Seberang dan Inuman.

Di Kecamatan Pangean, desa yang paling awal terdampak banjir, rinciannya yakni Desa Pangit sebanyak 15 rumah, satu sekolah dan satu musala. Desa Pulau Deras tercatat 50 rumah dan satu puskesmas terdampak. Kemudian Desa Pembatang sebanyak 25 rumah dan Desa Padang Kunyit 70 rumah. Total di Kecamatan Pangean mencapai 160 rumah, satu musala, satu sekolah dan satu puskesmas.

Sementara di Kecamatan Kuantan Hilir Seberang, Desa Pelukahan tercatat 15 rumah dan satu musala terdampak. Desa Pulau Baru sebanyak 10 rumah, Desa Lombok 15 rumah dan Desa Pulau Beralo 15 rumah. Total keseluruhan mencapai 55 rumah dan satu musala.

Di Kecamatan Kuantan Hilir, Desa Pulau Kijang terdapat tiga rumah dan satu kantor desa terdampak banjir. Sedangkan Desa Kampung Tengah tercatat 45 rumah terdampak. Total di wilayah ini mencapai 48 rumah dan satu kantor desa.

Baca Juga:  Relokasi ke Pasar Lumpur, Pedagang Kuansing: Dagang Sehari Hanya Dapat Rp20 Ribu

Kemudian di Kecamatan Inuman, Desa Pulau Busuk tercatat 73 rumah dan satu musala terdampak. Desa Pulau Sipan sebanyak 70 rumah, satu musala dan satu sekolah. Selanjutnya Desa Seberang Pulau Busuk mencapai 110 rumah serta dua sekolah terdampak. Desa Pulau Busuk Jaya juga tercatat 10 rumah terdampak banjir.

“Total di Kecamatan Inuman yang terdampak sebanyak 263 rumah warga, tiga unit sekolah dan dua unit musala,” ujar Yulizar.

Saat ini BPBD Kuansing telah mengajukan permohonan bantuan makanan kepada BPBD Riau untuk segera disalurkan kepada warga terdampak banjir.

Meski kondisi air sudah surut dan tidak lagi menggenangi permukiman warga, Yulizar tetap mengimbau masyarakat agar tetap waspada. Relawan bencana di masing-masing kecamatan juga terus melakukan pemantauan kondisi di lapangan.(dac)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari