Sabtu, 27 Juni 2026
- Advertisement -

Kabel Semrawut di Pekanbaru Bakal Ditanam Bawah Tanah, Penataan Dilakukan Bertahap

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Kota Pekanbaru bersama Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) Riau mulai menyusun langkah penataan kabel dan tiang jaringan fiber optik (FO) yang selama ini terlihat semrawut di sejumlah ruas jalan. Penataan dilakukan secara bertahap dengan target menuju sistem kabel bawah tanah.

Komitmen tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi antara Pemko Pekanbaru dan Koordinator Wilayah Apjatel Riau di Pekanbaru, Kamis (7/5).

Bagi pemerintah kota, penataan jaringan telekomunikasi bukan hanya menyangkut aspek teknis layanan, tetapi juga berkaitan dengan estetika kota, kenyamanan masyarakat hingga mendukung iklim investasi di Pekanbaru.

Penjabat Sekretaris Kota Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut mengatakan, kebutuhan masyarakat terhadap layanan telekomunikasi saat ini terus meningkat. Karena itu, pemerintah ingin memastikan layanan tetap berjalan optimal tanpa mengabaikan kerapian kota.

Baca Juga:  Wisuda 177 Sarjana, USTI Tegaskan Komitmen Jadi Kampus Bertaraf Dunia

“Kami ingin menciptakan suasana kolaboratif. Kegiatan usaha berjalan, kebutuhan masyarakat terpenuhi, tetapi estetika kota dan kenyamanan pengguna jalan juga tetap terjaga,” ujar Ingot.

Ia menegaskan, penataan kabel tidak dilakukan secara sepihak ataupun represif. Pemko memilih membangun kerja sama dengan para pelaku usaha telekomunikasi agar proses penataan dapat berjalan lebih harmonis dan realistis diterapkan di lapangan.

Dalam rapat tersebut, salah satu pembahasan utama yakni rencana pengalihan kabel udara menuju jaringan bawah tanah. Langkah ini dinilai menjadi solusi jangka panjang guna menciptakan tata kota yang lebih rapi, aman dan nyaman dipandang.

Meski demikian, Ingot mengakui proses penerapan sistem kabel bawah tanah membutuhkan waktu, kesiapan teknis serta biaya yang cukup besar. Oleh sebab itu, pelaksanaannya akan dimulai secara bertahap di sejumlah titik prioritas.

Baca Juga:  Kenaikan PBB 300 Persen sejak 2024

“Harapan kami ke depan memang idealnya tidak ada lagi kabel di atas. Tetapi semua perlu tahapan. Kami mulai di beberapa lokasi terlebih dahulu, kemudian dilakukan bertahap,” jelasnya.

Saat ini Pemko Pekanbaru juga masih menyusun regulasi terkait perizinan jaringan telekomunikasi. Sejumlah perusahaan disebut telah mengajukan izin, namun aturan tersebut masih dalam tahap finalisasi agar nantinya dapat diterapkan secara maksimal.(ilo)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Kota Pekanbaru bersama Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) Riau mulai menyusun langkah penataan kabel dan tiang jaringan fiber optik (FO) yang selama ini terlihat semrawut di sejumlah ruas jalan. Penataan dilakukan secara bertahap dengan target menuju sistem kabel bawah tanah.

Komitmen tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi antara Pemko Pekanbaru dan Koordinator Wilayah Apjatel Riau di Pekanbaru, Kamis (7/5).

Bagi pemerintah kota, penataan jaringan telekomunikasi bukan hanya menyangkut aspek teknis layanan, tetapi juga berkaitan dengan estetika kota, kenyamanan masyarakat hingga mendukung iklim investasi di Pekanbaru.

Penjabat Sekretaris Kota Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut mengatakan, kebutuhan masyarakat terhadap layanan telekomunikasi saat ini terus meningkat. Karena itu, pemerintah ingin memastikan layanan tetap berjalan optimal tanpa mengabaikan kerapian kota.

Baca Juga:  NPC Pekanbaru Berharap Pemko Cairkan Bonus Atlet

“Kami ingin menciptakan suasana kolaboratif. Kegiatan usaha berjalan, kebutuhan masyarakat terpenuhi, tetapi estetika kota dan kenyamanan pengguna jalan juga tetap terjaga,” ujar Ingot.

- Advertisement -

Ia menegaskan, penataan kabel tidak dilakukan secara sepihak ataupun represif. Pemko memilih membangun kerja sama dengan para pelaku usaha telekomunikasi agar proses penataan dapat berjalan lebih harmonis dan realistis diterapkan di lapangan.

Dalam rapat tersebut, salah satu pembahasan utama yakni rencana pengalihan kabel udara menuju jaringan bawah tanah. Langkah ini dinilai menjadi solusi jangka panjang guna menciptakan tata kota yang lebih rapi, aman dan nyaman dipandang.

- Advertisement -

Meski demikian, Ingot mengakui proses penerapan sistem kabel bawah tanah membutuhkan waktu, kesiapan teknis serta biaya yang cukup besar. Oleh sebab itu, pelaksanaannya akan dimulai secara bertahap di sejumlah titik prioritas.

Baca Juga:  Besok Pelantikan Pengurus DPD KNPI Provinsi Riau Periode 2021-2024

“Harapan kami ke depan memang idealnya tidak ada lagi kabel di atas. Tetapi semua perlu tahapan. Kami mulai di beberapa lokasi terlebih dahulu, kemudian dilakukan bertahap,” jelasnya.

Saat ini Pemko Pekanbaru juga masih menyusun regulasi terkait perizinan jaringan telekomunikasi. Sejumlah perusahaan disebut telah mengajukan izin, namun aturan tersebut masih dalam tahap finalisasi agar nantinya dapat diterapkan secara maksimal.(ilo)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Kota Pekanbaru bersama Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) Riau mulai menyusun langkah penataan kabel dan tiang jaringan fiber optik (FO) yang selama ini terlihat semrawut di sejumlah ruas jalan. Penataan dilakukan secara bertahap dengan target menuju sistem kabel bawah tanah.

Komitmen tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi antara Pemko Pekanbaru dan Koordinator Wilayah Apjatel Riau di Pekanbaru, Kamis (7/5).

Bagi pemerintah kota, penataan jaringan telekomunikasi bukan hanya menyangkut aspek teknis layanan, tetapi juga berkaitan dengan estetika kota, kenyamanan masyarakat hingga mendukung iklim investasi di Pekanbaru.

Penjabat Sekretaris Kota Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut mengatakan, kebutuhan masyarakat terhadap layanan telekomunikasi saat ini terus meningkat. Karena itu, pemerintah ingin memastikan layanan tetap berjalan optimal tanpa mengabaikan kerapian kota.

Baca Juga:  Pemko Pekanbaru Bakal Tanam Kabel Fiber Optik Biar Tak Semrawut Lagi

“Kami ingin menciptakan suasana kolaboratif. Kegiatan usaha berjalan, kebutuhan masyarakat terpenuhi, tetapi estetika kota dan kenyamanan pengguna jalan juga tetap terjaga,” ujar Ingot.

Ia menegaskan, penataan kabel tidak dilakukan secara sepihak ataupun represif. Pemko memilih membangun kerja sama dengan para pelaku usaha telekomunikasi agar proses penataan dapat berjalan lebih harmonis dan realistis diterapkan di lapangan.

Dalam rapat tersebut, salah satu pembahasan utama yakni rencana pengalihan kabel udara menuju jaringan bawah tanah. Langkah ini dinilai menjadi solusi jangka panjang guna menciptakan tata kota yang lebih rapi, aman dan nyaman dipandang.

Meski demikian, Ingot mengakui proses penerapan sistem kabel bawah tanah membutuhkan waktu, kesiapan teknis serta biaya yang cukup besar. Oleh sebab itu, pelaksanaannya akan dimulai secara bertahap di sejumlah titik prioritas.

Baca Juga:  NPC Pekanbaru Berharap Pemko Cairkan Bonus Atlet

“Harapan kami ke depan memang idealnya tidak ada lagi kabel di atas. Tetapi semua perlu tahapan. Kami mulai di beberapa lokasi terlebih dahulu, kemudian dilakukan bertahap,” jelasnya.

Saat ini Pemko Pekanbaru juga masih menyusun regulasi terkait perizinan jaringan telekomunikasi. Sejumlah perusahaan disebut telah mengajukan izin, namun aturan tersebut masih dalam tahap finalisasi agar nantinya dapat diterapkan secara maksimal.(ilo)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari