Minggu, 17 Mei 2026
- Advertisement -

Puluhan Warga Belanda Datangi Desa Koto Kombu, Napak Tilas Sejarah Keluarga

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) — Sebanyak 29 warga Belanda mendatangi Desa Koto Kombu, Kecamatan Hulu Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi, Sabtu (16/5/2026). Kedatangan mereka ternyata untuk menelusuri jejak sejarah keluarga yang pernah tinggal di daerah tersebut pada masa peralihan penjajahan Belanda ke Jepang.

Rombongan warga Belanda itu melakukan napak tilas sekaligus mengenang sejarah keluarga mereka yang dahulu pernah berada di wilayah Kuantan Singingi dan Provinsi Riau.

Ketua rombongan, Eric Sininghe mengatakan, kunjungan tersebut menjadi momen emosional bagi mereka karena dapat kembali melihat lokasi yang berkaitan dengan sejarah keluarganya.

“Kami mengunjungi daerah-daerah tempat keluarga kami dulu pernah dipekerjakan paksa oleh Jepang saat peralihan penjajahan dari Belanda ke Jepang. Sekarang kami sudah sampai di sini dan sangat terharu,” ujar Eric Sininghe.

Selama berada di Desa Koto Kombu, rombongan juga mengunjungi sejumlah peninggalan sejarah masa penjajahan. Salah satunya adalah sisa rel kereta api yang masih terlihat di beberapa titik desa tersebut.

Eric mengaku kagum karena masyarakat Koto Kombu masih menjaga peninggalan sejarah tersebut. Ia juga menilai warga setempat memiliki kepedulian tinggi terhadap sejarah.

Baca Juga:  Jadi Sponsor, MCG Sebut Gowes Ajang Menyehatkan Masyarakat

Ketika ditanya mengenai jalur pacu dengan nama Sang Ratu Helmina yang menjadi ikon desa, Eric mengaku pernah melihatnya di media sosial dan merasa takjub.

“Iya, kami pernah melihat di media sosial tentang pacu jalur. Kami heran sekaligus kagum karena ada nama ratu kami di perahu panjang di Indonesia. Meski tertulis Ratu Helmina, kami tahu maksudnya Ratu Wilhelmina. Mungkin penyebutannya disesuaikan di sini. Terima kasih masyarakat Koto Kombu, lain kali kami ingin datang lagi,” katanya.

Sementara itu, pemandu wisata rombongan, Osvian Putra menyebut para tamu asal Belanda tersebut sangat terkesan dengan keramahan masyarakat Desa Koto Kombu dan pelayanan pemerintah Kecamatan Hulu Kuantan.

Menurutnya, masyarakat terlihat akrab dan membaur dengan para tamu yang datang dari luar negeri tersebut.

Osvian juga berharap masyarakat dapat memanfaatkan kunjungan wisatawan asing sebagai peluang ekonomi, terutama karena Hulu Kuantan memiliki banyak objek wisata potensial.

Baca Juga:  Cabai Merah Makin Pedas: Harga di Pekanbaru Rp100 Ribu, Bengkalis Lebih Mahal

“Ini bisa dimanfaatkan masyarakat untuk berjualan baju kaos, miniatur jalur dan berbagai souvenir lainnya,” ujarnya.

Kedatangan rombongan warga Belanda itu disambut Sekcam Hulu Kuantan Eka Handayani, Pj Kepala Desa Koto Kombu Syafni Delita, Ketua BPD Rafius, Sekdes Rabdes Kurniawan, Kepala Desa Lubuk Ambacang Iid Siswandi, Ketua Lembaga Adat Nagori Hulu Kuantan serta Taslim Idrus.

Sekcam Hulu Kuantan Eka Handayani menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan tersebut. Menurutnya, kedatangan wisatawan mancanegara akan membawa dampak positif bagi daerah.

Hal senada juga disampaikan Pj Kepala Desa Koto Kombu, Syafni Delita. Ia menilai kunjungan warga Belanda itu memberi nilai tambah bagi desa dan menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat.

“Kami merasa terharu karena warga Belanda sengaja datang ke Desa Koto Kombu. Mereka juga terharu dengan adanya nama jalur Sang Ratu Helmina. Minimal nanti nama Desa Koto Kombu akan dikenal dan disebut-sebut di Belanda,” kata Syafni Delita.(dac)

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) — Sebanyak 29 warga Belanda mendatangi Desa Koto Kombu, Kecamatan Hulu Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi, Sabtu (16/5/2026). Kedatangan mereka ternyata untuk menelusuri jejak sejarah keluarga yang pernah tinggal di daerah tersebut pada masa peralihan penjajahan Belanda ke Jepang.

Rombongan warga Belanda itu melakukan napak tilas sekaligus mengenang sejarah keluarga mereka yang dahulu pernah berada di wilayah Kuantan Singingi dan Provinsi Riau.

Ketua rombongan, Eric Sininghe mengatakan, kunjungan tersebut menjadi momen emosional bagi mereka karena dapat kembali melihat lokasi yang berkaitan dengan sejarah keluarganya.

“Kami mengunjungi daerah-daerah tempat keluarga kami dulu pernah dipekerjakan paksa oleh Jepang saat peralihan penjajahan dari Belanda ke Jepang. Sekarang kami sudah sampai di sini dan sangat terharu,” ujar Eric Sininghe.

Selama berada di Desa Koto Kombu, rombongan juga mengunjungi sejumlah peninggalan sejarah masa penjajahan. Salah satunya adalah sisa rel kereta api yang masih terlihat di beberapa titik desa tersebut.

- Advertisement -

Eric mengaku kagum karena masyarakat Koto Kombu masih menjaga peninggalan sejarah tersebut. Ia juga menilai warga setempat memiliki kepedulian tinggi terhadap sejarah.

Baca Juga:  MPP Kuansing Diresmikan, Urus KTP hingga Izin Usaha Kini Lebih Praktis

Ketika ditanya mengenai jalur pacu dengan nama Sang Ratu Helmina yang menjadi ikon desa, Eric mengaku pernah melihatnya di media sosial dan merasa takjub.

- Advertisement -

“Iya, kami pernah melihat di media sosial tentang pacu jalur. Kami heran sekaligus kagum karena ada nama ratu kami di perahu panjang di Indonesia. Meski tertulis Ratu Helmina, kami tahu maksudnya Ratu Wilhelmina. Mungkin penyebutannya disesuaikan di sini. Terima kasih masyarakat Koto Kombu, lain kali kami ingin datang lagi,” katanya.

Sementara itu, pemandu wisata rombongan, Osvian Putra menyebut para tamu asal Belanda tersebut sangat terkesan dengan keramahan masyarakat Desa Koto Kombu dan pelayanan pemerintah Kecamatan Hulu Kuantan.

Menurutnya, masyarakat terlihat akrab dan membaur dengan para tamu yang datang dari luar negeri tersebut.

Osvian juga berharap masyarakat dapat memanfaatkan kunjungan wisatawan asing sebagai peluang ekonomi, terutama karena Hulu Kuantan memiliki banyak objek wisata potensial.

Baca Juga:  Belasan Pasien Terlantar di RSUD Bengkalis, Jadwal JKN Tak Sinkron

“Ini bisa dimanfaatkan masyarakat untuk berjualan baju kaos, miniatur jalur dan berbagai souvenir lainnya,” ujarnya.

Kedatangan rombongan warga Belanda itu disambut Sekcam Hulu Kuantan Eka Handayani, Pj Kepala Desa Koto Kombu Syafni Delita, Ketua BPD Rafius, Sekdes Rabdes Kurniawan, Kepala Desa Lubuk Ambacang Iid Siswandi, Ketua Lembaga Adat Nagori Hulu Kuantan serta Taslim Idrus.

Sekcam Hulu Kuantan Eka Handayani menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan tersebut. Menurutnya, kedatangan wisatawan mancanegara akan membawa dampak positif bagi daerah.

Hal senada juga disampaikan Pj Kepala Desa Koto Kombu, Syafni Delita. Ia menilai kunjungan warga Belanda itu memberi nilai tambah bagi desa dan menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat.

“Kami merasa terharu karena warga Belanda sengaja datang ke Desa Koto Kombu. Mereka juga terharu dengan adanya nama jalur Sang Ratu Helmina. Minimal nanti nama Desa Koto Kombu akan dikenal dan disebut-sebut di Belanda,” kata Syafni Delita.(dac)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) — Sebanyak 29 warga Belanda mendatangi Desa Koto Kombu, Kecamatan Hulu Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi, Sabtu (16/5/2026). Kedatangan mereka ternyata untuk menelusuri jejak sejarah keluarga yang pernah tinggal di daerah tersebut pada masa peralihan penjajahan Belanda ke Jepang.

Rombongan warga Belanda itu melakukan napak tilas sekaligus mengenang sejarah keluarga mereka yang dahulu pernah berada di wilayah Kuantan Singingi dan Provinsi Riau.

Ketua rombongan, Eric Sininghe mengatakan, kunjungan tersebut menjadi momen emosional bagi mereka karena dapat kembali melihat lokasi yang berkaitan dengan sejarah keluarganya.

“Kami mengunjungi daerah-daerah tempat keluarga kami dulu pernah dipekerjakan paksa oleh Jepang saat peralihan penjajahan dari Belanda ke Jepang. Sekarang kami sudah sampai di sini dan sangat terharu,” ujar Eric Sininghe.

Selama berada di Desa Koto Kombu, rombongan juga mengunjungi sejumlah peninggalan sejarah masa penjajahan. Salah satunya adalah sisa rel kereta api yang masih terlihat di beberapa titik desa tersebut.

Eric mengaku kagum karena masyarakat Koto Kombu masih menjaga peninggalan sejarah tersebut. Ia juga menilai warga setempat memiliki kepedulian tinggi terhadap sejarah.

Baca Juga:  Dua Pengedar Sabu Ditangkap Tim Mata Elang

Ketika ditanya mengenai jalur pacu dengan nama Sang Ratu Helmina yang menjadi ikon desa, Eric mengaku pernah melihatnya di media sosial dan merasa takjub.

“Iya, kami pernah melihat di media sosial tentang pacu jalur. Kami heran sekaligus kagum karena ada nama ratu kami di perahu panjang di Indonesia. Meski tertulis Ratu Helmina, kami tahu maksudnya Ratu Wilhelmina. Mungkin penyebutannya disesuaikan di sini. Terima kasih masyarakat Koto Kombu, lain kali kami ingin datang lagi,” katanya.

Sementara itu, pemandu wisata rombongan, Osvian Putra menyebut para tamu asal Belanda tersebut sangat terkesan dengan keramahan masyarakat Desa Koto Kombu dan pelayanan pemerintah Kecamatan Hulu Kuantan.

Menurutnya, masyarakat terlihat akrab dan membaur dengan para tamu yang datang dari luar negeri tersebut.

Osvian juga berharap masyarakat dapat memanfaatkan kunjungan wisatawan asing sebagai peluang ekonomi, terutama karena Hulu Kuantan memiliki banyak objek wisata potensial.

Baca Juga:  Energi Mega Persada Bangga Dukung Riau Pos Fun Bike 2026

“Ini bisa dimanfaatkan masyarakat untuk berjualan baju kaos, miniatur jalur dan berbagai souvenir lainnya,” ujarnya.

Kedatangan rombongan warga Belanda itu disambut Sekcam Hulu Kuantan Eka Handayani, Pj Kepala Desa Koto Kombu Syafni Delita, Ketua BPD Rafius, Sekdes Rabdes Kurniawan, Kepala Desa Lubuk Ambacang Iid Siswandi, Ketua Lembaga Adat Nagori Hulu Kuantan serta Taslim Idrus.

Sekcam Hulu Kuantan Eka Handayani menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan tersebut. Menurutnya, kedatangan wisatawan mancanegara akan membawa dampak positif bagi daerah.

Hal senada juga disampaikan Pj Kepala Desa Koto Kombu, Syafni Delita. Ia menilai kunjungan warga Belanda itu memberi nilai tambah bagi desa dan menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat.

“Kami merasa terharu karena warga Belanda sengaja datang ke Desa Koto Kombu. Mereka juga terharu dengan adanya nama jalur Sang Ratu Helmina. Minimal nanti nama Desa Koto Kombu akan dikenal dan disebut-sebut di Belanda,” kata Syafni Delita.(dac)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari