Kamis, 23 April 2026
- Advertisement -

Tumpukan Sampah Ganggu Warga Kuansing, Ini Penjelasan DLH

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) – Permasalahan sampah di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) menjadi sorotan setelah tumpukan sampah terlihat di sejumlah titik dan tidak kunjung diangkut selama berhari-hari. Kondisi ini memunculkan kesan kurang optimalnya pengelolaan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Sejumlah lokasi yang dipenuhi sampah antara lain di ruas jalan lingkar simpang Toserba Indrako menuju jalur dua, kawasan jalur dua dekat Universitas Islam Kuantan Singingi, hingga pasar modern Telukkuantan. Tidak hanya di ibu kota kabupaten, kondisi serupa juga terlihat di beberapa kecamatan, termasuk di Lubuk Jambi, Kecamatan Kuantan Mudik.

Tumpukan sampah yang meluber hingga ke badan jalan tersebut mengganggu pemandangan dan kenyamanan masyarakat. Kondisi ini pun mendapat perhatian dari Bupati Kuansing, Suhardiman Amby.

Baca Juga:  27 Calon Jemaah Haji Riau Tunda Berangkat 2026, Ini Penyebabnya

Ia menyatakan akan segera mengambil langkah perbaikan, termasuk menyiapkan peraturan bupati (Perbup) terkait pengelolaan sampah.

“Soal sampah ini akan segera kami tindaklanjuti dengan perubahan sistem pengelolaan,” ujarnya, Jumat (27/3).

Menurutnya, ke depan pengelolaan sampah akan lebih banyak diserahkan kepada pemerintah kecamatan agar penanganannya lebih cepat dan tidak bergantung sepenuhnya pada DLH.

“Nanti kecamatan yang mengelola sampah di wilayahnya masing-masing, sehingga tidak perlu menunggu DLH dan tidak ada lagi sampah yang menumpuk berhari-hari,” jelasnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala DLH Kuansing, Delis Martoni, mengatakan bahwa pihaknya tetap menjalankan rutinitas pengangkutan sampah. Namun, terdapat sejumlah kendala di lapangan.

Ia menyebutkan, keterbatasan armada seperti kendaraan yang rusak serta jumlah personel yang berkurang menjadi faktor utama terhambatnya pengangkutan sampah.

Baca Juga:  Siak Lakukan Efisiensi Besar, Tapi PPPK Tetap Dipertahankan

Selain itu, rendahnya kesadaran masyarakat dalam membuang sampah juga turut memperparah kondisi. Masih banyak warga yang membuang sampah di pinggir jalan, bukan di tempat yang telah disediakan.

“Padahal seharusnya sampah rumah tangga dibuang ke tempat sampah agar memudahkan petugas. Kalau tidak ada, bisa disediakan, tapi jangan dibuang sembarangan,” ujarnya.

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) – Permasalahan sampah di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) menjadi sorotan setelah tumpukan sampah terlihat di sejumlah titik dan tidak kunjung diangkut selama berhari-hari. Kondisi ini memunculkan kesan kurang optimalnya pengelolaan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Sejumlah lokasi yang dipenuhi sampah antara lain di ruas jalan lingkar simpang Toserba Indrako menuju jalur dua, kawasan jalur dua dekat Universitas Islam Kuantan Singingi, hingga pasar modern Telukkuantan. Tidak hanya di ibu kota kabupaten, kondisi serupa juga terlihat di beberapa kecamatan, termasuk di Lubuk Jambi, Kecamatan Kuantan Mudik.

Tumpukan sampah yang meluber hingga ke badan jalan tersebut mengganggu pemandangan dan kenyamanan masyarakat. Kondisi ini pun mendapat perhatian dari Bupati Kuansing, Suhardiman Amby.

Baca Juga:  Pacu Jalur Kian Mendunia, Konten Kreator Kanada Siap Hadir di Tepian Narosa

Ia menyatakan akan segera mengambil langkah perbaikan, termasuk menyiapkan peraturan bupati (Perbup) terkait pengelolaan sampah.

“Soal sampah ini akan segera kami tindaklanjuti dengan perubahan sistem pengelolaan,” ujarnya, Jumat (27/3).

- Advertisement -

Menurutnya, ke depan pengelolaan sampah akan lebih banyak diserahkan kepada pemerintah kecamatan agar penanganannya lebih cepat dan tidak bergantung sepenuhnya pada DLH.

“Nanti kecamatan yang mengelola sampah di wilayahnya masing-masing, sehingga tidak perlu menunggu DLH dan tidak ada lagi sampah yang menumpuk berhari-hari,” jelasnya.

- Advertisement -

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala DLH Kuansing, Delis Martoni, mengatakan bahwa pihaknya tetap menjalankan rutinitas pengangkutan sampah. Namun, terdapat sejumlah kendala di lapangan.

Ia menyebutkan, keterbatasan armada seperti kendaraan yang rusak serta jumlah personel yang berkurang menjadi faktor utama terhambatnya pengangkutan sampah.

Baca Juga:  Panggung Megah dan Ribuan Undangan Siap Meriahkan Pacu Jalur Kuansing 2025

Selain itu, rendahnya kesadaran masyarakat dalam membuang sampah juga turut memperparah kondisi. Masih banyak warga yang membuang sampah di pinggir jalan, bukan di tempat yang telah disediakan.

“Padahal seharusnya sampah rumah tangga dibuang ke tempat sampah agar memudahkan petugas. Kalau tidak ada, bisa disediakan, tapi jangan dibuang sembarangan,” ujarnya.

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) – Permasalahan sampah di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) menjadi sorotan setelah tumpukan sampah terlihat di sejumlah titik dan tidak kunjung diangkut selama berhari-hari. Kondisi ini memunculkan kesan kurang optimalnya pengelolaan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Sejumlah lokasi yang dipenuhi sampah antara lain di ruas jalan lingkar simpang Toserba Indrako menuju jalur dua, kawasan jalur dua dekat Universitas Islam Kuantan Singingi, hingga pasar modern Telukkuantan. Tidak hanya di ibu kota kabupaten, kondisi serupa juga terlihat di beberapa kecamatan, termasuk di Lubuk Jambi, Kecamatan Kuantan Mudik.

Tumpukan sampah yang meluber hingga ke badan jalan tersebut mengganggu pemandangan dan kenyamanan masyarakat. Kondisi ini pun mendapat perhatian dari Bupati Kuansing, Suhardiman Amby.

Baca Juga:  Suhardiman Amby Ingatkan 69 Kades soal Layanan kepada Masyarakat

Ia menyatakan akan segera mengambil langkah perbaikan, termasuk menyiapkan peraturan bupati (Perbup) terkait pengelolaan sampah.

“Soal sampah ini akan segera kami tindaklanjuti dengan perubahan sistem pengelolaan,” ujarnya, Jumat (27/3).

Menurutnya, ke depan pengelolaan sampah akan lebih banyak diserahkan kepada pemerintah kecamatan agar penanganannya lebih cepat dan tidak bergantung sepenuhnya pada DLH.

“Nanti kecamatan yang mengelola sampah di wilayahnya masing-masing, sehingga tidak perlu menunggu DLH dan tidak ada lagi sampah yang menumpuk berhari-hari,” jelasnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala DLH Kuansing, Delis Martoni, mengatakan bahwa pihaknya tetap menjalankan rutinitas pengangkutan sampah. Namun, terdapat sejumlah kendala di lapangan.

Ia menyebutkan, keterbatasan armada seperti kendaraan yang rusak serta jumlah personel yang berkurang menjadi faktor utama terhambatnya pengangkutan sampah.

Baca Juga:  Diterpa Angin Kencang, Pohon Timpa Rumah Warga

Selain itu, rendahnya kesadaran masyarakat dalam membuang sampah juga turut memperparah kondisi. Masih banyak warga yang membuang sampah di pinggir jalan, bukan di tempat yang telah disediakan.

“Padahal seharusnya sampah rumah tangga dibuang ke tempat sampah agar memudahkan petugas. Kalau tidak ada, bisa disediakan, tapi jangan dibuang sembarangan,” ujarnya.

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari