Rabu, 8 Juli 2026
- Advertisement -

Tragis! Perempuan 21 Tahun Tewas saat Bungee Jumping Diduga Karena Tali Belum Terpasang

BRAZIL (RIAUPOS.CO) – Seorang perempuan berusia 21 tahun dilaporkan meninggal dunia setelah terjatuh saat mengikuti aktivitas bungee jumping di Kota Limeira, Negara Bagian São Paulo, Brazil. Insiden tragis tersebut diduga terjadi akibat tali pengaman utama yang belum terpasang dengan benar sebelum korban melakukan lompatan.

Korban diketahui bernama Maria Eduarda Rodrigues de Freitas. Ia terjatuh dari ketinggian sekitar 40 meter di Ponte do Esqueleto atau Jembatan Kerangka, lokasi yang menjadi tempat berlangsungnya aktivitas olahraga ekstrem tersebut.

Berdasarkan laporan yang dikutip dari Gulf News, aparat kepolisian setempat langsung mengamankan enam orang yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Saat ini, penyelidikan kriminal telah dibuka untuk mengusut dugaan kelalaian yang menyebabkan korban kehilangan nyawa.

Baca Juga:  Perundingan Israel-Hamas Berlanjut di Kairo

Dari hasil keterangan saksi dan informasi yang dihimpun petugas penyelamat, Rodrigues de Freitas disebut telah dilepaskan dari platform lompatan sebelum sistem pengaman utama terpasang secara sempurna.

Petugas pemadam kebakaran bersama tim medis darurat tiba tidak lama setelah kejadian pada Sabtu pagi waktu setempat. Namun, korban mengalami luka berat di sejumlah bagian tubuh dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Beberapa saat sebelum melakukan lompatan, korban sempat mengunggah foto di akun Instagram pribadinya. Dalam unggahan tersebut terlihat dirinya mengenakan gelang pengaman dengan latar belakang jembatan tempat aktivitas berlangsung.

Menurut laporan Daily Mail, unggahan itu disertai tulisan bernada gurauan yang mempertanyakan siapa yang mengizinkannya mengikuti kegiatan ekstrem tersebut.

Baca Juga:  Hizbullah Tingkatkan Serangan ke Israel

Peristiwa ini kembali memunculkan perhatian terhadap standar keselamatan pada sejumlah destinasi wisata petualangan yang berkembang di Brazil.

Wali Kota Limeira, Murilo Félix, menyatakan akan membawa persoalan tersebut kepada otoritas federal. Ia juga meminta adanya kejelasan pertanggungjawaban terkait aspek keselamatan di lokasi kejadian.

Menurut Félix, kawasan yang berada di bawah pengelolaan pemerintah federal tersebut telah lama dikenal memiliki tingkat risiko yang tinggi. Namun hingga kini, langkah pengawasan dan pengamanan yang memadai dinilai belum diterapkan secara optimal.

Pemerintah Kota Limeira pun mendorong dilakukannya evaluasi menyeluruh terhadap prosedur keselamatan di lokasi wisata ekstrem tersebut guna mencegah insiden serupa terjadi kembali pada masa mendatang. (jpg)

BRAZIL (RIAUPOS.CO) – Seorang perempuan berusia 21 tahun dilaporkan meninggal dunia setelah terjatuh saat mengikuti aktivitas bungee jumping di Kota Limeira, Negara Bagian São Paulo, Brazil. Insiden tragis tersebut diduga terjadi akibat tali pengaman utama yang belum terpasang dengan benar sebelum korban melakukan lompatan.

Korban diketahui bernama Maria Eduarda Rodrigues de Freitas. Ia terjatuh dari ketinggian sekitar 40 meter di Ponte do Esqueleto atau Jembatan Kerangka, lokasi yang menjadi tempat berlangsungnya aktivitas olahraga ekstrem tersebut.

Berdasarkan laporan yang dikutip dari Gulf News, aparat kepolisian setempat langsung mengamankan enam orang yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Saat ini, penyelidikan kriminal telah dibuka untuk mengusut dugaan kelalaian yang menyebabkan korban kehilangan nyawa.

Baca Juga:  Mandi di Danau Raja Rengat, Pelajar SMP Tewas Tenggelam

Dari hasil keterangan saksi dan informasi yang dihimpun petugas penyelamat, Rodrigues de Freitas disebut telah dilepaskan dari platform lompatan sebelum sistem pengaman utama terpasang secara sempurna.

Petugas pemadam kebakaran bersama tim medis darurat tiba tidak lama setelah kejadian pada Sabtu pagi waktu setempat. Namun, korban mengalami luka berat di sejumlah bagian tubuh dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.

- Advertisement -

Beberapa saat sebelum melakukan lompatan, korban sempat mengunggah foto di akun Instagram pribadinya. Dalam unggahan tersebut terlihat dirinya mengenakan gelang pengaman dengan latar belakang jembatan tempat aktivitas berlangsung.

Menurut laporan Daily Mail, unggahan itu disertai tulisan bernada gurauan yang mempertanyakan siapa yang mengizinkannya mengikuti kegiatan ekstrem tersebut.

- Advertisement -
Baca Juga:  Politisi Malaysia Diteror Video Porno AI, Diminta Tebusan Rp1,8 Miliar

Peristiwa ini kembali memunculkan perhatian terhadap standar keselamatan pada sejumlah destinasi wisata petualangan yang berkembang di Brazil.

Wali Kota Limeira, Murilo Félix, menyatakan akan membawa persoalan tersebut kepada otoritas federal. Ia juga meminta adanya kejelasan pertanggungjawaban terkait aspek keselamatan di lokasi kejadian.

Menurut Félix, kawasan yang berada di bawah pengelolaan pemerintah federal tersebut telah lama dikenal memiliki tingkat risiko yang tinggi. Namun hingga kini, langkah pengawasan dan pengamanan yang memadai dinilai belum diterapkan secara optimal.

Pemerintah Kota Limeira pun mendorong dilakukannya evaluasi menyeluruh terhadap prosedur keselamatan di lokasi wisata ekstrem tersebut guna mencegah insiden serupa terjadi kembali pada masa mendatang. (jpg)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

BRAZIL (RIAUPOS.CO) – Seorang perempuan berusia 21 tahun dilaporkan meninggal dunia setelah terjatuh saat mengikuti aktivitas bungee jumping di Kota Limeira, Negara Bagian São Paulo, Brazil. Insiden tragis tersebut diduga terjadi akibat tali pengaman utama yang belum terpasang dengan benar sebelum korban melakukan lompatan.

Korban diketahui bernama Maria Eduarda Rodrigues de Freitas. Ia terjatuh dari ketinggian sekitar 40 meter di Ponte do Esqueleto atau Jembatan Kerangka, lokasi yang menjadi tempat berlangsungnya aktivitas olahraga ekstrem tersebut.

Berdasarkan laporan yang dikutip dari Gulf News, aparat kepolisian setempat langsung mengamankan enam orang yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Saat ini, penyelidikan kriminal telah dibuka untuk mengusut dugaan kelalaian yang menyebabkan korban kehilangan nyawa.

Baca Juga:  Perundingan Israel-Hamas Berlanjut di Kairo

Dari hasil keterangan saksi dan informasi yang dihimpun petugas penyelamat, Rodrigues de Freitas disebut telah dilepaskan dari platform lompatan sebelum sistem pengaman utama terpasang secara sempurna.

Petugas pemadam kebakaran bersama tim medis darurat tiba tidak lama setelah kejadian pada Sabtu pagi waktu setempat. Namun, korban mengalami luka berat di sejumlah bagian tubuh dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Beberapa saat sebelum melakukan lompatan, korban sempat mengunggah foto di akun Instagram pribadinya. Dalam unggahan tersebut terlihat dirinya mengenakan gelang pengaman dengan latar belakang jembatan tempat aktivitas berlangsung.

Menurut laporan Daily Mail, unggahan itu disertai tulisan bernada gurauan yang mempertanyakan siapa yang mengizinkannya mengikuti kegiatan ekstrem tersebut.

Baca Juga:  PM Palestina Mundur

Peristiwa ini kembali memunculkan perhatian terhadap standar keselamatan pada sejumlah destinasi wisata petualangan yang berkembang di Brazil.

Wali Kota Limeira, Murilo Félix, menyatakan akan membawa persoalan tersebut kepada otoritas federal. Ia juga meminta adanya kejelasan pertanggungjawaban terkait aspek keselamatan di lokasi kejadian.

Menurut Félix, kawasan yang berada di bawah pengelolaan pemerintah federal tersebut telah lama dikenal memiliki tingkat risiko yang tinggi. Namun hingga kini, langkah pengawasan dan pengamanan yang memadai dinilai belum diterapkan secara optimal.

Pemerintah Kota Limeira pun mendorong dilakukannya evaluasi menyeluruh terhadap prosedur keselamatan di lokasi wisata ekstrem tersebut guna mencegah insiden serupa terjadi kembali pada masa mendatang. (jpg)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari