Kamis, 11 Juni 2026
- Advertisement -

Bayi Gajah Sumatera Lahir di Tesso Nilo, Kondisinya Sehat dan Aktif Menyusu

UKUI (RIAUPOS.CO) – Kabar menggembirakan datang dari kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Kabupaten Pelalawan. Seekor anak gajah betina berhasil lahir dari induknya bernama Ria pada Rabu (10/6/2026) dini hari sekitar pukul 04.00 WIB. Kelahiran ini menjadi tambahan penting bagi upaya pelestarian Gajah Sumatera di Provinsi Riau.

Anak gajah dari spesies Gajah Sumatera tersebut kini berada dalam pengawasan intensif selama 24 jam oleh tim Balai TNTN. Pemantauan akan dilakukan secara khusus dalam 10 hari pertama pascakelahiran untuk memastikan kondisi induk dan anak tetap sehat.

Kepala Balai Taman Nasional Tesso Nilo, Heru Sutmantoro, mengatakan kondisi bayi gajah maupun induknya saat ini sangat baik. Tim dokter hewan dari BKSDA Riau juga terus melakukan pemeriksaan kesehatan serta memastikan kebutuhan nutrisi keduanya terpenuhi.

“Pasca kelahiran, kondisi anak gajah sangat sehat. Begitu juga induknya, Ria, yang dalam keadaan baik. Tim dokter hewan terus memantau kesehatan dan memberikan asupan bergizi untuk mendukung pertumbuhan bayi gajah tersebut,” ujarnya, Rabu (10/6/2026).

Dari hasil pemeriksaan medis, bayi gajah yang belum diberi nama itu memiliki tinggi badan 93 sentimeter, panjang tubuh 104 sentimeter, lingkar dada 112 sentimeter, suhu tubuh 37,8 derajat Celsius, serta detak jantung yang berada dalam kondisi normal.

Baca Juga:  Operasional KMP Tirus Normal Lagi, Rute Insit-Mengkapan Kembali Dibuka

Heru menjelaskan, anak gajah tersebut pertama kali ditemukan oleh mahout atau pawang gajah bernama Erwin Daulay sekitar pukul 07.30 WIB. Saat itu, Erwin hendak memindahkan Ria dari lokasi ikatan menuju area penggembalaan.

Ketika tiba di lokasi, mahout mendapati Ria sudah bersama seekor bayi gajah yang baru lahir lengkap dengan ari-arinya. Berdasarkan kondisi di lapangan, tim memperkirakan proses kelahiran terjadi sekitar waktu subuh.

Temuan tersebut kemudian segera dilaporkan kepada petugas resort dan tim medis TNTN. Tim dokter hewan yang dipimpin drh Teguh Iman Notonegoro langsung melakukan pemeriksaan terhadap induk dan anak gajah.

Hasil pemeriksaan menunjukkan bayi gajah betina tersebut berada dalam kondisi prima. Selain aktif bergerak, tidak ditemukan kelainan fisik dan bayi gajah juga sudah mampu menyusu secara normal kepada induknya.

“Tim dokter hewan menyatakan kondisi bayi gajah sangat baik dan sehat. Saat ini induk dan anak terus dipantau secara intensif oleh tim mahout dan dokter hewan untuk memastikan proses pemulihan pascamelahirkan berjalan optimal,” kata Heru.

Ria sendiri tercatat bukan kali pertama melahirkan di Camp Elephants Flying Squad. Sebelumnya, gajah betina berusia 55 tahun itu telah melahirkan empat anak gajah yang diberi nama Tesso, Tino, Harmoni, dan Domang. Seluruhnya lahir melalui proses perkembangbiakan alami dengan gajah liar yang hidup di kawasan TNTN.

Baca Juga:  SDN 013 Pangkalankerinci Kekurangan Kelas, Murid Terpaksa Belajar Tiga Shift

Menurut Heru, keberhasilan kelahiran ini semakin menegaskan pentingnya peran kawasan Tesso Nilo sebagai habitat utama bagi Gajah Sumatera. Dalam kurun waktu delapan tahun terakhir, Camp Elephants Flying Squad telah mencatat empat kelahiran anak gajah dari dua induk gajah jinak, yakni Lisa dan Ria.

“Kelahiran ini semakin memperkuat fakta bahwa hutan Taman Nasional Tesso Nilo merupakan habitat penting yang berkontribusi besar terhadap upaya peningkatan populasi Gajah Sumatera,” ungkapnya.

Dengan lahirnya bayi gajah terbaru tersebut, jumlah gajah di Camp Elephants Flying Squad kini menjadi delapan ekor yang terdiri dari tiga gajah dewasa, dua gajah remaja, dan tiga anak gajah.

Heru berharap momen kelahiran ini dapat menjadi penyemangat bagi seluruh pihak untuk terus menjaga kelestarian satwa yang dilindungi tersebut.

“Kami berharap momentum bahagia ini semakin meningkatkan optimisme dan semangat dalam mewujudkan Taman Nasional Tesso Nilo sebagai pusat konservasi sekaligus benteng terakhir pelestarian Gajah Sumatera di Riau,” tutupnya.(amn)

UKUI (RIAUPOS.CO) – Kabar menggembirakan datang dari kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Kabupaten Pelalawan. Seekor anak gajah betina berhasil lahir dari induknya bernama Ria pada Rabu (10/6/2026) dini hari sekitar pukul 04.00 WIB. Kelahiran ini menjadi tambahan penting bagi upaya pelestarian Gajah Sumatera di Provinsi Riau.

Anak gajah dari spesies Gajah Sumatera tersebut kini berada dalam pengawasan intensif selama 24 jam oleh tim Balai TNTN. Pemantauan akan dilakukan secara khusus dalam 10 hari pertama pascakelahiran untuk memastikan kondisi induk dan anak tetap sehat.

Kepala Balai Taman Nasional Tesso Nilo, Heru Sutmantoro, mengatakan kondisi bayi gajah maupun induknya saat ini sangat baik. Tim dokter hewan dari BKSDA Riau juga terus melakukan pemeriksaan kesehatan serta memastikan kebutuhan nutrisi keduanya terpenuhi.

“Pasca kelahiran, kondisi anak gajah sangat sehat. Begitu juga induknya, Ria, yang dalam keadaan baik. Tim dokter hewan terus memantau kesehatan dan memberikan asupan bergizi untuk mendukung pertumbuhan bayi gajah tersebut,” ujarnya, Rabu (10/6/2026).

Dari hasil pemeriksaan medis, bayi gajah yang belum diberi nama itu memiliki tinggi badan 93 sentimeter, panjang tubuh 104 sentimeter, lingkar dada 112 sentimeter, suhu tubuh 37,8 derajat Celsius, serta detak jantung yang berada dalam kondisi normal.

- Advertisement -
Baca Juga:  Ramadan, Tempat Maksiat Wajib Tutup

Heru menjelaskan, anak gajah tersebut pertama kali ditemukan oleh mahout atau pawang gajah bernama Erwin Daulay sekitar pukul 07.30 WIB. Saat itu, Erwin hendak memindahkan Ria dari lokasi ikatan menuju area penggembalaan.

Ketika tiba di lokasi, mahout mendapati Ria sudah bersama seekor bayi gajah yang baru lahir lengkap dengan ari-arinya. Berdasarkan kondisi di lapangan, tim memperkirakan proses kelahiran terjadi sekitar waktu subuh.

- Advertisement -

Temuan tersebut kemudian segera dilaporkan kepada petugas resort dan tim medis TNTN. Tim dokter hewan yang dipimpin drh Teguh Iman Notonegoro langsung melakukan pemeriksaan terhadap induk dan anak gajah.

Hasil pemeriksaan menunjukkan bayi gajah betina tersebut berada dalam kondisi prima. Selain aktif bergerak, tidak ditemukan kelainan fisik dan bayi gajah juga sudah mampu menyusu secara normal kepada induknya.

“Tim dokter hewan menyatakan kondisi bayi gajah sangat baik dan sehat. Saat ini induk dan anak terus dipantau secara intensif oleh tim mahout dan dokter hewan untuk memastikan proses pemulihan pascamelahirkan berjalan optimal,” kata Heru.

Ria sendiri tercatat bukan kali pertama melahirkan di Camp Elephants Flying Squad. Sebelumnya, gajah betina berusia 55 tahun itu telah melahirkan empat anak gajah yang diberi nama Tesso, Tino, Harmoni, dan Domang. Seluruhnya lahir melalui proses perkembangbiakan alami dengan gajah liar yang hidup di kawasan TNTN.

Baca Juga:  Narkoba, Rokok Ilegal dan Ilog Prioritas Pemberantasan

Menurut Heru, keberhasilan kelahiran ini semakin menegaskan pentingnya peran kawasan Tesso Nilo sebagai habitat utama bagi Gajah Sumatera. Dalam kurun waktu delapan tahun terakhir, Camp Elephants Flying Squad telah mencatat empat kelahiran anak gajah dari dua induk gajah jinak, yakni Lisa dan Ria.

“Kelahiran ini semakin memperkuat fakta bahwa hutan Taman Nasional Tesso Nilo merupakan habitat penting yang berkontribusi besar terhadap upaya peningkatan populasi Gajah Sumatera,” ungkapnya.

Dengan lahirnya bayi gajah terbaru tersebut, jumlah gajah di Camp Elephants Flying Squad kini menjadi delapan ekor yang terdiri dari tiga gajah dewasa, dua gajah remaja, dan tiga anak gajah.

Heru berharap momen kelahiran ini dapat menjadi penyemangat bagi seluruh pihak untuk terus menjaga kelestarian satwa yang dilindungi tersebut.

“Kami berharap momentum bahagia ini semakin meningkatkan optimisme dan semangat dalam mewujudkan Taman Nasional Tesso Nilo sebagai pusat konservasi sekaligus benteng terakhir pelestarian Gajah Sumatera di Riau,” tutupnya.(amn)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

UKUI (RIAUPOS.CO) – Kabar menggembirakan datang dari kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Kabupaten Pelalawan. Seekor anak gajah betina berhasil lahir dari induknya bernama Ria pada Rabu (10/6/2026) dini hari sekitar pukul 04.00 WIB. Kelahiran ini menjadi tambahan penting bagi upaya pelestarian Gajah Sumatera di Provinsi Riau.

Anak gajah dari spesies Gajah Sumatera tersebut kini berada dalam pengawasan intensif selama 24 jam oleh tim Balai TNTN. Pemantauan akan dilakukan secara khusus dalam 10 hari pertama pascakelahiran untuk memastikan kondisi induk dan anak tetap sehat.

Kepala Balai Taman Nasional Tesso Nilo, Heru Sutmantoro, mengatakan kondisi bayi gajah maupun induknya saat ini sangat baik. Tim dokter hewan dari BKSDA Riau juga terus melakukan pemeriksaan kesehatan serta memastikan kebutuhan nutrisi keduanya terpenuhi.

“Pasca kelahiran, kondisi anak gajah sangat sehat. Begitu juga induknya, Ria, yang dalam keadaan baik. Tim dokter hewan terus memantau kesehatan dan memberikan asupan bergizi untuk mendukung pertumbuhan bayi gajah tersebut,” ujarnya, Rabu (10/6/2026).

Dari hasil pemeriksaan medis, bayi gajah yang belum diberi nama itu memiliki tinggi badan 93 sentimeter, panjang tubuh 104 sentimeter, lingkar dada 112 sentimeter, suhu tubuh 37,8 derajat Celsius, serta detak jantung yang berada dalam kondisi normal.

Baca Juga:  Penanganan Karhutla Perlu Komitmen Semua Pihak

Heru menjelaskan, anak gajah tersebut pertama kali ditemukan oleh mahout atau pawang gajah bernama Erwin Daulay sekitar pukul 07.30 WIB. Saat itu, Erwin hendak memindahkan Ria dari lokasi ikatan menuju area penggembalaan.

Ketika tiba di lokasi, mahout mendapati Ria sudah bersama seekor bayi gajah yang baru lahir lengkap dengan ari-arinya. Berdasarkan kondisi di lapangan, tim memperkirakan proses kelahiran terjadi sekitar waktu subuh.

Temuan tersebut kemudian segera dilaporkan kepada petugas resort dan tim medis TNTN. Tim dokter hewan yang dipimpin drh Teguh Iman Notonegoro langsung melakukan pemeriksaan terhadap induk dan anak gajah.

Hasil pemeriksaan menunjukkan bayi gajah betina tersebut berada dalam kondisi prima. Selain aktif bergerak, tidak ditemukan kelainan fisik dan bayi gajah juga sudah mampu menyusu secara normal kepada induknya.

“Tim dokter hewan menyatakan kondisi bayi gajah sangat baik dan sehat. Saat ini induk dan anak terus dipantau secara intensif oleh tim mahout dan dokter hewan untuk memastikan proses pemulihan pascamelahirkan berjalan optimal,” kata Heru.

Ria sendiri tercatat bukan kali pertama melahirkan di Camp Elephants Flying Squad. Sebelumnya, gajah betina berusia 55 tahun itu telah melahirkan empat anak gajah yang diberi nama Tesso, Tino, Harmoni, dan Domang. Seluruhnya lahir melalui proses perkembangbiakan alami dengan gajah liar yang hidup di kawasan TNTN.

Baca Juga:  Kasus Penembakan Gajah di Pelalawan Jadi Atensi Khusus Kapolda Riau

Menurut Heru, keberhasilan kelahiran ini semakin menegaskan pentingnya peran kawasan Tesso Nilo sebagai habitat utama bagi Gajah Sumatera. Dalam kurun waktu delapan tahun terakhir, Camp Elephants Flying Squad telah mencatat empat kelahiran anak gajah dari dua induk gajah jinak, yakni Lisa dan Ria.

“Kelahiran ini semakin memperkuat fakta bahwa hutan Taman Nasional Tesso Nilo merupakan habitat penting yang berkontribusi besar terhadap upaya peningkatan populasi Gajah Sumatera,” ungkapnya.

Dengan lahirnya bayi gajah terbaru tersebut, jumlah gajah di Camp Elephants Flying Squad kini menjadi delapan ekor yang terdiri dari tiga gajah dewasa, dua gajah remaja, dan tiga anak gajah.

Heru berharap momen kelahiran ini dapat menjadi penyemangat bagi seluruh pihak untuk terus menjaga kelestarian satwa yang dilindungi tersebut.

“Kami berharap momentum bahagia ini semakin meningkatkan optimisme dan semangat dalam mewujudkan Taman Nasional Tesso Nilo sebagai pusat konservasi sekaligus benteng terakhir pelestarian Gajah Sumatera di Riau,” tutupnya.(amn)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari