BENGKALIS (RIAUPOS.CO) – Kondisi Pasar Terubuk Bengkalis dinilai memprihatinkan. Dari pantauan di lapangan, mulai dari gerbang masuk dan keluar hingga jalan berpaving blok banyak yang rusak dan terangkat, sehingga menyulitkan masyarakat yang berbelanja di pasar tersebut.
Kerusakan tidak hanya terlihat di bagian luar. Pada bangunan lantai satu, banyak kios yang tidak lagi dihuni pedagang. Sejumlah pedagang justru memilih berjualan di lorong depan agar lebih mudah dijangkau pembeli.
Lapak-lapak pedagang yang sebelumnya telah diratakan pada tahun lalu juga belum ditempati. Di area penjualan ikan segar, kondisi bangunan tak kalah memprihatinkan. Atap banyak yang rusak dan jalan di sekitar lapak kerap digenangi air.
Sementara itu, bangunan lantai dua sudah lama tidak dimanfaatkan. Kondisi ini terjadi sejak pasar lama di pinggir laut, Jalan Yos Sudarso, dipindahkan ke Pasar Terubuk Bengkalis.
“Bagian atas lantai dua sudah lama tak dimanfaatkan karena tidak ada pedagang yang mau berjualan di sana,” ujar Andi, salah seorang pedagang, Senin (23/2).
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagprin) Bengkalis, Zulpan, mengatakan bangunan Pasar Terubuk memang menjadi perhatian pihaknya. Namun, keterbatasan anggaran membuat perbaikan belum dapat dilakukan dalam waktu dekat.
Menurutnya, ke depan pemerintah daerah akan berupaya memenuhi sarana dan prasarana pasar secara bertahap agar aktivitas perdagangan dapat berjalan lebih nyaman.(ksm)

