PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Sebanyak 45 jemaah haji asal Provinsi Riau yang sebelumnya mengalami penundaan keberangkatan akhirnya diberangkatkan ke Tanah Suci pada Rabu (29/4/2026). Keberangkatan dilakukan dengan menggabungkan mereka ke dalam Kloter 7 BTH.
Sebelumnya, para jemaah tersebut tergabung dalam Kloter 6 BTH dan dijadwalkan berangkat pada Selasa (28/4/2026). Namun, karena adanya kendala, keberangkatan mereka sempat tertunda.
Kepala Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, H Defizon SKom MSi, memastikan bahwa seluruh jemaah yang terdampak penundaan kini telah diberangkatkan.
“Jemaah Kloter 6 yang dimutasi ke Kloter 7 sudah diberangkatkan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa langkah mutasi kloter dilakukan sebagai solusi agar jemaah tidak perlu menunggu terlalu lama untuk berangkat ke Tanah Suci.
“Penyesuaian kloter ini kami lakukan agar jemaah tetap bisa berangkat secepatnya dan tidak mengganggu jadwal ibadah mereka,” jelas Defizon.
Selain itu, pihaknya juga terus memantau kondisi jemaah yang belum bisa diberangkatkan, khususnya mereka yang tengah menjalani perawatan kesehatan.
“Kami terus berkoordinasi dengan tim medis, baik untuk jemaah yang dirawat di Batam maupun yang sakit di daerah, agar mereka dapat segera pulih dan diberangkatkan pada kloter berikutnya,” tambahnya.
Hingga 29 April 2026, total jemaah haji asal Riau yang telah diberangkatkan mencapai 2.208 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 2.175 jemaah haji, 10 Petugas Haji Daerah (PHD), 3 pembimbing KBIHU, serta 20 petugas kloter.
Sementara itu, masih terdapat sejumlah jemaah yang belum dapat berangkat. Tercatat 7 orang masih menjalani perawatan di Batam, 5 orang pendamping turut menunggu, serta 4 jemaah lainnya dalam kondisi sakit di daerah masing-masing.

