Minggu, 24 Mei 2026
- Advertisement -

Tak Hujan Tapi Banjir, Jalan Pelita Pekanbaru Bikin Warga Resah

PEKANBARU (RIAUPOS.CO)Permasalahan drainase kembali menjadi keluhan warga di Kota Pekanbaru, kali ini terjadi di Jalan Pelita, Kelurahan Sidomulyo Barat, Kecamatan Binawidya, yang kerap tergenang air meski tidak diguyur hujan.

Kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama dan dinilai menghambat aktivitas masyarakat. Jalan itu menjadi akses penting bagi warga, terutama untuk menuju sekolah dan tempat kerja.

Berdasarkan pantauan, Sabtu (25/4), genangan air masih terlihat menutup sebagian badan jalan. Lubang yang cukup dalam di sepanjang ruas jalan tertutup air, sehingga berisiko membahayakan pengendara dan warga yang melintas di jalur alternatif tersebut.

Salah seorang warga setempat, Dinda Alia Fahira, mengatakan genangan air bahkan bisa mencapai setinggi mata kaki dan membentang hingga lebih dari 10 meter. Ia menyebut kondisi ini dipicu oleh drainase yang tidak berfungsi optimal akibat tersumbat.

Baca Juga:  Kecelakaan di Payung Sekaki, Mobil Double Cabin dan Bus Medan Jaya Saling Hantam

“Meskipun sudah dua hari tidak hujan, air di jalan itu tetap tidak surut. Selokannya selalu penuh, kemungkinan tersumbat total,” ujarnya.(ayi)

Keluhan serupa disampaikan Khairy, pengendara sepeda motor yang kerap melintas di lokasi tersebut. Ia menilai genangan tidak hanya mengganggu lalu lintas, tetapi juga berdampak pada lingkungan sekitar.

Air yang menggenang tampak berwarna kehitaman dan mengeluarkan bau tidak sedap seperti selokan. Kondisi ini paling dirasakan oleh warga yang tinggal di bagian depan jalan. Selain itu, permukaan jalan yang licin juga meningkatkan risiko kecelakaan.

“Beberapa bulan lalu ada warga yang terjatuh karena jalan licin. Kalau mobil lewat cepat, air kotor itu juga menyiprat ke pengguna jalan, termasuk saya saat berangkat ke kampus,” katanya.

Baca Juga:  Enam Sanggahan Diterima, 4.447 Berkas Seleksi CPNS MS

Menurutnya, upaya gotong royong warga untuk membersihkan saluran drainase memang kerap dilakukan, namun hanya memberikan dampak sementara. Genangan air kembali muncul dalam waktu singkat. Ia menduga permasalahan konstruksi drainase atau limbah dari pembangunan perumahan di sekitar turut memperparah kondisi tersebut.

Warga berharap Pemerintah Kota Pekanbaru melalui instansi terkait segera turun langsung ke lokasi untuk mencari solusi permanen.

“Pemerintah harus melihat langsung kondisi di Jalan Pelita ini. Perlu ditentukan apakah drainasenya harus diperbaiki atau dikeruk menggunakan alat berat. Kami butuh penanganan yang benar-benar tuntas,” harapnya.

PEKANBARU (RIAUPOS.CO)Permasalahan drainase kembali menjadi keluhan warga di Kota Pekanbaru, kali ini terjadi di Jalan Pelita, Kelurahan Sidomulyo Barat, Kecamatan Binawidya, yang kerap tergenang air meski tidak diguyur hujan.

Kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama dan dinilai menghambat aktivitas masyarakat. Jalan itu menjadi akses penting bagi warga, terutama untuk menuju sekolah dan tempat kerja.

Berdasarkan pantauan, Sabtu (25/4), genangan air masih terlihat menutup sebagian badan jalan. Lubang yang cukup dalam di sepanjang ruas jalan tertutup air, sehingga berisiko membahayakan pengendara dan warga yang melintas di jalur alternatif tersebut.

Salah seorang warga setempat, Dinda Alia Fahira, mengatakan genangan air bahkan bisa mencapai setinggi mata kaki dan membentang hingga lebih dari 10 meter. Ia menyebut kondisi ini dipicu oleh drainase yang tidak berfungsi optimal akibat tersumbat.

Baca Juga:  Hujan Deras dan Pasang Keling, Ratusan Rumah di Bengkalis Terendam Banjir

“Meskipun sudah dua hari tidak hujan, air di jalan itu tetap tidak surut. Selokannya selalu penuh, kemungkinan tersumbat total,” ujarnya.(ayi)

- Advertisement -

Keluhan serupa disampaikan Khairy, pengendara sepeda motor yang kerap melintas di lokasi tersebut. Ia menilai genangan tidak hanya mengganggu lalu lintas, tetapi juga berdampak pada lingkungan sekitar.

Air yang menggenang tampak berwarna kehitaman dan mengeluarkan bau tidak sedap seperti selokan. Kondisi ini paling dirasakan oleh warga yang tinggal di bagian depan jalan. Selain itu, permukaan jalan yang licin juga meningkatkan risiko kecelakaan.

- Advertisement -

“Beberapa bulan lalu ada warga yang terjatuh karena jalan licin. Kalau mobil lewat cepat, air kotor itu juga menyiprat ke pengguna jalan, termasuk saya saat berangkat ke kampus,” katanya.

Baca Juga:  2.892 Pelamar Mulai Ikuti Ujian SKD

Menurutnya, upaya gotong royong warga untuk membersihkan saluran drainase memang kerap dilakukan, namun hanya memberikan dampak sementara. Genangan air kembali muncul dalam waktu singkat. Ia menduga permasalahan konstruksi drainase atau limbah dari pembangunan perumahan di sekitar turut memperparah kondisi tersebut.

Warga berharap Pemerintah Kota Pekanbaru melalui instansi terkait segera turun langsung ke lokasi untuk mencari solusi permanen.

“Pemerintah harus melihat langsung kondisi di Jalan Pelita ini. Perlu ditentukan apakah drainasenya harus diperbaiki atau dikeruk menggunakan alat berat. Kami butuh penanganan yang benar-benar tuntas,” harapnya.

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO)Permasalahan drainase kembali menjadi keluhan warga di Kota Pekanbaru, kali ini terjadi di Jalan Pelita, Kelurahan Sidomulyo Barat, Kecamatan Binawidya, yang kerap tergenang air meski tidak diguyur hujan.

Kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama dan dinilai menghambat aktivitas masyarakat. Jalan itu menjadi akses penting bagi warga, terutama untuk menuju sekolah dan tempat kerja.

Berdasarkan pantauan, Sabtu (25/4), genangan air masih terlihat menutup sebagian badan jalan. Lubang yang cukup dalam di sepanjang ruas jalan tertutup air, sehingga berisiko membahayakan pengendara dan warga yang melintas di jalur alternatif tersebut.

Salah seorang warga setempat, Dinda Alia Fahira, mengatakan genangan air bahkan bisa mencapai setinggi mata kaki dan membentang hingga lebih dari 10 meter. Ia menyebut kondisi ini dipicu oleh drainase yang tidak berfungsi optimal akibat tersumbat.

Baca Juga:  Banjir vs Sampah

“Meskipun sudah dua hari tidak hujan, air di jalan itu tetap tidak surut. Selokannya selalu penuh, kemungkinan tersumbat total,” ujarnya.(ayi)

Keluhan serupa disampaikan Khairy, pengendara sepeda motor yang kerap melintas di lokasi tersebut. Ia menilai genangan tidak hanya mengganggu lalu lintas, tetapi juga berdampak pada lingkungan sekitar.

Air yang menggenang tampak berwarna kehitaman dan mengeluarkan bau tidak sedap seperti selokan. Kondisi ini paling dirasakan oleh warga yang tinggal di bagian depan jalan. Selain itu, permukaan jalan yang licin juga meningkatkan risiko kecelakaan.

“Beberapa bulan lalu ada warga yang terjatuh karena jalan licin. Kalau mobil lewat cepat, air kotor itu juga menyiprat ke pengguna jalan, termasuk saya saat berangkat ke kampus,” katanya.

Baca Juga:  Polisi Tangkap Dua Pelaku Pengeroyokan Remaja yang Dituduh Maling di Bukit Raya

Menurutnya, upaya gotong royong warga untuk membersihkan saluran drainase memang kerap dilakukan, namun hanya memberikan dampak sementara. Genangan air kembali muncul dalam waktu singkat. Ia menduga permasalahan konstruksi drainase atau limbah dari pembangunan perumahan di sekitar turut memperparah kondisi tersebut.

Warga berharap Pemerintah Kota Pekanbaru melalui instansi terkait segera turun langsung ke lokasi untuk mencari solusi permanen.

“Pemerintah harus melihat langsung kondisi di Jalan Pelita ini. Perlu ditentukan apakah drainasenya harus diperbaiki atau dikeruk menggunakan alat berat. Kami butuh penanganan yang benar-benar tuntas,” harapnya.

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari