Senin, 5 Oktober 2026
- Advertisement -

Tabrakan KRL dan Argo Bromo, 15 Tewas, Korban Terjebak 9 Jam di Gerbong

BEKASI (RIAUPOS.CO) – Kecelakaan antara Kereta Rel Listrik (KRL) dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur menimbulkan korban jiwa dan luka, dengan sejumlah penumpang bahkan terjebak berjam-jam di dalam gerbong yang ringsek.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (27/4) malam sekitar pukul 20.55 WIB ketika KRL yang tengah berhenti ditabrak dari belakang oleh kereta jarak jauh.

Salah satu korban selamat, Endang Kuswati, harus bertahan selama sekitar sembilan jam di dalam gerbong khusus perempuan sebelum akhirnya berhasil dievakuasi pada Selasa pagi sekitar pukul 06.00 WIB.

Menurut keterangan keluarga, korban ditemukan dalam kondisi terjepit dan mengalami pembengkakan pada kaki dan tangan.

Ia menjadi bagian dari puluhan korban luka dalam insiden tersebut, sementara jumlah korban meninggal dunia tercatat mencapai 15 orang.

Baca Juga:  Melerai Perkelahian, Emak-Emak Ditikam hingga Tewas

KRL yang melayani rute Kampung Bandan–Cikarang itu diketahui ditabrak KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Pasar Turi saat berhenti di jalur.

Benturan keras membuat bagian depan kereta jarak jauh masuk ke gerbong belakang KRL, menyebabkan kerusakan parah dan penumpang terhimpit di dalamnya.

Sejumlah saksi mata menggambarkan situasi penuh kepanikan setelah kejadian, dengan penumpang berusaha menyelamatkan diri dan membantu korban lain dari gerbong yang rusak.

Beberapa penumpang selamat mengaku bahwa tabrakan terjadi secara tiba-tiba tanpa sempat diantisipasi.

Data sementara menyebutkan seluruh korban meninggal berasal dari penumpang KRL, sedangkan seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.

Pihak kepolisian menyebut kecepatan kereta yang menabrak mencapai lebih dari 100 kilometer per jam, sehingga menyebabkan dampak benturan sangat besar.

Baca Juga:  Selain Bintik Merah dan Autoimun, Ashanty Juga Terkena Batu Ginjal

Saat ini, penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses penyelidikan oleh pihak terkait bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi.

Investigasi akan mencakup sistem persinyalan, komunikasi antarpetugas, serta prosedur keselamatan di jalur kereta.

Di sisi lain, peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya peningkatan sistem keselamatan transportasi, termasuk penanganan perlintasan sebidang yang dinilai masih berisiko tinggi.

Pemerintah menyatakan akan melakukan pembenahan, termasuk rencana pembangunan infrastruktur pendukung guna mengurangi potensi kecelakaan serupa di masa mendatang.(zak/sur/mif/idr/raf/shf/lyn/ttg/das)

BEKASI (RIAUPOS.CO) – Kecelakaan antara Kereta Rel Listrik (KRL) dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur menimbulkan korban jiwa dan luka, dengan sejumlah penumpang bahkan terjebak berjam-jam di dalam gerbong yang ringsek.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (27/4) malam sekitar pukul 20.55 WIB ketika KRL yang tengah berhenti ditabrak dari belakang oleh kereta jarak jauh.

Salah satu korban selamat, Endang Kuswati, harus bertahan selama sekitar sembilan jam di dalam gerbong khusus perempuan sebelum akhirnya berhasil dievakuasi pada Selasa pagi sekitar pukul 06.00 WIB.

Menurut keterangan keluarga, korban ditemukan dalam kondisi terjepit dan mengalami pembengkakan pada kaki dan tangan.

Ia menjadi bagian dari puluhan korban luka dalam insiden tersebut, sementara jumlah korban meninggal dunia tercatat mencapai 15 orang.

- Advertisement -
Baca Juga:  Sekda Buka Program Bangga Kencana

KRL yang melayani rute Kampung Bandan–Cikarang itu diketahui ditabrak KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Pasar Turi saat berhenti di jalur.

Benturan keras membuat bagian depan kereta jarak jauh masuk ke gerbong belakang KRL, menyebabkan kerusakan parah dan penumpang terhimpit di dalamnya.

- Advertisement -

Sejumlah saksi mata menggambarkan situasi penuh kepanikan setelah kejadian, dengan penumpang berusaha menyelamatkan diri dan membantu korban lain dari gerbong yang rusak.

Beberapa penumpang selamat mengaku bahwa tabrakan terjadi secara tiba-tiba tanpa sempat diantisipasi.

Data sementara menyebutkan seluruh korban meninggal berasal dari penumpang KRL, sedangkan seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.

Pihak kepolisian menyebut kecepatan kereta yang menabrak mencapai lebih dari 100 kilometer per jam, sehingga menyebabkan dampak benturan sangat besar.

Baca Juga:  Fajar/Fikri Tembus Final China Open 2026 usai Duel Sengit Lawan Tuan Rumah

Saat ini, penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses penyelidikan oleh pihak terkait bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi.

Investigasi akan mencakup sistem persinyalan, komunikasi antarpetugas, serta prosedur keselamatan di jalur kereta.

Di sisi lain, peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya peningkatan sistem keselamatan transportasi, termasuk penanganan perlintasan sebidang yang dinilai masih berisiko tinggi.

Pemerintah menyatakan akan melakukan pembenahan, termasuk rencana pembangunan infrastruktur pendukung guna mengurangi potensi kecelakaan serupa di masa mendatang.(zak/sur/mif/idr/raf/shf/lyn/ttg/das)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

BEKASI (RIAUPOS.CO) – Kecelakaan antara Kereta Rel Listrik (KRL) dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur menimbulkan korban jiwa dan luka, dengan sejumlah penumpang bahkan terjebak berjam-jam di dalam gerbong yang ringsek.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (27/4) malam sekitar pukul 20.55 WIB ketika KRL yang tengah berhenti ditabrak dari belakang oleh kereta jarak jauh.

Salah satu korban selamat, Endang Kuswati, harus bertahan selama sekitar sembilan jam di dalam gerbong khusus perempuan sebelum akhirnya berhasil dievakuasi pada Selasa pagi sekitar pukul 06.00 WIB.

Menurut keterangan keluarga, korban ditemukan dalam kondisi terjepit dan mengalami pembengkakan pada kaki dan tangan.

Ia menjadi bagian dari puluhan korban luka dalam insiden tersebut, sementara jumlah korban meninggal dunia tercatat mencapai 15 orang.

Baca Juga:  Lonjakan Arus Balik Lebaran, Penumpang Tujuan Kepri Dominasi

KRL yang melayani rute Kampung Bandan–Cikarang itu diketahui ditabrak KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Pasar Turi saat berhenti di jalur.

Benturan keras membuat bagian depan kereta jarak jauh masuk ke gerbong belakang KRL, menyebabkan kerusakan parah dan penumpang terhimpit di dalamnya.

Sejumlah saksi mata menggambarkan situasi penuh kepanikan setelah kejadian, dengan penumpang berusaha menyelamatkan diri dan membantu korban lain dari gerbong yang rusak.

Beberapa penumpang selamat mengaku bahwa tabrakan terjadi secara tiba-tiba tanpa sempat diantisipasi.

Data sementara menyebutkan seluruh korban meninggal berasal dari penumpang KRL, sedangkan seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.

Pihak kepolisian menyebut kecepatan kereta yang menabrak mencapai lebih dari 100 kilometer per jam, sehingga menyebabkan dampak benturan sangat besar.

Baca Juga:  Komitmen Menjaga Pembangunan

Saat ini, penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses penyelidikan oleh pihak terkait bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi.

Investigasi akan mencakup sistem persinyalan, komunikasi antarpetugas, serta prosedur keselamatan di jalur kereta.

Di sisi lain, peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya peningkatan sistem keselamatan transportasi, termasuk penanganan perlintasan sebidang yang dinilai masih berisiko tinggi.

Pemerintah menyatakan akan melakukan pembenahan, termasuk rencana pembangunan infrastruktur pendukung guna mengurangi potensi kecelakaan serupa di masa mendatang.(zak/sur/mif/idr/raf/shf/lyn/ttg/das)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari