BANGKINANG (RIAUPOS.CO) – Kelangkaan bahan bakar minyak jenis Pertalite terjadi di salah satu SPBU di Kota Bangkinang dalam dua hari terakhir akibat habisnya kuota bulanan yang telah ditetapkan.
Kondisi ini terjadi di SPBU 14.284.622 yang mengalami kekosongan stok karena tingginya konsumsi masyarakat dalam waktu singkat.
Pengawas SPBU, Ngatirin, menjelaskan bahwa perubahan sistem pengaturan kuota dari tahunan menjadi bulanan menjadi salah satu penyebab utama cepat habisnya persediaan.
Menurutnya, ketika permintaan meningkat, kuota yang terbatas dalam satu bulan lebih cepat terkuras dibandingkan sebelumnya.
Selain itu, tingginya mobilitas masyarakat juga turut memengaruhi lonjakan konsumsi BBM.
Ia menyebutkan, kondisi semakin diperparah ketika SPBU lain mengalami kekosongan, sehingga konsumen beralih ke SPBU tersebut dan menyebabkan penumpukan permintaan.
Untuk mengatasi kekosongan, pihak SPBU telah berkoordinasi dengan Pertamina dan memperoleh tambahan pasokan sekitar 8 ton Pertalite.
Namun, jumlah tersebut dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat karena diperkirakan hanya cukup untuk waktu yang sangat singkat.
Ngatirin menyampaikan bahwa dalam kondisi normal, pasokan Pertalite ke SPBU tersebut bisa mencapai antara 24 hingga 40 ton per hari.
Operasional pengisian BBM kembali dibuka sekitar pukul 14.00 WIB setelah pasokan tambahan diterima.
Meski demikian, belum ada kepastian mengenai tambahan distribusi hingga awal bulan berikutnya.
Pihak SPBU berharap masyarakat dapat memahami kondisi yang terjadi serta tetap menjaga ketertiban saat melakukan pengisian BBM.
Mereka juga terus berupaya berkoordinasi dengan pihak terkait agar pasokan dapat segera kembali normal.(kom)

