Minggu, 23 Agustus 2026
- Advertisement -

SPBU Bangkinang Kehabisan Pertalite, Kuota Bulanan Jadi Penyebab

BANGKINANG (RIAUPOS.CO) – Kelangkaan bahan bakar minyak jenis Pertalite terjadi di salah satu SPBU di Kota Bangkinang dalam dua hari terakhir akibat habisnya kuota bulanan yang telah ditetapkan.

Kondisi ini terjadi di SPBU 14.284.622 yang mengalami kekosongan stok karena tingginya konsumsi masyarakat dalam waktu singkat.

Pengawas SPBU, Ngatirin, menjelaskan bahwa perubahan sistem pengaturan kuota dari tahunan menjadi bulanan menjadi salah satu penyebab utama cepat habisnya persediaan.

Menurutnya, ketika permintaan meningkat, kuota yang terbatas dalam satu bulan lebih cepat terkuras dibandingkan sebelumnya.

Selain itu, tingginya mobilitas masyarakat juga turut memengaruhi lonjakan konsumsi BBM.

Ia menyebutkan, kondisi semakin diperparah ketika SPBU lain mengalami kekosongan, sehingga konsumen beralih ke SPBU tersebut dan menyebabkan penumpukan permintaan.

Baca Juga:  Diperlukan Kerja Nyata Pengurus

Untuk mengatasi kekosongan, pihak SPBU telah berkoordinasi dengan Pertamina dan memperoleh tambahan pasokan sekitar 8 ton Pertalite.

Namun, jumlah tersebut dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat karena diperkirakan hanya cukup untuk waktu yang sangat singkat.

Ngatirin menyampaikan bahwa dalam kondisi normal, pasokan Pertalite ke SPBU tersebut bisa mencapai antara 24 hingga 40 ton per hari.

Operasional pengisian BBM kembali dibuka sekitar pukul 14.00 WIB setelah pasokan tambahan diterima.

Meski demikian, belum ada kepastian mengenai tambahan distribusi hingga awal bulan berikutnya.

Pihak SPBU berharap masyarakat dapat memahami kondisi yang terjadi serta tetap menjaga ketertiban saat melakukan pengisian BBM.

Mereka juga terus berupaya berkoordinasi dengan pihak terkait agar pasokan dapat segera kembali normal.(kom)

Baca Juga:  Ahad, Lima Pintu Pelimpahan Waduk PLTA Koto Akan Dibuka 1 Meter

BANGKINANG (RIAUPOS.CO) – Kelangkaan bahan bakar minyak jenis Pertalite terjadi di salah satu SPBU di Kota Bangkinang dalam dua hari terakhir akibat habisnya kuota bulanan yang telah ditetapkan.

Kondisi ini terjadi di SPBU 14.284.622 yang mengalami kekosongan stok karena tingginya konsumsi masyarakat dalam waktu singkat.

Pengawas SPBU, Ngatirin, menjelaskan bahwa perubahan sistem pengaturan kuota dari tahunan menjadi bulanan menjadi salah satu penyebab utama cepat habisnya persediaan.

Menurutnya, ketika permintaan meningkat, kuota yang terbatas dalam satu bulan lebih cepat terkuras dibandingkan sebelumnya.

Selain itu, tingginya mobilitas masyarakat juga turut memengaruhi lonjakan konsumsi BBM.

- Advertisement -

Ia menyebutkan, kondisi semakin diperparah ketika SPBU lain mengalami kekosongan, sehingga konsumen beralih ke SPBU tersebut dan menyebabkan penumpukan permintaan.

Baca Juga:  SMAN 1 Bangkinang Juara HSBL 2026, SMAN Plus Riau Takluk 60-45 di Final

Untuk mengatasi kekosongan, pihak SPBU telah berkoordinasi dengan Pertamina dan memperoleh tambahan pasokan sekitar 8 ton Pertalite.

- Advertisement -

Namun, jumlah tersebut dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat karena diperkirakan hanya cukup untuk waktu yang sangat singkat.

Ngatirin menyampaikan bahwa dalam kondisi normal, pasokan Pertalite ke SPBU tersebut bisa mencapai antara 24 hingga 40 ton per hari.

Operasional pengisian BBM kembali dibuka sekitar pukul 14.00 WIB setelah pasokan tambahan diterima.

Meski demikian, belum ada kepastian mengenai tambahan distribusi hingga awal bulan berikutnya.

Pihak SPBU berharap masyarakat dapat memahami kondisi yang terjadi serta tetap menjaga ketertiban saat melakukan pengisian BBM.

Mereka juga terus berupaya berkoordinasi dengan pihak terkait agar pasokan dapat segera kembali normal.(kom)

Baca Juga:  Warga Binaan Lapas Bangkinang Penuhi Saf Masjid At-Taubah
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

BANGKINANG (RIAUPOS.CO) – Kelangkaan bahan bakar minyak jenis Pertalite terjadi di salah satu SPBU di Kota Bangkinang dalam dua hari terakhir akibat habisnya kuota bulanan yang telah ditetapkan.

Kondisi ini terjadi di SPBU 14.284.622 yang mengalami kekosongan stok karena tingginya konsumsi masyarakat dalam waktu singkat.

Pengawas SPBU, Ngatirin, menjelaskan bahwa perubahan sistem pengaturan kuota dari tahunan menjadi bulanan menjadi salah satu penyebab utama cepat habisnya persediaan.

Menurutnya, ketika permintaan meningkat, kuota yang terbatas dalam satu bulan lebih cepat terkuras dibandingkan sebelumnya.

Selain itu, tingginya mobilitas masyarakat juga turut memengaruhi lonjakan konsumsi BBM.

Ia menyebutkan, kondisi semakin diperparah ketika SPBU lain mengalami kekosongan, sehingga konsumen beralih ke SPBU tersebut dan menyebabkan penumpukan permintaan.

Baca Juga:  Demi Pilkada Damai, Polres Kampar Gelar Doa Bersama dan Cooling System dengan Tokoh Agama dan Masyarakat

Untuk mengatasi kekosongan, pihak SPBU telah berkoordinasi dengan Pertamina dan memperoleh tambahan pasokan sekitar 8 ton Pertalite.

Namun, jumlah tersebut dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat karena diperkirakan hanya cukup untuk waktu yang sangat singkat.

Ngatirin menyampaikan bahwa dalam kondisi normal, pasokan Pertalite ke SPBU tersebut bisa mencapai antara 24 hingga 40 ton per hari.

Operasional pengisian BBM kembali dibuka sekitar pukul 14.00 WIB setelah pasokan tambahan diterima.

Meski demikian, belum ada kepastian mengenai tambahan distribusi hingga awal bulan berikutnya.

Pihak SPBU berharap masyarakat dapat memahami kondisi yang terjadi serta tetap menjaga ketertiban saat melakukan pengisian BBM.

Mereka juga terus berupaya berkoordinasi dengan pihak terkait agar pasokan dapat segera kembali normal.(kom)

Baca Juga:  Satu Unit Rumah dan Sepeda Motor Ludes Terbakar di Rimbo Panjang

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari