Selasa, 25 Agustus 2026
- Advertisement -

Inhu Darurat Bencana Abrasi dan Tanah Longsor

RENGAT (RIAUPOS.CO) – Abrasi di enam kecamatan di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) sedikitnya sudah terjadi di 13 titik. Abrasi yang terjadi merusak fasilitas umum dan permukiman warga.

Dengan kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Inhu menetapkan status darurat bencana abrasi dan tanah longsor tahun 2025, Senin (14/7). Karena, Sungai Indragiri yang membentang di 10 kecamatan dalam wilayah Kabupaten Inhu terus diancam abrasi.

Penetapan status itu melalui rapat koordinasi (rakor) penetapan status darurat bencana abrasi dan tanah longsor itu dipimpin Bupati Inhu Ade Agus Hartanto SSos MSi. Rakor juga dihadiri sejumlah anggota forkopimda serta Kepala BWS Sumatera III Pekanbaru Syauqiyatul Afnani Rangkuti ST MT.

Baca Juga:  Janda Tua Miliki Rumah Layak Huni

Bupati Inhu Ade Agus Hartanto pada kesempatan itu menyampaikan, kondisi Sungai Indragiri sedang tidak baik-baik saja. ’’Abrasi terus mengancam dan perlu penanganan. Bahkan, kondisi yang terjadi sudah dikoordinasi ke BNPB dan BWS Sumatera III Pekanbaru,’’ ujar Ade Agus Hartanto.

Namun, sambungnya, apa yang dilakukan itu, belum memberikan hasil yang maksimal. Makanya perlu rapat koordinasi dan penetapan status darurat. Sehingga dengan penetapan status darurat tersebut akan dapat mempercepat penanganan.

Kemudian, kepada masyarakat yang berada di sepanjang daerah aliran sungai, diimbau waspada dengan berbagai ancaman bencana abrasi.

‘’Masyarakat yang melintas di daerah terdampak abrasi juga diharapkan waspada,’’ harap Bupati.

Kepala BWS Sumatera III Pekanbaru, Syauqiyatul Afnani Rangkuti ST MT mengatakan, pihaknya membawahi empat sungai yang ada di Provinsi Riau.

Baca Juga:  Jembatan Sekayan Deras Inhu Tuntas Diperbaiki

‘’Selain Sungai Indragiri, kami juga membawahi Sungai Siak, Sungai Kampar dan Sungai Rokan,’’ ucapnya.

Untuk saat ini, sambungnya, akan ada penanganan darurat berupa pemasangan bronjong sehingga abrasi terjadi tidak meluas dan tidak mengancam jembatan Trio Amanah yang tak jauh dari lokasi abrasi.

‘’Saat ini sudah ada 1.000 bronjong yang akan ditempatkan di spot-spot yang dapat menjaga aset pemerintah seperti jembatan dan lain,’’ bebernya.(hen)






Reporter: Kasmedi

RENGAT (RIAUPOS.CO) – Abrasi di enam kecamatan di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) sedikitnya sudah terjadi di 13 titik. Abrasi yang terjadi merusak fasilitas umum dan permukiman warga.

Dengan kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Inhu menetapkan status darurat bencana abrasi dan tanah longsor tahun 2025, Senin (14/7). Karena, Sungai Indragiri yang membentang di 10 kecamatan dalam wilayah Kabupaten Inhu terus diancam abrasi.

Penetapan status itu melalui rapat koordinasi (rakor) penetapan status darurat bencana abrasi dan tanah longsor itu dipimpin Bupati Inhu Ade Agus Hartanto SSos MSi. Rakor juga dihadiri sejumlah anggota forkopimda serta Kepala BWS Sumatera III Pekanbaru Syauqiyatul Afnani Rangkuti ST MT.

Baca Juga:  Agung Ardien, Pejabat Setdakab Inhu Hilang Usai Tinggalkan Pesan Singkat

Bupati Inhu Ade Agus Hartanto pada kesempatan itu menyampaikan, kondisi Sungai Indragiri sedang tidak baik-baik saja. ’’Abrasi terus mengancam dan perlu penanganan. Bahkan, kondisi yang terjadi sudah dikoordinasi ke BNPB dan BWS Sumatera III Pekanbaru,’’ ujar Ade Agus Hartanto.

Namun, sambungnya, apa yang dilakukan itu, belum memberikan hasil yang maksimal. Makanya perlu rapat koordinasi dan penetapan status darurat. Sehingga dengan penetapan status darurat tersebut akan dapat mempercepat penanganan.

- Advertisement -

Kemudian, kepada masyarakat yang berada di sepanjang daerah aliran sungai, diimbau waspada dengan berbagai ancaman bencana abrasi.

‘’Masyarakat yang melintas di daerah terdampak abrasi juga diharapkan waspada,’’ harap Bupati.

- Advertisement -

Kepala BWS Sumatera III Pekanbaru, Syauqiyatul Afnani Rangkuti ST MT mengatakan, pihaknya membawahi empat sungai yang ada di Provinsi Riau.

Baca Juga:  Bupati Inhu Dorong UMKM Urus Sertifikat Halal Gratis, OPD Diminta Aktif Dampingi

‘’Selain Sungai Indragiri, kami juga membawahi Sungai Siak, Sungai Kampar dan Sungai Rokan,’’ ucapnya.

Untuk saat ini, sambungnya, akan ada penanganan darurat berupa pemasangan bronjong sehingga abrasi terjadi tidak meluas dan tidak mengancam jembatan Trio Amanah yang tak jauh dari lokasi abrasi.

‘’Saat ini sudah ada 1.000 bronjong yang akan ditempatkan di spot-spot yang dapat menjaga aset pemerintah seperti jembatan dan lain,’’ bebernya.(hen)






Reporter: Kasmedi
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

RENGAT (RIAUPOS.CO) – Abrasi di enam kecamatan di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) sedikitnya sudah terjadi di 13 titik. Abrasi yang terjadi merusak fasilitas umum dan permukiman warga.

Dengan kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Inhu menetapkan status darurat bencana abrasi dan tanah longsor tahun 2025, Senin (14/7). Karena, Sungai Indragiri yang membentang di 10 kecamatan dalam wilayah Kabupaten Inhu terus diancam abrasi.

Penetapan status itu melalui rapat koordinasi (rakor) penetapan status darurat bencana abrasi dan tanah longsor itu dipimpin Bupati Inhu Ade Agus Hartanto SSos MSi. Rakor juga dihadiri sejumlah anggota forkopimda serta Kepala BWS Sumatera III Pekanbaru Syauqiyatul Afnani Rangkuti ST MT.

Baca Juga:  Polisi Gerebek DPO Narkotika di Inhu, Pelaku Ayunkan Parang dan Kabur

Bupati Inhu Ade Agus Hartanto pada kesempatan itu menyampaikan, kondisi Sungai Indragiri sedang tidak baik-baik saja. ’’Abrasi terus mengancam dan perlu penanganan. Bahkan, kondisi yang terjadi sudah dikoordinasi ke BNPB dan BWS Sumatera III Pekanbaru,’’ ujar Ade Agus Hartanto.

Namun, sambungnya, apa yang dilakukan itu, belum memberikan hasil yang maksimal. Makanya perlu rapat koordinasi dan penetapan status darurat. Sehingga dengan penetapan status darurat tersebut akan dapat mempercepat penanganan.

Kemudian, kepada masyarakat yang berada di sepanjang daerah aliran sungai, diimbau waspada dengan berbagai ancaman bencana abrasi.

‘’Masyarakat yang melintas di daerah terdampak abrasi juga diharapkan waspada,’’ harap Bupati.

Kepala BWS Sumatera III Pekanbaru, Syauqiyatul Afnani Rangkuti ST MT mengatakan, pihaknya membawahi empat sungai yang ada di Provinsi Riau.

Baca Juga:  Kasus Penyerangan Pekerja PT SBP, Korban Bertambah dan Pelaku Belum Ditangkap

‘’Selain Sungai Indragiri, kami juga membawahi Sungai Siak, Sungai Kampar dan Sungai Rokan,’’ ucapnya.

Untuk saat ini, sambungnya, akan ada penanganan darurat berupa pemasangan bronjong sehingga abrasi terjadi tidak meluas dan tidak mengancam jembatan Trio Amanah yang tak jauh dari lokasi abrasi.

‘’Saat ini sudah ada 1.000 bronjong yang akan ditempatkan di spot-spot yang dapat menjaga aset pemerintah seperti jembatan dan lain,’’ bebernya.(hen)






Reporter: Kasmedi

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari