PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) – Jalan provinsi Sontang-Duri yang menghubungkan Desa Sontang dengan Desa Kasang Padang, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), kembali rusak. Hujan yang mengguyur beberapa pekan lalu menggerus material timbunan hingga sejumlah bagian badan jalan berubah menjadi kubangan lumpur dan menyulitkan truk bermuatan berat melintas.
Kondisi tersebut terlihat saat dilakukan pemantauan di lapangan, Ahad (6/9). Ruas jalan yang sebelumnya dapat dilalui dari dua arah kini seolah terbagi menjadi dua bagian.
Satu sisi badan jalan dipenuhi lumpur, sedangkan sisi lainnya masih relatif keras dan dapat dilewati kendaraan kecil. Truk pengangkut CPO, cangkang sawit dan logistik lainnya pun harus lebih berhati-hati saat melintas.
Sejumlah truk bahkan kehilangan daya cengkeram ketika melewati bagian jalan yang berlumpur. Kendaraan yang terjebak terpaksa menunggu bantuan kendaraan lain untuk ditarik keluar sehingga perjalanan menuju Duri menjadi lebih lambat.
Padahal, jalan tersebut sebelumnya telah mendapat penanganan darurat. Dinas PUPR-PKPP Provinsi Riau melakukan penimbunan pada tiga titik pada awal Agustus lalu.
Namun, material tanah kembali tergerus setelah hujan turun. Akibatnya, beberapa titik kembali mengalami kerusakan berat dan menjadi medan sulit bagi kendaraan bertonase besar.
Warga Desa Sontang, Asman, mengatakan kerusakan kembali terjadi tidak lama setelah jalan ditimbun. Ia menyebut hujan membuat tanah timbunan kembali terkikis.
“Setelah ditimbun memang sempat bisa dilewati. Tapi begitu hujan turun, tanah timbunannya tergerus lagi. Sekarang jalannya terbelah, truk banyak yang terjebak di lumpur, sedangkan jalur mobil kecil masih aman dilewati,” ungkap Asman kepada Riau Pos, Ahad (6/9).
Menurut Asman, ruas Sontang-Duri merupakan jalur vital yang menghubungkan Rohul dengan Bengkalis, terutama menuju Kota Duri. Jalan tersebut juga menjadi akses penting untuk aktivitas ekonomi dan distribusi barang masyarakat.
“Ini jalur vital dan jalur ekonomi masyarakat. Kami berharap jangan hanya ditimbun tanah lagi. Kalau setiap hujan rusak kembali, masalahnya tidak akan selesai. Jalan provinsi Sontang-Duri perlu penanganan permanen,” tegasnya.
Keluhan juga disampaikan Elfin, sopir truk pengangkut sawit. Ia mengatakan kondisi jalan yang berlumpur sangat menyulitkan kendaraan berat, terutama saat membawa muatan penuh.
“Salah ambil jalur bisa langsung terjebak. Truk yang membawa muatan berat paling sulit keluar kalau sudah masuk lumpur,” keluh Elfin saat dikonfirmasi Riau Pos, Ahad (6/9).
Selain memperlambat perjalanan, kondisi tersebut juga meningkatkan risiko kendaraan mengalami kerusakan. Sopir harus cermat memilih jalur dan terkadang menunggu bantuan untuk menarik truk yang terpuruk.
“Kalau sudah terjebak, mau tidak mau harus ada yang membantu menarik. Kami berharap jalan ini segera diperbaiki an dibangun permanen pada titik yang rusak berat, karena setiap hari kami melewati jalur ini,” ujarnya. (epp)

