PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Riau (Unri) menggelar demonstrasi di gerbang samping Kantor Gubernur Riau, Jalan Cut Nyak Dhien, Pekanbaru, Rabu (12/8/2026). Aksi tersebut mendapat pengamanan ketat dari aparat kepolisian bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Situasi sempat memanas ketika massa berupaya masuk ke halaman Kantor Gubernur Riau. Beberapa kali terjadi aksi saling dorong antara mahasiswa dan petugas yang berjaga di lokasi.
Meski terus berusaha merangsek ke dalam, massa mahasiswa masih berhasil ditahan oleh aparat keamanan. Aksi kemudian tetap dilanjutkan di sekitar gerbang kantor gubernur.
Dalam orasinya, salah seorang mahasiswa, Sirajudin Akmal, menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau. Salah satu yang menjadi perhatian adalah pemerataan pembangunan serta perbaikan infrastruktur pendidikan.
Mahasiswa juga meminta pemerintah daerah merealisasikan program pendidikan gratis selama 12 tahun yang dinilai hingga kini belum sepenuhnya terlaksana.
“Kami meminta Pemprov Riau dapat merealisasikan janji pendidikan gratis 12 tahun yang hingga saat ini belum terpenuhi sepenuhnya,” katanya.
Tak hanya persoalan pendidikan, massa turut menyoroti masalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta praktik ilegal logging di Riau. Mereka mendesak pemerintah agar persoalan tersebut segera dituntaskan.
“Sudah 69 tahun Provinsi Riau, tapi hingga saat ini masalah karhutla belum kunjung selesai,” ujarnya.
Sejumlah pejabat Pemprov Riau terlihat telah berada di lokasi dan bersiap menemui mahasiswa. Mereka di antaranya Asisten II Helmi, Kepala Kesbangpol Boby Rachmat, Kasatpol PP Sri Sadono, Plt Kepala Dinas PUPR PKPP Zulfahmi dan Plt Kepala Biro Kesra Yan Dharmadi.
Namun, kehadiran sejumlah pejabat tersebut belum membuat massa mengurungkan tuntutannya. Mahasiswa tetap meminta agar Plt Gubernur Riau SF Hariyanto turun langsung untuk menemui dan menerima aspirasi mereka.

