PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) – Masyarakat Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) kesulitan mendapatkan semen dalam sebulan terakhir. Stok yang terbatas membuat warga yang hendak membangun atau merenovasi rumah harus lebih dulu melakukan booking di toko bangunan.
Kondisi tersebut juga berdampak pada usaha toko bangunan. Penjualan material lainnya ikut menurun karena sebagian masyarakat memilih menunda pembangunan ketika semen sebagai salah satu bahan utama sulit diperoleh.
Pemilik Toko Amanah Bangunan Pasirpengaraian, H Zakir, mengatakan kelangkaan semen telah dirasakan hampir satu bulan. Pasokan dari distributor terlambat dan toko harus mengikuti antrean untuk mendapatkan kiriman.
“Sudah lebih sebulan semen langka. Kami mendapatkan informasi dari distributor, untuk mendapatkan semen harus antre berhari-hari. Kondisi ini terjadi baik dari Dumai maupun Padang,” ujar H Zakir menjawab Riaupos.co, Ahad (6/9/2026).
Menurut Zakir, kebutuhan semen yang tinggi untuk sejumlah proyek, termasuk proyek pemerintah, turut memengaruhi ketersediaan. Di sisi lain, distribusi dari daerah pemasok juga mengalami keterlambatan.
Ia menyebut informasi dari distributor menyatakan hambatan distribusi turut berkaitan dengan antrean BBM Solar di SPBU. Kondisi itu disebut tidak hanya terjadi di Rohul, tetapi juga menyebabkan kelangkaan semen di Riau.
Meski stok terbatas, Zakir memastikan pihaknya tidak menaikkan harga. Semen Padang dijual Rp78 ribu per sak, Tiga Roda Rp85 ribu per sak dan Merah Putih Rp75 ribu per sak.
“Untuk harga kami tidak menaikkan. Semen Padang Rp78 ribu, Tiga Roda Rp85 ribu dan Merah Putih Rp75 ribu per sak,” jelasnya.
Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, Toko Amanah Bangunan menerapkan sistem booking. Pembeli cukup mendaftarkan nama dan jumlah semen yang dibutuhkan tanpa membayar panjar.
“Kalau di toko kami, masyarakat yang ingin membeli semen harus booking nama terlebih dahulu, tanpa panjar. Kami prioritaskan penjualan kepada pelanggan,” katanya.
Sementara kontraktor yang membutuhkan dalam jumlah besar dibatasi maksimal sekitar 50 sak, bergantung pada stok. Pengiriman dari distributor juga terbatas, sekitar 400 sak menggunakan mobil engkel dan sekitar 520 sak menggunakan truk tronton.
Kelangkaan ini turut menekan omzet toko. Zakir menyebut penjualan Toko Amanah Bangunan turun sekitar 50 persen selama kondisi tersebut berlangsung.
“Dampak langkanya semen, omzet kita menurun sekitar 50 persen. Sudah hampir sebulan kondisi seperti ini,” ungkapnya.
Menurut Zakir, dampaknya merembet ke material lain. Ketika semen tidak tersedia, masyarakat menunda pembangunan sehingga pembelian pasir, batu, besi, bata dan material lainnya ikut berkurang.
“Kalau semen tak ada, barang lainnya juga tak ada yang dibeli. Masyarakat mau membangun atau merenovasi tempat tinggal atau usaha jadi terkendala. Akhirnya mereka tidak membeli bahan bangunan lainnya,” katanya.
Hal serupa dirasakan Rahmat, warga Desa Pematang Berangan, Kecamatan Rambah. Ia mengatakan ketersediaan semen yang tidak menentu membuat pekerjaan pembangunan dan renovasi tidak berjalan lancar.
“Kalau semen sulit didapat, pembangunan tentu terkendala. Kita sudah merencanakan pekerjaan, tetapi kalau semennya tidak ada, terpaksa menunggu sampai dapat,” ujar Rahmat menjawab Riaupos.co, Ahad (6/9/2026).
Rahmat berharap distribusi semen kembali lancar agar kebutuhan masyarakat terpenuhi dan pembangunan, termasuk proyek pemerintah, dapat berjalan normal. (epp)

