BENGKALIS (RIAUPOS.CO) — Arus penyeberangan di Dermaga Roro Air Putih Bengkalis menuju Dermaga Sungai Selari-Pakning, Kecamatan Bukit Batu, mengalami peningkatan signifikan menjelang Hari Raya Iduladha dan akhir pekan. Lonjakan penumpang didominasi kendaraan roda dua yang menyebabkan antrean panjang di area pelabuhan.
Pada H-1 Iduladha, antrean sepeda motor terlihat mengular hingga ke area pos pembelian tiket di Dermaga Air Putih Bengkalis. Kondisi serupa juga terjadi di Pelabuhan Sungai Selari, Sungai Pakning, daratan Sumatera.
Salah seorang pengendara sepeda motor, Zaki, mengaku harus menunggu cukup lama untuk bisa menyeberang menuju daratan Sumatera.
“Sudah 4 jam menunggu, sejak pukul 14.15 WIB baru bisa menyeberang sekitar pukul 18.30 WIB. Akibatnya sampai di Pekanbaru pukul 23.30 WIB,” ujarnya.
Ia mengatakan, tingginya jumlah pengguna sepeda motor membuat antrean penyeberangan menjadi lebih padat dibanding hari biasa sehingga perjalanan menjadi lebih lama.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bengkalis, Ardiansyah, menyebutkan peningkatan arus kendaraan masih dapat diurai karena kendaraan kecil dan angkutan barang masih dalam kondisi normal.
“Antrean memang meningkat, terutama kendaraan roda dua. Namun dapat terurai dengan cepat karena kendaraan kecil dan angkutan barang masih normal. Saat kapal diberangkatkan, separuh kapasitas muatan kapal bisa diisi kendaraan roda dua,” jelas Ardiansyah, Kamis (28/5/2026).
Ia menjelaskan, kondisi penyeberangan pada Kamis masih tergolong normal. Namun pihaknya memprediksi lonjakan penumpang kembali terjadi pada Sabtu dan Ahad seiring masyarakat yang mulai kembali dari libur Hari Raya Iduladha.
“Ya, untuk hari ini masih normal, tetapi kita perkirakan peningkatan penumpang akan terjadi pada Sabtu dan Ahad karena masyarakat mulai kembali dari libur Iduladha,” katanya.
Ardiansyah juga menyinggung terkait kendaraan pengangkut bahan bakar minyak (BBM) dan gas elpiji yang pada Hari Raya Iduladha tidak melakukan penyeberangan menuju Bengkalis. Menurutnya, kondisi itu bukan disebabkan adanya larangan operasional.
“Bukan karena dilarang, tetapi jumlah mobil BBM hanya dua unit dan mobil gas elpiji juga dua unit. Mereka memilih parkir sementara di Pakning dan baru menyeberang hari ini karena jumlah kendaraan sudah mencukupi untuk satu kapal,” ungkapnya.
Untuk mendukung kelancaran arus penyeberangan, Dishub Kabupaten Bengkalis tetap mengoperasikan empat armada kapal Roro dan menyiagakan satu kapal cadangan untuk mengantisipasi gangguan teknis.
“Ya, kami tetap mengoperasikan empat kapal dan satu kapal standby untuk mengantisipasi jika ada kapal yang mengalami gangguan atau kerusakan,” jelasnya.
Ia turut mengimbau seluruh pengguna jasa penyeberangan agar tetap tertib dan mengikuti arahan petugas demi kenyamanan bersama selama antrean dan proses penyeberangan berlangsung.
“Kami mengajak seluruh masyarakat pengguna jasa Roro untuk tetap tertib dan mematuhi aturan yang telah ditetapkan. Dishub akan terus berupaya meningkatkan kenyamanan masyarakat saat melakukan penyeberangan,” tutupnya.(ksm)

