Jumat, 26 Juni 2026
- Advertisement -

Ratusan Kendaraan Mengular, Antrean BBM Subsidi Menggila di Pasirpengaraian

PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) – Ratusan kendaraan bermotor memadati SPBU Tuanku Tambusai, Pasirpengaraian, Rabu (3/12), untuk mengisi BBM subsidi meski kuota di wilayah tersebut dipastikan aman. Antrean panjang mengular hingga ratusan meter dan berlangsung selama berjam-jam.

Jenis kendaraan yang mengantre beragam, mulai dari sepeda motor, becak motor, mobil pribadi, hingga truk angkutan berat. Kondisi ini membuat ruas Jalan Tuanku Tambusai tersendat dan menimbulkan kemacetan panjang.

Pantauan Riau Pos, kendaraan dari dua arah tampak saling berebut masuk ke area SPBU sehingga mengacaukan arus lalu lintas di jalur protokol. Imbasnya, lalu lintas dari depan MTs Negeri 3 Rohul hingga kawasan Perkantoran Pemkab Rohul mengalami perlambatan cukup signifikan.

Baca Juga:  Pemkab Komitmen Tingkatkan Pelayanan Jemaah Haji

Di lokasi, satu petugas kepolisian bersama beberapa karyawan SPBU berupaya mengatur kendaraan. Namun, volume antrean yang terus bertambah membuat upaya pengaturan berjalan tidak maksimal.

Sejumlah pengendara mengatakan antrean mengular karena beberapa SPBU lain di sekitar Pasirpengaraian tidak beroperasi atau kehabisan stok.
“SPBU di Jalan Lingkar KM 4 tutup, SPBU Dusun Okak di Rambah Samo juga kosong. Jadi semua kendaraan larinya ke sini untuk mendapatkan Solar,” ujar Firman, salah seorang pengantre.

Rafi, pengendara mobil pickup, mengaku menunggu lebih dari satu jam untuk mendapatkan Pertalite.
“Tidak tahu penyebab pastinya, tapi antreannya parah hari ini. Mudah-mudahan segera ditertibkan supaya tidak mengganggu jalan dan pelayanan,” ujarnya.

Baca Juga:  Malaria di Inhil Mulai Melandai

Sementara itu, Pengawas SPBU Tuanku Tambusai, Soni, memastikan stok serta kuota BBM subsidi di SPBU tersebut aman, bahkan meningkat dari hari-hari biasanya.
“Untuk Bio Solar biasanya 8.000 liter per hari, sekarang sudah kami minta tambahan menjadi 24.000 liter. Pertalite juga bertambah dari 24.000 liter menjadi 32.000 liter per hari,” jelasnya.

PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) – Ratusan kendaraan bermotor memadati SPBU Tuanku Tambusai, Pasirpengaraian, Rabu (3/12), untuk mengisi BBM subsidi meski kuota di wilayah tersebut dipastikan aman. Antrean panjang mengular hingga ratusan meter dan berlangsung selama berjam-jam.

Jenis kendaraan yang mengantre beragam, mulai dari sepeda motor, becak motor, mobil pribadi, hingga truk angkutan berat. Kondisi ini membuat ruas Jalan Tuanku Tambusai tersendat dan menimbulkan kemacetan panjang.

Pantauan Riau Pos, kendaraan dari dua arah tampak saling berebut masuk ke area SPBU sehingga mengacaukan arus lalu lintas di jalur protokol. Imbasnya, lalu lintas dari depan MTs Negeri 3 Rohul hingga kawasan Perkantoran Pemkab Rohul mengalami perlambatan cukup signifikan.

Baca Juga:  Tinggal Tunggu SK Mendagri, 19 Desa di Rohul Siap Naik Status

Di lokasi, satu petugas kepolisian bersama beberapa karyawan SPBU berupaya mengatur kendaraan. Namun, volume antrean yang terus bertambah membuat upaya pengaturan berjalan tidak maksimal.

Sejumlah pengendara mengatakan antrean mengular karena beberapa SPBU lain di sekitar Pasirpengaraian tidak beroperasi atau kehabisan stok.
“SPBU di Jalan Lingkar KM 4 tutup, SPBU Dusun Okak di Rambah Samo juga kosong. Jadi semua kendaraan larinya ke sini untuk mendapatkan Solar,” ujar Firman, salah seorang pengantre.

- Advertisement -

Rafi, pengendara mobil pickup, mengaku menunggu lebih dari satu jam untuk mendapatkan Pertalite.
“Tidak tahu penyebab pastinya, tapi antreannya parah hari ini. Mudah-mudahan segera ditertibkan supaya tidak mengganggu jalan dan pelayanan,” ujarnya.

Baca Juga:  Malaria di Inhil Mulai Melandai

Sementara itu, Pengawas SPBU Tuanku Tambusai, Soni, memastikan stok serta kuota BBM subsidi di SPBU tersebut aman, bahkan meningkat dari hari-hari biasanya.
“Untuk Bio Solar biasanya 8.000 liter per hari, sekarang sudah kami minta tambahan menjadi 24.000 liter. Pertalite juga bertambah dari 24.000 liter menjadi 32.000 liter per hari,” jelasnya.

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) – Ratusan kendaraan bermotor memadati SPBU Tuanku Tambusai, Pasirpengaraian, Rabu (3/12), untuk mengisi BBM subsidi meski kuota di wilayah tersebut dipastikan aman. Antrean panjang mengular hingga ratusan meter dan berlangsung selama berjam-jam.

Jenis kendaraan yang mengantre beragam, mulai dari sepeda motor, becak motor, mobil pribadi, hingga truk angkutan berat. Kondisi ini membuat ruas Jalan Tuanku Tambusai tersendat dan menimbulkan kemacetan panjang.

Pantauan Riau Pos, kendaraan dari dua arah tampak saling berebut masuk ke area SPBU sehingga mengacaukan arus lalu lintas di jalur protokol. Imbasnya, lalu lintas dari depan MTs Negeri 3 Rohul hingga kawasan Perkantoran Pemkab Rohul mengalami perlambatan cukup signifikan.

Baca Juga:  Potang Bulimau Tradisi Sambut Ramadan

Di lokasi, satu petugas kepolisian bersama beberapa karyawan SPBU berupaya mengatur kendaraan. Namun, volume antrean yang terus bertambah membuat upaya pengaturan berjalan tidak maksimal.

Sejumlah pengendara mengatakan antrean mengular karena beberapa SPBU lain di sekitar Pasirpengaraian tidak beroperasi atau kehabisan stok.
“SPBU di Jalan Lingkar KM 4 tutup, SPBU Dusun Okak di Rambah Samo juga kosong. Jadi semua kendaraan larinya ke sini untuk mendapatkan Solar,” ujar Firman, salah seorang pengantre.

Rafi, pengendara mobil pickup, mengaku menunggu lebih dari satu jam untuk mendapatkan Pertalite.
“Tidak tahu penyebab pastinya, tapi antreannya parah hari ini. Mudah-mudahan segera ditertibkan supaya tidak mengganggu jalan dan pelayanan,” ujarnya.

Baca Juga:  Wabup Janji Berikan Bonus Juara Umum MTQ Ke-24 Kepenuhan

Sementara itu, Pengawas SPBU Tuanku Tambusai, Soni, memastikan stok serta kuota BBM subsidi di SPBU tersebut aman, bahkan meningkat dari hari-hari biasanya.
“Untuk Bio Solar biasanya 8.000 liter per hari, sekarang sudah kami minta tambahan menjadi 24.000 liter. Pertalite juga bertambah dari 24.000 liter menjadi 32.000 liter per hari,” jelasnya.

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari