Kamis, 25 Juni 2026
- Advertisement -

Harga Pertamax Naik, Antrean Pertalite di Bengkalis Makin Panjang

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax RON 92 yang mulai berlaku sejak empat hari terakhir membuat sebagian masyarakat di Kabupaten Bengkalis terkejut. Kondisi tersebut memaksa pengguna kendaraan mengeluarkan biaya lebih besar untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar, terlebih karena ketersediaan Pertamax di wilayah Pulau Bengkalis masih terbatas.

Saat ini hanya terdapat dua stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang menyediakan BBM non-subsidi, yakni SPBU Jalan Lembaga Kota Bengkalis dan SPBU Desa Teluk Latak. Namun masyarakat mengeluhkan karena Pertamax RON 92 tidak dijual langsung di kedua SPBU tersebut. Produk tersebut justru dijual oleh pengelola melalui kantor di Jalan Sri Pulau dan tidak tersedia di area SPBU.

Kondisi itu membuat sebagian pengguna Pertamax beralih menggunakan Pertalite. Dampaknya, antrean pembelian Pertalite di sejumlah SPBU terlihat lebih panjang dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Salah seorang pemilik kendaraan roda empat, Andi, mengaku selama ini lebih sering membeli Pertamax dari pedagang eceran karena stok di SPBU kerap kosong. Menurutnya, kenaikan harga yang terjadi turut berdampak pada harga jual di tingkat pengecer.

“Saya biasa beli eceran saja karena lebih mudah didapat dan tanpa antrean. Tapi sejak harga naik semalam, jadi berpikir dua kali untuk mengisi Pertamax,” ujarnya, Sabtu (13/6).

Ia menjelaskan, sebelum harga mengalami kenaikan, Pertamax di tingkat pengecer dijual sekitar Rp15 ribu hingga Rp16 ribu per liter. Namun kini harga di SPBU mencapai Rp17 ribu per liter, sedangkan di pengecer berkisar antara Rp19 ribu hingga Rp20 ribu per liter.

“Tentu kondisi ini tak sanggup lagi kalau harus beli dengan harga segitu. Sepertinya saya kembali menggunakan Pertalite saja,” katanya.

Andi juga menilai antrean kendaraan di SPBU terlihat lebih ramai dibandingkan biasanya, meskipun masih berada di dalam area SPBU.

Baca Juga:  Rp1 M per Desa Disisihkan untuk Kegiatan Forum Anak

“Ya, ramai sepertinya hari ini. Biasanya di SPBU Selatbaru tidak seramai ini,” tambahnya.

Meski demikian, berdasarkan pantauan di sejumlah SPBU di Bengkalis, penyaluran BBM masih berlangsung normal. Di SPBU Selatbaru, antrean kendaraan roda dua maupun roda empat masih terkendali dan tidak sampai meluber ke badan jalan.

Sementara itu, di SPBU Jalan Bantan, antrean kendaraan terpantau relatif sepi dan baru meningkat pada sore hari. Namun stok Pertalite sempat habis menjelang siang dan dijadwalkan kembali tersedia setelah pasokan baru masuk pada sore harinya.

“Pertalite habis pagi tadi. Semalam kami menerima pasokan sekitar 15 KL dan baru akan masuk lagi siang menjelang sore ini sebanyak 15 KL,” kata pengelola SPBU Jalan Bantan, Ujang.

Menurut Ujang, kenaikan harga Pertamax sejauh ini belum memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan konsumsi Pertalite. Aktivitas pengisian BBM masih berjalan seperti hari-hari biasa.

“Kalau dibilang ramai, setiap ada pengiriman BBM memang selalu ramai. Tapi masih dalam kondisi normal. Bahkan pagi tadi stok masih tersedia hingga menjelang siang,” jelasnya.

Ia memastikan pasokan Pertalite ke SPBU yang dikelolanya berjalan lancar dengan pengiriman rutin setiap hari. Volume pasokan disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan SPBU, sementara untuk solar terdapat pembatasan dalam pembelian.

“Kalau pasokan lancar. Setiap hari masuk sesuai pesanan, sekitar 15 KL. Di sini kami hanya melayani Pertalite dan solar,” ujarnya.

Kondisi serupa terjadi di SPBU Jalan Lembaga. Hingga pukul 09.00 WIB, stok Pertalite telah habis terjual dan menunggu kedatangan pasokan baru yang dijadwalkan tiba pada siang atau sore hari. Saat itu, stok yang tersedia hanya sekitar 5 KL Pertalite dan 5 KL Pertamax RON 95.

“Semalam kami menerima sekitar 5 KL Pertalite. Sore kemarin terjual sekitar 4 KL dan pagi tadi sisa 1 KL langsung habis,” kata pengelola SPBU Jalan Lembaga, Fikram Hidayat.

Baca Juga:  SPBU Terbatas, Warga Bagansiapiapi Harus Antre Lama Isi BBM

Fikram menjelaskan pihaknya dijadwalkan menerima dua mobil tangki Pertalite dengan total volume 10 KL pada hari yang sama. Selain itu, pasokan Pertamax juga akan kembali masuk.

“Hari ini juga ada pasokan Pertamax sebanyak 5 KL. Kalau kemarin tidak ada pengiriman Pertamax, hari ini baru masuk,” jelasnya.

Ia memastikan stok BBM subsidi, khususnya Pertalite, masih dalam kondisi aman dan distribusi dari Pertamina berjalan sesuai kebutuhan SPBU.

“Pertalite masuk setiap hari sesuai order yang kami ajukan. Sampai saat ini pasokan masih lancar. Kalau antre itu biasalah, karena sekarang kita tak menjual ke pengecer,” ungkapnya.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menegaskan bahwa Pertamina terus memantau penyaluran BBM di wilayah Bengkalis dan memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.

“Kami memastikan pasokan BBM ke seluruh SPBU di wilayah Bengkalis tetap disalurkan secara rutin sesuai kebutuhan dan permintaan dari masing-masing SPBU. Pertamina juga terus melakukan koordinasi dan monitoring agar layanan kepada masyarakat dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

Terkait informasi ketersediaan BBM di sejumlah SPBU, Fahrougi mengatakan Pertamina masih melakukan pengecekan lebih lanjut bersama pengelola SPBU untuk memastikan kondisi aktual di lapangan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan melakukan pembelian BBM sesuai kebutuhan. Apabila terdapat kendala layanan di SPBU, Pertamina akan segera berkoordinasi dengan lembaga penyalur untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap optimal,” tambahnya.

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut juga memastikan distribusi BBM ke wilayah Bengkalis hingga saat ini tetap berjalan normal dan terus dipantau secara berkala guna memenuhi kebutuhan masyarakat. (ksm)

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax RON 92 yang mulai berlaku sejak empat hari terakhir membuat sebagian masyarakat di Kabupaten Bengkalis terkejut. Kondisi tersebut memaksa pengguna kendaraan mengeluarkan biaya lebih besar untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar, terlebih karena ketersediaan Pertamax di wilayah Pulau Bengkalis masih terbatas.

Saat ini hanya terdapat dua stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang menyediakan BBM non-subsidi, yakni SPBU Jalan Lembaga Kota Bengkalis dan SPBU Desa Teluk Latak. Namun masyarakat mengeluhkan karena Pertamax RON 92 tidak dijual langsung di kedua SPBU tersebut. Produk tersebut justru dijual oleh pengelola melalui kantor di Jalan Sri Pulau dan tidak tersedia di area SPBU.

Kondisi itu membuat sebagian pengguna Pertamax beralih menggunakan Pertalite. Dampaknya, antrean pembelian Pertalite di sejumlah SPBU terlihat lebih panjang dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Salah seorang pemilik kendaraan roda empat, Andi, mengaku selama ini lebih sering membeli Pertamax dari pedagang eceran karena stok di SPBU kerap kosong. Menurutnya, kenaikan harga yang terjadi turut berdampak pada harga jual di tingkat pengecer.

“Saya biasa beli eceran saja karena lebih mudah didapat dan tanpa antrean. Tapi sejak harga naik semalam, jadi berpikir dua kali untuk mengisi Pertamax,” ujarnya, Sabtu (13/6).

- Advertisement -

Ia menjelaskan, sebelum harga mengalami kenaikan, Pertamax di tingkat pengecer dijual sekitar Rp15 ribu hingga Rp16 ribu per liter. Namun kini harga di SPBU mencapai Rp17 ribu per liter, sedangkan di pengecer berkisar antara Rp19 ribu hingga Rp20 ribu per liter.

“Tentu kondisi ini tak sanggup lagi kalau harus beli dengan harga segitu. Sepertinya saya kembali menggunakan Pertalite saja,” katanya.

- Advertisement -

Andi juga menilai antrean kendaraan di SPBU terlihat lebih ramai dibandingkan biasanya, meskipun masih berada di dalam area SPBU.

Baca Juga:  Apoteker Segera Ditempatkan di Puskesmas dan Pustu

“Ya, ramai sepertinya hari ini. Biasanya di SPBU Selatbaru tidak seramai ini,” tambahnya.

Meski demikian, berdasarkan pantauan di sejumlah SPBU di Bengkalis, penyaluran BBM masih berlangsung normal. Di SPBU Selatbaru, antrean kendaraan roda dua maupun roda empat masih terkendali dan tidak sampai meluber ke badan jalan.

Sementara itu, di SPBU Jalan Bantan, antrean kendaraan terpantau relatif sepi dan baru meningkat pada sore hari. Namun stok Pertalite sempat habis menjelang siang dan dijadwalkan kembali tersedia setelah pasokan baru masuk pada sore harinya.

“Pertalite habis pagi tadi. Semalam kami menerima pasokan sekitar 15 KL dan baru akan masuk lagi siang menjelang sore ini sebanyak 15 KL,” kata pengelola SPBU Jalan Bantan, Ujang.

Menurut Ujang, kenaikan harga Pertamax sejauh ini belum memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan konsumsi Pertalite. Aktivitas pengisian BBM masih berjalan seperti hari-hari biasa.

“Kalau dibilang ramai, setiap ada pengiriman BBM memang selalu ramai. Tapi masih dalam kondisi normal. Bahkan pagi tadi stok masih tersedia hingga menjelang siang,” jelasnya.

Ia memastikan pasokan Pertalite ke SPBU yang dikelolanya berjalan lancar dengan pengiriman rutin setiap hari. Volume pasokan disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan SPBU, sementara untuk solar terdapat pembatasan dalam pembelian.

“Kalau pasokan lancar. Setiap hari masuk sesuai pesanan, sekitar 15 KL. Di sini kami hanya melayani Pertalite dan solar,” ujarnya.

Kondisi serupa terjadi di SPBU Jalan Lembaga. Hingga pukul 09.00 WIB, stok Pertalite telah habis terjual dan menunggu kedatangan pasokan baru yang dijadwalkan tiba pada siang atau sore hari. Saat itu, stok yang tersedia hanya sekitar 5 KL Pertalite dan 5 KL Pertamax RON 95.

“Semalam kami menerima sekitar 5 KL Pertalite. Sore kemarin terjual sekitar 4 KL dan pagi tadi sisa 1 KL langsung habis,” kata pengelola SPBU Jalan Lembaga, Fikram Hidayat.

Baca Juga:  Warga Kaget, Pria Tewas di Atas Meja Kedai Jalan Imam Munandar

Fikram menjelaskan pihaknya dijadwalkan menerima dua mobil tangki Pertalite dengan total volume 10 KL pada hari yang sama. Selain itu, pasokan Pertamax juga akan kembali masuk.

“Hari ini juga ada pasokan Pertamax sebanyak 5 KL. Kalau kemarin tidak ada pengiriman Pertamax, hari ini baru masuk,” jelasnya.

Ia memastikan stok BBM subsidi, khususnya Pertalite, masih dalam kondisi aman dan distribusi dari Pertamina berjalan sesuai kebutuhan SPBU.

“Pertalite masuk setiap hari sesuai order yang kami ajukan. Sampai saat ini pasokan masih lancar. Kalau antre itu biasalah, karena sekarang kita tak menjual ke pengecer,” ungkapnya.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menegaskan bahwa Pertamina terus memantau penyaluran BBM di wilayah Bengkalis dan memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.

“Kami memastikan pasokan BBM ke seluruh SPBU di wilayah Bengkalis tetap disalurkan secara rutin sesuai kebutuhan dan permintaan dari masing-masing SPBU. Pertamina juga terus melakukan koordinasi dan monitoring agar layanan kepada masyarakat dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

Terkait informasi ketersediaan BBM di sejumlah SPBU, Fahrougi mengatakan Pertamina masih melakukan pengecekan lebih lanjut bersama pengelola SPBU untuk memastikan kondisi aktual di lapangan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan melakukan pembelian BBM sesuai kebutuhan. Apabila terdapat kendala layanan di SPBU, Pertamina akan segera berkoordinasi dengan lembaga penyalur untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap optimal,” tambahnya.

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut juga memastikan distribusi BBM ke wilayah Bengkalis hingga saat ini tetap berjalan normal dan terus dipantau secara berkala guna memenuhi kebutuhan masyarakat. (ksm)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax RON 92 yang mulai berlaku sejak empat hari terakhir membuat sebagian masyarakat di Kabupaten Bengkalis terkejut. Kondisi tersebut memaksa pengguna kendaraan mengeluarkan biaya lebih besar untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar, terlebih karena ketersediaan Pertamax di wilayah Pulau Bengkalis masih terbatas.

Saat ini hanya terdapat dua stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang menyediakan BBM non-subsidi, yakni SPBU Jalan Lembaga Kota Bengkalis dan SPBU Desa Teluk Latak. Namun masyarakat mengeluhkan karena Pertamax RON 92 tidak dijual langsung di kedua SPBU tersebut. Produk tersebut justru dijual oleh pengelola melalui kantor di Jalan Sri Pulau dan tidak tersedia di area SPBU.

Kondisi itu membuat sebagian pengguna Pertamax beralih menggunakan Pertalite. Dampaknya, antrean pembelian Pertalite di sejumlah SPBU terlihat lebih panjang dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Salah seorang pemilik kendaraan roda empat, Andi, mengaku selama ini lebih sering membeli Pertamax dari pedagang eceran karena stok di SPBU kerap kosong. Menurutnya, kenaikan harga yang terjadi turut berdampak pada harga jual di tingkat pengecer.

“Saya biasa beli eceran saja karena lebih mudah didapat dan tanpa antrean. Tapi sejak harga naik semalam, jadi berpikir dua kali untuk mengisi Pertamax,” ujarnya, Sabtu (13/6).

Ia menjelaskan, sebelum harga mengalami kenaikan, Pertamax di tingkat pengecer dijual sekitar Rp15 ribu hingga Rp16 ribu per liter. Namun kini harga di SPBU mencapai Rp17 ribu per liter, sedangkan di pengecer berkisar antara Rp19 ribu hingga Rp20 ribu per liter.

“Tentu kondisi ini tak sanggup lagi kalau harus beli dengan harga segitu. Sepertinya saya kembali menggunakan Pertalite saja,” katanya.

Andi juga menilai antrean kendaraan di SPBU terlihat lebih ramai dibandingkan biasanya, meskipun masih berada di dalam area SPBU.

Baca Juga:  Di Pulau Bengkalis Tertinggi Penularan Covid-19

“Ya, ramai sepertinya hari ini. Biasanya di SPBU Selatbaru tidak seramai ini,” tambahnya.

Meski demikian, berdasarkan pantauan di sejumlah SPBU di Bengkalis, penyaluran BBM masih berlangsung normal. Di SPBU Selatbaru, antrean kendaraan roda dua maupun roda empat masih terkendali dan tidak sampai meluber ke badan jalan.

Sementara itu, di SPBU Jalan Bantan, antrean kendaraan terpantau relatif sepi dan baru meningkat pada sore hari. Namun stok Pertalite sempat habis menjelang siang dan dijadwalkan kembali tersedia setelah pasokan baru masuk pada sore harinya.

“Pertalite habis pagi tadi. Semalam kami menerima pasokan sekitar 15 KL dan baru akan masuk lagi siang menjelang sore ini sebanyak 15 KL,” kata pengelola SPBU Jalan Bantan, Ujang.

Menurut Ujang, kenaikan harga Pertamax sejauh ini belum memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan konsumsi Pertalite. Aktivitas pengisian BBM masih berjalan seperti hari-hari biasa.

“Kalau dibilang ramai, setiap ada pengiriman BBM memang selalu ramai. Tapi masih dalam kondisi normal. Bahkan pagi tadi stok masih tersedia hingga menjelang siang,” jelasnya.

Ia memastikan pasokan Pertalite ke SPBU yang dikelolanya berjalan lancar dengan pengiriman rutin setiap hari. Volume pasokan disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan SPBU, sementara untuk solar terdapat pembatasan dalam pembelian.

“Kalau pasokan lancar. Setiap hari masuk sesuai pesanan, sekitar 15 KL. Di sini kami hanya melayani Pertalite dan solar,” ujarnya.

Kondisi serupa terjadi di SPBU Jalan Lembaga. Hingga pukul 09.00 WIB, stok Pertalite telah habis terjual dan menunggu kedatangan pasokan baru yang dijadwalkan tiba pada siang atau sore hari. Saat itu, stok yang tersedia hanya sekitar 5 KL Pertalite dan 5 KL Pertamax RON 95.

“Semalam kami menerima sekitar 5 KL Pertalite. Sore kemarin terjual sekitar 4 KL dan pagi tadi sisa 1 KL langsung habis,” kata pengelola SPBU Jalan Lembaga, Fikram Hidayat.

Baca Juga:  Pelayanan SIM Baru Dimulai

Fikram menjelaskan pihaknya dijadwalkan menerima dua mobil tangki Pertalite dengan total volume 10 KL pada hari yang sama. Selain itu, pasokan Pertamax juga akan kembali masuk.

“Hari ini juga ada pasokan Pertamax sebanyak 5 KL. Kalau kemarin tidak ada pengiriman Pertamax, hari ini baru masuk,” jelasnya.

Ia memastikan stok BBM subsidi, khususnya Pertalite, masih dalam kondisi aman dan distribusi dari Pertamina berjalan sesuai kebutuhan SPBU.

“Pertalite masuk setiap hari sesuai order yang kami ajukan. Sampai saat ini pasokan masih lancar. Kalau antre itu biasalah, karena sekarang kita tak menjual ke pengecer,” ungkapnya.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menegaskan bahwa Pertamina terus memantau penyaluran BBM di wilayah Bengkalis dan memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.

“Kami memastikan pasokan BBM ke seluruh SPBU di wilayah Bengkalis tetap disalurkan secara rutin sesuai kebutuhan dan permintaan dari masing-masing SPBU. Pertamina juga terus melakukan koordinasi dan monitoring agar layanan kepada masyarakat dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

Terkait informasi ketersediaan BBM di sejumlah SPBU, Fahrougi mengatakan Pertamina masih melakukan pengecekan lebih lanjut bersama pengelola SPBU untuk memastikan kondisi aktual di lapangan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan melakukan pembelian BBM sesuai kebutuhan. Apabila terdapat kendala layanan di SPBU, Pertamina akan segera berkoordinasi dengan lembaga penyalur untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap optimal,” tambahnya.

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut juga memastikan distribusi BBM ke wilayah Bengkalis hingga saat ini tetap berjalan normal dan terus dipantau secara berkala guna memenuhi kebutuhan masyarakat. (ksm)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari