Jumat, 12 Juni 2026
- Advertisement -

Penertiban Tambang Emas Ilegal di Kuansing Ricuh, Enam Mobil Aparat Dirusak Massa

TELUKUANTAN (RIAUPOS.CO) – Suasana mencekam mewarnai penertiban tambang emas tanpa izin (PETI) di Kecamatan Cerenti, Kuantan Singingi, Selasa (7/10) siang. Warga yang tidak terima rakit PETI mereka dimusnahkan melampiaskan amarah dengan merusak kendaraan aparat.

Sebanyak enam unit mobil mengalami kerusakan, termasuk mobil dinas Kapolres Kuansing, Kabag Ops, Satlantas, bus Polres, serta Satpol PP. Bahkan, satu sepeda motor milik wartawan lokal dibakar, dan korban ikut mengalami luka di bagian wajah akibat dipukuli massa.

Kericuhan pecah saat tim gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, Satpol PP, dan BPBD memusnahkan puluhan rakit PETI di Sungai Kuantan. Warga yang diduga pemilik rakit naik pitam ketika alat tambang mereka dibakar. Massa kemudian menyerang kendaraan aparat yang diparkir di tepi jalan Desa Pulau Bayur.

Baca Juga:  215 Bayi dan Balita Diberi Vaksin Polio 

Kapolres Kuansing AKBP Raden Ricky Pratidiningrat menegaskan, penertiban dilakukan karena aktivitas PETI di Sungai Kuantan sudah merusak lingkungan dan meresahkan masyarakat. “Kami tetap berkomitmen menertibkan PETI meski mendapat perlawanan. Ini bagian dari menjaga lingkungan dan keselamatan masyarakat,” tegasnya.

Bupati Kuansing Suhardiman Amby turut hadir memimpin langsung penertiban. Ia mengajak warga menghentikan tambang ilegal dan segera mengurus izin resmi jika ingin menambang. “Menambang tanpa izin berisiko merusak masa depan generasi muda akibat dampak merkuri,” ujarnya.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Anom Karibianto menegaskan, aksi anarkis warga akan diproses hukum. “Seluruh tindakan aparat sudah sesuai prosedur. Penegakan hukum tetap dilakukan untuk memberantas PETI,” katanya.

Baca Juga:  Penyandang Disabilitas di Kuansing Riau Meninggal Saat Rumahnya Terbakar

Meski sempat ricuh, aparat berhasil mengendalikan situasi. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, namun sejumlah kendaraan rusak dan satu wartawan mengalami luka akibat dikeroyok massa.(dac)

TELUKUANTAN (RIAUPOS.CO) – Suasana mencekam mewarnai penertiban tambang emas tanpa izin (PETI) di Kecamatan Cerenti, Kuantan Singingi, Selasa (7/10) siang. Warga yang tidak terima rakit PETI mereka dimusnahkan melampiaskan amarah dengan merusak kendaraan aparat.

Sebanyak enam unit mobil mengalami kerusakan, termasuk mobil dinas Kapolres Kuansing, Kabag Ops, Satlantas, bus Polres, serta Satpol PP. Bahkan, satu sepeda motor milik wartawan lokal dibakar, dan korban ikut mengalami luka di bagian wajah akibat dipukuli massa.

Kericuhan pecah saat tim gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, Satpol PP, dan BPBD memusnahkan puluhan rakit PETI di Sungai Kuantan. Warga yang diduga pemilik rakit naik pitam ketika alat tambang mereka dibakar. Massa kemudian menyerang kendaraan aparat yang diparkir di tepi jalan Desa Pulau Bayur.

Baca Juga:  Harga Karet Kuansing Makin Nanjak, Pekan Ini Tembus Rp20.125 per Kg

Kapolres Kuansing AKBP Raden Ricky Pratidiningrat menegaskan, penertiban dilakukan karena aktivitas PETI di Sungai Kuantan sudah merusak lingkungan dan meresahkan masyarakat. “Kami tetap berkomitmen menertibkan PETI meski mendapat perlawanan. Ini bagian dari menjaga lingkungan dan keselamatan masyarakat,” tegasnya.

Bupati Kuansing Suhardiman Amby turut hadir memimpin langsung penertiban. Ia mengajak warga menghentikan tambang ilegal dan segera mengurus izin resmi jika ingin menambang. “Menambang tanpa izin berisiko merusak masa depan generasi muda akibat dampak merkuri,” ujarnya.

- Advertisement -

Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Anom Karibianto menegaskan, aksi anarkis warga akan diproses hukum. “Seluruh tindakan aparat sudah sesuai prosedur. Penegakan hukum tetap dilakukan untuk memberantas PETI,” katanya.

Baca Juga:  Dari Balap Liar ke Balap Lari, Cara Baru Polisi Kuansing Salurkan Energi Remaja

Meski sempat ricuh, aparat berhasil mengendalikan situasi. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, namun sejumlah kendaraan rusak dan satu wartawan mengalami luka akibat dikeroyok massa.(dac)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

TELUKUANTAN (RIAUPOS.CO) – Suasana mencekam mewarnai penertiban tambang emas tanpa izin (PETI) di Kecamatan Cerenti, Kuantan Singingi, Selasa (7/10) siang. Warga yang tidak terima rakit PETI mereka dimusnahkan melampiaskan amarah dengan merusak kendaraan aparat.

Sebanyak enam unit mobil mengalami kerusakan, termasuk mobil dinas Kapolres Kuansing, Kabag Ops, Satlantas, bus Polres, serta Satpol PP. Bahkan, satu sepeda motor milik wartawan lokal dibakar, dan korban ikut mengalami luka di bagian wajah akibat dipukuli massa.

Kericuhan pecah saat tim gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, Satpol PP, dan BPBD memusnahkan puluhan rakit PETI di Sungai Kuantan. Warga yang diduga pemilik rakit naik pitam ketika alat tambang mereka dibakar. Massa kemudian menyerang kendaraan aparat yang diparkir di tepi jalan Desa Pulau Bayur.

Baca Juga:  Dari Balap Liar ke Balap Lari, Cara Baru Polisi Kuansing Salurkan Energi Remaja

Kapolres Kuansing AKBP Raden Ricky Pratidiningrat menegaskan, penertiban dilakukan karena aktivitas PETI di Sungai Kuantan sudah merusak lingkungan dan meresahkan masyarakat. “Kami tetap berkomitmen menertibkan PETI meski mendapat perlawanan. Ini bagian dari menjaga lingkungan dan keselamatan masyarakat,” tegasnya.

Bupati Kuansing Suhardiman Amby turut hadir memimpin langsung penertiban. Ia mengajak warga menghentikan tambang ilegal dan segera mengurus izin resmi jika ingin menambang. “Menambang tanpa izin berisiko merusak masa depan generasi muda akibat dampak merkuri,” ujarnya.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Anom Karibianto menegaskan, aksi anarkis warga akan diproses hukum. “Seluruh tindakan aparat sudah sesuai prosedur. Penegakan hukum tetap dilakukan untuk memberantas PETI,” katanya.

Baca Juga:  PPPK tahap II Kabupaten Kuansing, 170 Orang Layangkan Sanggahan

Meski sempat ricuh, aparat berhasil mengendalikan situasi. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, namun sejumlah kendaraan rusak dan satu wartawan mengalami luka akibat dikeroyok massa.(dac)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari