Rabu, 29 Juli 2026
- Advertisement -

Tradisi Mandi Balimau 2026, Muara Lembu Disiapkan Jadi Lokasi Utama

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, tradisi mandi balimau di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) kembali direncanakan untuk dilaksanakan tahun ini. Pemerintah Kabupaten Kuansing berencana memusatkan kegiatan tersebut di Kelurahan Muara Lembu, Kecamatan Singingi.

Rencana ini disampaikan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Kuansing, Ir Emmerson, Sabtu (7/2/2026) di Telukkuantan.

Menurut Emmerson, pelaksanaan mandi balimau tetap akan digelar apabila tidak ada kendala. Untuk sementara, Muara Lembu direncanakan sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Memang benar, tahun ini agenda mandi balimau kembali kita laksanakan jika tidak ada kendala. Lokasinya direncanakan di Muara Lembu,” ujarnya.

Meski demikian, penetapan Muara Lembu sebagai pusat kegiatan belum bersifat final. Pemerintah daerah masih akan melakukan peninjauan lokasi untuk memastikan kelayakannya.

Baca Juga:  Polisi Bongkar Penyalahgunaan Solar Subsidi di Kuansing, Satu Pelaku Ditangkap

“Lokasinya akan kita cek terlebih dahulu, apakah layak atau tidak,” tambahnya.

Mandi balimau merupakan salah satu tradisi masyarakat Kuansing dalam menyambut bulan suci Ramadan. Selama ini, Sungai Singingi di Kelurahan Muara Lembu menjadi lokasi utama pelaksanaan puncak kegiatan mandi balimau di daerah tersebut.

Selain itu, masyarakat juga memanfaatkan berbagai objek wisata alam yang ada di Kuansing sebagai lokasi mandi balimau. Di antaranya Air Terjun Tujuh Tingkat Guruh Gemukan di Desa Kasang, Sungai Cengar dan Danau Biru di Kuantan Mudik, arung jeram di Desa Kelelawar Kecamatan Hulu Kuantan, serta pemandian air panas di Desa Sungai Pinang Hulu Kuantan.

Kondisi ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mempromosikan potensi wisata alam yang dimiliki Kabupaten Kuansing.

Baca Juga:  Pembangunan Sekolah Rakyat Dimulai, Kuansing Serahkan Lahan 7 Hektare

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, tradisi mandi balimau di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) kembali direncanakan untuk dilaksanakan tahun ini. Pemerintah Kabupaten Kuansing berencana memusatkan kegiatan tersebut di Kelurahan Muara Lembu, Kecamatan Singingi.

Rencana ini disampaikan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Kuansing, Ir Emmerson, Sabtu (7/2/2026) di Telukkuantan.

Menurut Emmerson, pelaksanaan mandi balimau tetap akan digelar apabila tidak ada kendala. Untuk sementara, Muara Lembu direncanakan sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Memang benar, tahun ini agenda mandi balimau kembali kita laksanakan jika tidak ada kendala. Lokasinya direncanakan di Muara Lembu,” ujarnya.

Meski demikian, penetapan Muara Lembu sebagai pusat kegiatan belum bersifat final. Pemerintah daerah masih akan melakukan peninjauan lokasi untuk memastikan kelayakannya.

- Advertisement -
Baca Juga:  Berantas Tambang Emas Ilegal, Polres Kuansing Musnahkan Tiga Rakit PETI di Sungai Gingging

“Lokasinya akan kita cek terlebih dahulu, apakah layak atau tidak,” tambahnya.

Mandi balimau merupakan salah satu tradisi masyarakat Kuansing dalam menyambut bulan suci Ramadan. Selama ini, Sungai Singingi di Kelurahan Muara Lembu menjadi lokasi utama pelaksanaan puncak kegiatan mandi balimau di daerah tersebut.

- Advertisement -

Selain itu, masyarakat juga memanfaatkan berbagai objek wisata alam yang ada di Kuansing sebagai lokasi mandi balimau. Di antaranya Air Terjun Tujuh Tingkat Guruh Gemukan di Desa Kasang, Sungai Cengar dan Danau Biru di Kuantan Mudik, arung jeram di Desa Kelelawar Kecamatan Hulu Kuantan, serta pemandian air panas di Desa Sungai Pinang Hulu Kuantan.

Kondisi ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mempromosikan potensi wisata alam yang dimiliki Kabupaten Kuansing.

Baca Juga:  Harga Karet Kuansing Makin Nanjak, Pekan Ini Tembus Rp20.125 per Kg
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, tradisi mandi balimau di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) kembali direncanakan untuk dilaksanakan tahun ini. Pemerintah Kabupaten Kuansing berencana memusatkan kegiatan tersebut di Kelurahan Muara Lembu, Kecamatan Singingi.

Rencana ini disampaikan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Kuansing, Ir Emmerson, Sabtu (7/2/2026) di Telukkuantan.

Menurut Emmerson, pelaksanaan mandi balimau tetap akan digelar apabila tidak ada kendala. Untuk sementara, Muara Lembu direncanakan sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Memang benar, tahun ini agenda mandi balimau kembali kita laksanakan jika tidak ada kendala. Lokasinya direncanakan di Muara Lembu,” ujarnya.

Meski demikian, penetapan Muara Lembu sebagai pusat kegiatan belum bersifat final. Pemerintah daerah masih akan melakukan peninjauan lokasi untuk memastikan kelayakannya.

Baca Juga:  Tambang Emas Ilegal Ditertibkan, 5 Rakit PETI Dibakar di Lokasi

“Lokasinya akan kita cek terlebih dahulu, apakah layak atau tidak,” tambahnya.

Mandi balimau merupakan salah satu tradisi masyarakat Kuansing dalam menyambut bulan suci Ramadan. Selama ini, Sungai Singingi di Kelurahan Muara Lembu menjadi lokasi utama pelaksanaan puncak kegiatan mandi balimau di daerah tersebut.

Selain itu, masyarakat juga memanfaatkan berbagai objek wisata alam yang ada di Kuansing sebagai lokasi mandi balimau. Di antaranya Air Terjun Tujuh Tingkat Guruh Gemukan di Desa Kasang, Sungai Cengar dan Danau Biru di Kuantan Mudik, arung jeram di Desa Kelelawar Kecamatan Hulu Kuantan, serta pemandian air panas di Desa Sungai Pinang Hulu Kuantan.

Kondisi ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mempromosikan potensi wisata alam yang dimiliki Kabupaten Kuansing.

Baca Juga:  Mantan Ketua DPRD Kuansing Ditahan Kejari, Terseret Kasus Korupsi Lahan Hotel Kuansing

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari