Minggu, 26 Juli 2026
- Advertisement -

Bhabinkamtibmas Ikut Turun ke Arena Pacu Jalur, Jadi Timbo Ruang Endang Rumus

GUNUNG TOAR (RIAUPOS.CO) — Peran anggota Polri di tengah masyarakat tak hanya berkaitan dengan menjaga keamanan dan ketertiban. Di Kuantan Singingi (Kuansing), kepedulian terhadap budaya lokal juga ditunjukkan melalui keikutsertaan personel kepolisian dalam tradisi Pacu Jalur.

Hal itu terlihat dari aksi Bhabinkamtibmas Desa Bukit Pedusunan Polsek Kuantan Mudik, Bripka Asril. Ia turut ambil bagian sebagai Timbo Ruang Jalur Endang Rumus dari Desa Banjar Guntung dalam Pacu Jalur Tradisional Rayon IV di Tepian Datuk Bandaro, Desa Gunung, Kecamatan Gunung Toar, Sabtu (25/7/2026).

Kehadiran Bripka Asril di dalam jalur pada hari kedua perlombaan tersebut menjadi perhatian tersendiri bagi penonton yang memadati arena. Dari atas jalur berkostum biru itu, ia ikut membakar semangat anak pacuan saat berhadapan dengan lawan.

Sayangnya, perjuangan Jalur Endang Rumus harus berakhir setelah mereka dikalahkan Jalur Rajo Mudo dari Desa Pulau Deras, Kecamatan Pangean. Hasil tersebut membuat Bripka Asril bersama Jalur Endang Rumus dipastikan tidak lagi berlaga pada hari terakhir Pacu Jalur Rayon IV di Gunung Toar.

Baca Juga:  Momen HUT Kuansing, Warga Bisa Nikmati Pembebasan Pajak PBB-P2

Meski demikian, keikutsertaan Bripka Asril menjadi gambaran bahwa personel Polri juga memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya lokal. Sebagai Bhabinkamtibmas, ia tidak hanya hadir menjalankan tugas kepolisian, tetapi juga ikut terlibat langsung dalam tradisi yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kuansing.

Di tengah perlombaan, Bripka Asril juga memberikan semangat dan motivasi kepada masyarakat. Ia mengajak warga untuk menjaga kekompakan, mengedepankan sportivitas, serta mempertahankan nilai kebersamaan selama seluruh rangkaian Pacu Jalur berlangsung.

Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana mengapresiasi keterlibatan personelnya tersebut. Ia menilai kehadiran polisi dalam kegiatan budaya merupakan bentuk kedekatan dengan masyarakat sekaligus upaya menjaga hubungan harmonis di tengah lingkungan sosial.

Baca Juga:  Polsek Singingi Patroli Keliling Kampung

“Polri hadir bukan hanya dalam pelaksanaan tugas kepolisian, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sosial dan budaya masyarakat. Melalui kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat, diharapkan hubungan yang harmonis terus terjalin sehingga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” ujar Kapolres.

Menurut Hidayat, Pacu Jalur merupakan warisan budaya yang telah menjadi kebanggaan masyarakat Kuantan Singingi. Karena itu, ia berharap seluruh personel Polres Kuansing dapat ikut mendukung pelestarian budaya sekaligus memastikan masyarakat merasa aman selama seluruh kegiatan berlangsung.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan, menjunjung sportivitas, dan bersama-sama menyukseskan Pacu Jalur sebagai identitas budaya Kabupaten Kuantan Singingi,” ujar Kapolres.

Pacu Jalur Tradisional Rayon IV di Gunung Toar resmi dibuka oleh Plt Bupati Kuansing H Muklisin pada Jumat (24/7/2026) sore. Rangkaian perlombaan tersebut dijadwalkan berlangsung hingga Ahad (26/7/2026) petang.(dac)

GUNUNG TOAR (RIAUPOS.CO) — Peran anggota Polri di tengah masyarakat tak hanya berkaitan dengan menjaga keamanan dan ketertiban. Di Kuantan Singingi (Kuansing), kepedulian terhadap budaya lokal juga ditunjukkan melalui keikutsertaan personel kepolisian dalam tradisi Pacu Jalur.

Hal itu terlihat dari aksi Bhabinkamtibmas Desa Bukit Pedusunan Polsek Kuantan Mudik, Bripka Asril. Ia turut ambil bagian sebagai Timbo Ruang Jalur Endang Rumus dari Desa Banjar Guntung dalam Pacu Jalur Tradisional Rayon IV di Tepian Datuk Bandaro, Desa Gunung, Kecamatan Gunung Toar, Sabtu (25/7/2026).

Kehadiran Bripka Asril di dalam jalur pada hari kedua perlombaan tersebut menjadi perhatian tersendiri bagi penonton yang memadati arena. Dari atas jalur berkostum biru itu, ia ikut membakar semangat anak pacuan saat berhadapan dengan lawan.

Sayangnya, perjuangan Jalur Endang Rumus harus berakhir setelah mereka dikalahkan Jalur Rajo Mudo dari Desa Pulau Deras, Kecamatan Pangean. Hasil tersebut membuat Bripka Asril bersama Jalur Endang Rumus dipastikan tidak lagi berlaga pada hari terakhir Pacu Jalur Rayon IV di Gunung Toar.

Baca Juga:  Masuk Musim Hujan, Pengendara Diminta Waspada Jalur Riau–Sumbar Rawan Longsor

Meski demikian, keikutsertaan Bripka Asril menjadi gambaran bahwa personel Polri juga memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya lokal. Sebagai Bhabinkamtibmas, ia tidak hanya hadir menjalankan tugas kepolisian, tetapi juga ikut terlibat langsung dalam tradisi yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kuansing.

- Advertisement -

Di tengah perlombaan, Bripka Asril juga memberikan semangat dan motivasi kepada masyarakat. Ia mengajak warga untuk menjaga kekompakan, mengedepankan sportivitas, serta mempertahankan nilai kebersamaan selama seluruh rangkaian Pacu Jalur berlangsung.

Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana mengapresiasi keterlibatan personelnya tersebut. Ia menilai kehadiran polisi dalam kegiatan budaya merupakan bentuk kedekatan dengan masyarakat sekaligus upaya menjaga hubungan harmonis di tengah lingkungan sosial.

- Advertisement -
Baca Juga:  Iven Kebudayaan, 87 Jalur Sudah Daftar

“Polri hadir bukan hanya dalam pelaksanaan tugas kepolisian, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sosial dan budaya masyarakat. Melalui kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat, diharapkan hubungan yang harmonis terus terjalin sehingga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” ujar Kapolres.

Menurut Hidayat, Pacu Jalur merupakan warisan budaya yang telah menjadi kebanggaan masyarakat Kuantan Singingi. Karena itu, ia berharap seluruh personel Polres Kuansing dapat ikut mendukung pelestarian budaya sekaligus memastikan masyarakat merasa aman selama seluruh kegiatan berlangsung.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan, menjunjung sportivitas, dan bersama-sama menyukseskan Pacu Jalur sebagai identitas budaya Kabupaten Kuantan Singingi,” ujar Kapolres.

Pacu Jalur Tradisional Rayon IV di Gunung Toar resmi dibuka oleh Plt Bupati Kuansing H Muklisin pada Jumat (24/7/2026) sore. Rangkaian perlombaan tersebut dijadwalkan berlangsung hingga Ahad (26/7/2026) petang.(dac)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

GUNUNG TOAR (RIAUPOS.CO) — Peran anggota Polri di tengah masyarakat tak hanya berkaitan dengan menjaga keamanan dan ketertiban. Di Kuantan Singingi (Kuansing), kepedulian terhadap budaya lokal juga ditunjukkan melalui keikutsertaan personel kepolisian dalam tradisi Pacu Jalur.

Hal itu terlihat dari aksi Bhabinkamtibmas Desa Bukit Pedusunan Polsek Kuantan Mudik, Bripka Asril. Ia turut ambil bagian sebagai Timbo Ruang Jalur Endang Rumus dari Desa Banjar Guntung dalam Pacu Jalur Tradisional Rayon IV di Tepian Datuk Bandaro, Desa Gunung, Kecamatan Gunung Toar, Sabtu (25/7/2026).

Kehadiran Bripka Asril di dalam jalur pada hari kedua perlombaan tersebut menjadi perhatian tersendiri bagi penonton yang memadati arena. Dari atas jalur berkostum biru itu, ia ikut membakar semangat anak pacuan saat berhadapan dengan lawan.

Sayangnya, perjuangan Jalur Endang Rumus harus berakhir setelah mereka dikalahkan Jalur Rajo Mudo dari Desa Pulau Deras, Kecamatan Pangean. Hasil tersebut membuat Bripka Asril bersama Jalur Endang Rumus dipastikan tidak lagi berlaga pada hari terakhir Pacu Jalur Rayon IV di Gunung Toar.

Baca Juga:  Edarkan Sabu dan Ekstasi, Pria 43 Tahun di Kuansing Dibekuk Polisi

Meski demikian, keikutsertaan Bripka Asril menjadi gambaran bahwa personel Polri juga memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya lokal. Sebagai Bhabinkamtibmas, ia tidak hanya hadir menjalankan tugas kepolisian, tetapi juga ikut terlibat langsung dalam tradisi yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kuansing.

Di tengah perlombaan, Bripka Asril juga memberikan semangat dan motivasi kepada masyarakat. Ia mengajak warga untuk menjaga kekompakan, mengedepankan sportivitas, serta mempertahankan nilai kebersamaan selama seluruh rangkaian Pacu Jalur berlangsung.

Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana mengapresiasi keterlibatan personelnya tersebut. Ia menilai kehadiran polisi dalam kegiatan budaya merupakan bentuk kedekatan dengan masyarakat sekaligus upaya menjaga hubungan harmonis di tengah lingkungan sosial.

Baca Juga:  Mantan Ketua DPRD Kuansing Ditahan Kejari, Terseret Kasus Korupsi Lahan Hotel Kuansing

“Polri hadir bukan hanya dalam pelaksanaan tugas kepolisian, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sosial dan budaya masyarakat. Melalui kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat, diharapkan hubungan yang harmonis terus terjalin sehingga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” ujar Kapolres.

Menurut Hidayat, Pacu Jalur merupakan warisan budaya yang telah menjadi kebanggaan masyarakat Kuantan Singingi. Karena itu, ia berharap seluruh personel Polres Kuansing dapat ikut mendukung pelestarian budaya sekaligus memastikan masyarakat merasa aman selama seluruh kegiatan berlangsung.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan, menjunjung sportivitas, dan bersama-sama menyukseskan Pacu Jalur sebagai identitas budaya Kabupaten Kuantan Singingi,” ujar Kapolres.

Pacu Jalur Tradisional Rayon IV di Gunung Toar resmi dibuka oleh Plt Bupati Kuansing H Muklisin pada Jumat (24/7/2026) sore. Rangkaian perlombaan tersebut dijadwalkan berlangsung hingga Ahad (26/7/2026) petang.(dac)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari