Kamis, 25 Juni 2026
- Advertisement -

Ratusan Warga Rimbopanjang Nekat Bongkar Pembatas Jalan, Ini Penyebabnya

KAMPAR (RIAUPOS.CO) – Ratusan warga dari delapan perumahan di kawasan Rimbopanjang, Kabupaten Kampar, melakukan pembongkaran median Jalan Pekanbaru-Bangkinang, Ahad (3/5). Aksi ini dipicu sulitnya akses putar balik akibat jarak U-turn yang dinilai terlalu jauh.

Pembongkaran dilakukan pada pembatas jalan nasional yang berada di bawah flyover Tol Pekanbaru-Padang. Warga memindahkan batu median agar kendaraan bisa lebih mudah berputar arah menuju kawasan perumahan mereka.

Selama ini, akses putar balik yang tersedia disebut mencapai jarak sekitar 5 kilometer. Kondisi tersebut membuat warga kesulitan saat hendak kembali ke rumah, sehingga memicu ketidaknyamanan dalam aktivitas sehari-hari.

Salah seorang tokoh masyarakat, Edward Edy, menyampaikan bahwa persoalan ini sudah berlangsung lama. Ia mengungkapkan warga telah berulang kali mengajukan permohonan kepada pemerintah agar dibuatkan U-turn yang lebih dekat, namun belum mendapat tanggapan.

Baca Juga:  Suasana Hari Raya Ziarah di Kampar

Menurutnya, aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk upaya bersama warga agar akses menuju perumahan menjadi lebih mudah dan tidak lagi memutar jauh.

Edward juga berharap langkah yang dilakukan warga dapat menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Riau. Ia menginginkan agar lokasi median yang telah dibongkar bisa dijadikan titik U-turn permanen.

Ia menambahkan, selama ini banyak warga yang terpaksa melawan arus demi mencapai rumah. Kondisi tersebut dinilai berbahaya dan telah menyebabkan sejumlah kecelakaan, bahkan hingga menimbulkan korban jiwa.

Hal senada disampaikan tokoh masyarakat lainnya, Ali. Ia menegaskan bahwa melawan arus jelas melanggar aturan lalu lintas dan sangat berisiko. Namun kondisi itu terpaksa dilakukan karena jarak putar balik yang terlalu jauh.

Baca Juga:  Luapan Sungai Siak Rendam Jalan Sudirman Ujung, Kendaraan Kandas

Ali menyebut, idealnya setiap satu kilometer tersedia akses U-turn, terlebih di kawasan yang padat perumahan seperti Rimbopanjang.

Sementara itu, pihak Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Riau mengaku telah menerima informasi terkait pembongkaran median jalan tersebut. Melalui PPK 1.4 BPJN Riau, Afdirman Jufri menyampaikan bahwa seharusnya persoalan ini diajukan melalui mekanisme resmi.

Ia menjelaskan, usulan tersebut dapat dibahas dalam forum lalu lintas yang melibatkan berbagai pihak, seperti Kementerian Perhubungan, BPTD, Dirlantas, dan instansi terkait lainnya. Saat ini, pihaknya akan melaporkan kejadian tersebut ke pimpinan untuk ditindaklanjuti. (ilo)

KAMPAR (RIAUPOS.CO) – Ratusan warga dari delapan perumahan di kawasan Rimbopanjang, Kabupaten Kampar, melakukan pembongkaran median Jalan Pekanbaru-Bangkinang, Ahad (3/5). Aksi ini dipicu sulitnya akses putar balik akibat jarak U-turn yang dinilai terlalu jauh.

Pembongkaran dilakukan pada pembatas jalan nasional yang berada di bawah flyover Tol Pekanbaru-Padang. Warga memindahkan batu median agar kendaraan bisa lebih mudah berputar arah menuju kawasan perumahan mereka.

Selama ini, akses putar balik yang tersedia disebut mencapai jarak sekitar 5 kilometer. Kondisi tersebut membuat warga kesulitan saat hendak kembali ke rumah, sehingga memicu ketidaknyamanan dalam aktivitas sehari-hari.

Salah seorang tokoh masyarakat, Edward Edy, menyampaikan bahwa persoalan ini sudah berlangsung lama. Ia mengungkapkan warga telah berulang kali mengajukan permohonan kepada pemerintah agar dibuatkan U-turn yang lebih dekat, namun belum mendapat tanggapan.

Baca Juga:  Cemburu, Dua Pria Keroyok Korban Pakai Rotan

Menurutnya, aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk upaya bersama warga agar akses menuju perumahan menjadi lebih mudah dan tidak lagi memutar jauh.

- Advertisement -

Edward juga berharap langkah yang dilakukan warga dapat menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Riau. Ia menginginkan agar lokasi median yang telah dibongkar bisa dijadikan titik U-turn permanen.

Ia menambahkan, selama ini banyak warga yang terpaksa melawan arus demi mencapai rumah. Kondisi tersebut dinilai berbahaya dan telah menyebabkan sejumlah kecelakaan, bahkan hingga menimbulkan korban jiwa.

- Advertisement -

Hal senada disampaikan tokoh masyarakat lainnya, Ali. Ia menegaskan bahwa melawan arus jelas melanggar aturan lalu lintas dan sangat berisiko. Namun kondisi itu terpaksa dilakukan karena jarak putar balik yang terlalu jauh.

Baca Juga:  Inflasi di Kampar Terkendali

Ali menyebut, idealnya setiap satu kilometer tersedia akses U-turn, terlebih di kawasan yang padat perumahan seperti Rimbopanjang.

Sementara itu, pihak Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Riau mengaku telah menerima informasi terkait pembongkaran median jalan tersebut. Melalui PPK 1.4 BPJN Riau, Afdirman Jufri menyampaikan bahwa seharusnya persoalan ini diajukan melalui mekanisme resmi.

Ia menjelaskan, usulan tersebut dapat dibahas dalam forum lalu lintas yang melibatkan berbagai pihak, seperti Kementerian Perhubungan, BPTD, Dirlantas, dan instansi terkait lainnya. Saat ini, pihaknya akan melaporkan kejadian tersebut ke pimpinan untuk ditindaklanjuti. (ilo)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

KAMPAR (RIAUPOS.CO) – Ratusan warga dari delapan perumahan di kawasan Rimbopanjang, Kabupaten Kampar, melakukan pembongkaran median Jalan Pekanbaru-Bangkinang, Ahad (3/5). Aksi ini dipicu sulitnya akses putar balik akibat jarak U-turn yang dinilai terlalu jauh.

Pembongkaran dilakukan pada pembatas jalan nasional yang berada di bawah flyover Tol Pekanbaru-Padang. Warga memindahkan batu median agar kendaraan bisa lebih mudah berputar arah menuju kawasan perumahan mereka.

Selama ini, akses putar balik yang tersedia disebut mencapai jarak sekitar 5 kilometer. Kondisi tersebut membuat warga kesulitan saat hendak kembali ke rumah, sehingga memicu ketidaknyamanan dalam aktivitas sehari-hari.

Salah seorang tokoh masyarakat, Edward Edy, menyampaikan bahwa persoalan ini sudah berlangsung lama. Ia mengungkapkan warga telah berulang kali mengajukan permohonan kepada pemerintah agar dibuatkan U-turn yang lebih dekat, namun belum mendapat tanggapan.

Baca Juga:  Kepergok Curi Motor, Pria di Kampar Kiri Hilir Babak Belur Diamuk Massa

Menurutnya, aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk upaya bersama warga agar akses menuju perumahan menjadi lebih mudah dan tidak lagi memutar jauh.

Edward juga berharap langkah yang dilakukan warga dapat menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Riau. Ia menginginkan agar lokasi median yang telah dibongkar bisa dijadikan titik U-turn permanen.

Ia menambahkan, selama ini banyak warga yang terpaksa melawan arus demi mencapai rumah. Kondisi tersebut dinilai berbahaya dan telah menyebabkan sejumlah kecelakaan, bahkan hingga menimbulkan korban jiwa.

Hal senada disampaikan tokoh masyarakat lainnya, Ali. Ia menegaskan bahwa melawan arus jelas melanggar aturan lalu lintas dan sangat berisiko. Namun kondisi itu terpaksa dilakukan karena jarak putar balik yang terlalu jauh.

Baca Juga:  Sat Samapta Polres Kampar Lakukan Pengamanan Balimau Kasai

Ali menyebut, idealnya setiap satu kilometer tersedia akses U-turn, terlebih di kawasan yang padat perumahan seperti Rimbopanjang.

Sementara itu, pihak Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Riau mengaku telah menerima informasi terkait pembongkaran median jalan tersebut. Melalui PPK 1.4 BPJN Riau, Afdirman Jufri menyampaikan bahwa seharusnya persoalan ini diajukan melalui mekanisme resmi.

Ia menjelaskan, usulan tersebut dapat dibahas dalam forum lalu lintas yang melibatkan berbagai pihak, seperti Kementerian Perhubungan, BPTD, Dirlantas, dan instansi terkait lainnya. Saat ini, pihaknya akan melaporkan kejadian tersebut ke pimpinan untuk ditindaklanjuti. (ilo)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari