GAUNG (RIAUPOS.CO) – Keberanian luar biasa ditunjukkan Ujang saat menyelamatkan istrinya, Aisah, yang diserang seekor buaya di Desa Soren. Tanpa memikirkan keselamatan dirinya sendiri, ia nekat bergumul dengan predator tersebut hingga sang istri berhasil lepas dari gigitan maut.
Di saat banyak orang mungkin memilih menjauh dari bahaya, Ujang justru berlari menuju lokasi tempat istrinya diserang. Baginya, yang terlintas saat itu hanyalah menyelamatkan nyawa perempuan yang telah mendampinginya selama ini.
“Saya tidak memikirkan keselamatan saya lagi. Yang ada di pikiran saya hanya bagaimana istri saya bisa selamat,” ujar Ujang mengenang peristiwa yang nyaris merenggut nyawa istrinya.
Ucapan tersebut menggambarkan besarnya kasih seorang suami. Naluri untuk melindungi mengalahkan rasa takut meski harus berhadapan langsung dengan seekor buaya yang masih menggigit kaki sang istri.
Tanpa membawa senjata, Ujang berusaha mencari celah untuk melepaskan gigitan buaya. Dalam upaya itu, ia akhirnya menusuk bagian mata reptil tersebut hingga buaya melepaskan cengkeramannya.
Aisah yang berusia 32 tahun berhasil diselamatkan, meski mengalami luka serius pada kaki kiri. Sementara itu, Ujang juga mengalami luka di bagian wajah akibat perlawanan buaya saat proses penyelamatan.
“Saya langsung terjun dan menutup mata buaya, meski sulit dan terluka, tapi niat hanya untuk menyelamatkan istri,” katanya.
Bagi Ujang, luka yang dialaminya tidak menjadi persoalan. Ia bersyukur istrinya berhasil selamat dari maut.
“Alhamdulillah selamat, meski terluka,” tuturnya.
Peristiwa yang terjadi di Desa Soren itu menjadi pengingat bagi masyarakat yang tinggal di bantaran sungai agar selalu meningkatkan kewaspadaan. Aktivitas seperti mandi, mencuci, maupun mengambil air di sungai tetap memiliki risiko karena kawasan tersebut merupakan habitat buaya.
Secara terpisah, Kapolsek Gaung AKP Edi Dalianto melalui Kanit Reskrim Ipda Indra Lesamana SH MH membenarkan kejadian tersebut saat dikonfirmasi, Senin (29/6).
“Alhamdulillah korban berhasil selamat dari serangan buaya dan korban sudah dibawa ke RSUD Puri Husada Tembilahan untuk dilakukan perawatan,” ujar Indra.
Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati ketika beraktivitas di sekitar bantaran sungai.
“Kami mengimbau warga, khususnya yang mandi, mencuci maupun mengambil air di sungai, agar lebih waspada. Kawasan tersebut merupakan habitat buaya yang sewaktu-waktu dapat membahayakan keselamatan,” tutupnya. (2)

