Minggu, 12 Juli 2026
- Advertisement -

Prancis Diunggulkan Tekuk Swedia, Trio Mbappe-Dembele-Olise Jadi Ancaman

EAST RUTHERFORD (RIAUPOS.CO) – Timnas Prancis membawa kepercayaan diri tinggi saat menghadapi Swedia pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium, East Rutherford, dini hari nanti. Les Bleus datang dengan catatan sempurna di fase grup, sedangkan Swedia masih dibayangi rapuhnya lini pertahanan.

Prancis menyapu bersih tiga pertandingan fase grup sekaligus menjadi salah satu tim paling produktif di turnamen dengan koleksi 10 gol.

Sebaliknya, Swedia melangkah ke fase gugur dengan pekerjaan rumah besar di sektor pertahanan. Blagult sudah kebobolan tujuh gol, menjadi salah satu tim dengan jumlah kebobolan terbanyak di antara seluruh peserta yang lolos ke babak 32 besar, bersama Norwegia dan Aljazair.

Perbedaan performa kedua tim membuat Prancis lebih diunggulkan pada pertandingan yang disiarkan langsung TVRI Nasional dan TVRI Sport mulai pukul 04.00 WIB.

Trio Lini Depan Belum Maksimal

Menariknya, produktivitas Prancis diyakini masih berpotensi meningkat. Pasalnya, trio lini depan yang dihuni Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, dan Michael Olise belum pernah tampil dalam performa terbaik secara bersamaan sepanjang fase grup.

Baca Juga:  Tanda-Tanda Bagus untuk Der Panzer

Saat menghadapi Senegal pada 17 Juni lalu, Olise tampil menonjol sebagai motor serangan, sementara Dembele belum menunjukkan performa terbaiknya.

Sebaliknya, ketika Dembele mencetak hat-trick ke gawang Norwegia pada 27 Juni, kontribusi Olise tidak terlalu dominan. Sementara itu, Mbappe tampil konsisten dengan mencetak masing-masing dua gol saat menghadapi Senegal dan Irak, serta menyumbangkan dua assist ketika melawan Norwegia.

Legenda Swedia, Zlatan Ibrahimovic, mengakui kualitas lini depan Prancis yang dinilainya sangat berbahaya meski ketiganya belum mencapai performa puncak secara bersamaan.

“Tim ini komplet. Pemahaman mereka di lini depan cukup menakutkan karena mereka bermain sebagai satu kesatuan,” ujar Ibrahimovic yang menjadi pandit Piala Dunia 2026 di Fox Sports.

Baca Juga:  Jika Tak Juara di Austria, Alamat Buruk bagi Ducati

Swedia Kehilangan Isak Hien

Di kubu Swedia, sektor pertahanan masih menjadi perhatian utama. Kelemahan tersebut terlihat jelas ketika mereka kalah telak 1-5 dari Belanda pada laga fase grup.

Dalam pertandingan itu, tiga gol Belanda lahir melalui umpan silang mendatar yang gagal diantisipasi dengan baik oleh barisan pertahanan Swedia.

Bek tengah Isak Hien sempat menjadi sorotan usai laga tersebut. Kini, pemain Atalanta BC itu dipastikan mengakhiri kiprahnya di Piala Dunia 2026 lebih cepat setelah mengalami cedera hamstring saat menghadapi Jepang pada 26 Juni.

Asisten pelatih Swedia, Sebastian Larsson, mengakui menghentikan Mbappe dan Dembele bukan perkara mudah. Meski demikian, ia tetap optimistis timnya mampu memberikan perlawanan dan menciptakan kejutan.

“Kalau melihat ke belakang, kami pernah menyingkirkan tim yang lebih besar, meski kali ini lawannya Prancis,” kata Larsson kepada Reuters. (ka/dns/jpg)

EAST RUTHERFORD (RIAUPOS.CO) – Timnas Prancis membawa kepercayaan diri tinggi saat menghadapi Swedia pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium, East Rutherford, dini hari nanti. Les Bleus datang dengan catatan sempurna di fase grup, sedangkan Swedia masih dibayangi rapuhnya lini pertahanan.

Prancis menyapu bersih tiga pertandingan fase grup sekaligus menjadi salah satu tim paling produktif di turnamen dengan koleksi 10 gol.

Sebaliknya, Swedia melangkah ke fase gugur dengan pekerjaan rumah besar di sektor pertahanan. Blagult sudah kebobolan tujuh gol, menjadi salah satu tim dengan jumlah kebobolan terbanyak di antara seluruh peserta yang lolos ke babak 32 besar, bersama Norwegia dan Aljazair.

Perbedaan performa kedua tim membuat Prancis lebih diunggulkan pada pertandingan yang disiarkan langsung TVRI Nasional dan TVRI Sport mulai pukul 04.00 WIB.

Trio Lini Depan Belum Maksimal

Menariknya, produktivitas Prancis diyakini masih berpotensi meningkat. Pasalnya, trio lini depan yang dihuni Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, dan Michael Olise belum pernah tampil dalam performa terbaik secara bersamaan sepanjang fase grup.

- Advertisement -
Baca Juga:  Si Nyonya Tua Tertahan di Kandang

Saat menghadapi Senegal pada 17 Juni lalu, Olise tampil menonjol sebagai motor serangan, sementara Dembele belum menunjukkan performa terbaiknya.

Sebaliknya, ketika Dembele mencetak hat-trick ke gawang Norwegia pada 27 Juni, kontribusi Olise tidak terlalu dominan. Sementara itu, Mbappe tampil konsisten dengan mencetak masing-masing dua gol saat menghadapi Senegal dan Irak, serta menyumbangkan dua assist ketika melawan Norwegia.

- Advertisement -

Legenda Swedia, Zlatan Ibrahimovic, mengakui kualitas lini depan Prancis yang dinilainya sangat berbahaya meski ketiganya belum mencapai performa puncak secara bersamaan.

“Tim ini komplet. Pemahaman mereka di lini depan cukup menakutkan karena mereka bermain sebagai satu kesatuan,” ujar Ibrahimovic yang menjadi pandit Piala Dunia 2026 di Fox Sports.

Baca Juga:  Turki Lebih Diunggulkan, Australia Andalkan Mental dan Pengalaman

Swedia Kehilangan Isak Hien

Di kubu Swedia, sektor pertahanan masih menjadi perhatian utama. Kelemahan tersebut terlihat jelas ketika mereka kalah telak 1-5 dari Belanda pada laga fase grup.

Dalam pertandingan itu, tiga gol Belanda lahir melalui umpan silang mendatar yang gagal diantisipasi dengan baik oleh barisan pertahanan Swedia.

Bek tengah Isak Hien sempat menjadi sorotan usai laga tersebut. Kini, pemain Atalanta BC itu dipastikan mengakhiri kiprahnya di Piala Dunia 2026 lebih cepat setelah mengalami cedera hamstring saat menghadapi Jepang pada 26 Juni.

Asisten pelatih Swedia, Sebastian Larsson, mengakui menghentikan Mbappe dan Dembele bukan perkara mudah. Meski demikian, ia tetap optimistis timnya mampu memberikan perlawanan dan menciptakan kejutan.

“Kalau melihat ke belakang, kami pernah menyingkirkan tim yang lebih besar, meski kali ini lawannya Prancis,” kata Larsson kepada Reuters. (ka/dns/jpg)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

EAST RUTHERFORD (RIAUPOS.CO) – Timnas Prancis membawa kepercayaan diri tinggi saat menghadapi Swedia pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium, East Rutherford, dini hari nanti. Les Bleus datang dengan catatan sempurna di fase grup, sedangkan Swedia masih dibayangi rapuhnya lini pertahanan.

Prancis menyapu bersih tiga pertandingan fase grup sekaligus menjadi salah satu tim paling produktif di turnamen dengan koleksi 10 gol.

Sebaliknya, Swedia melangkah ke fase gugur dengan pekerjaan rumah besar di sektor pertahanan. Blagult sudah kebobolan tujuh gol, menjadi salah satu tim dengan jumlah kebobolan terbanyak di antara seluruh peserta yang lolos ke babak 32 besar, bersama Norwegia dan Aljazair.

Perbedaan performa kedua tim membuat Prancis lebih diunggulkan pada pertandingan yang disiarkan langsung TVRI Nasional dan TVRI Sport mulai pukul 04.00 WIB.

Trio Lini Depan Belum Maksimal

Menariknya, produktivitas Prancis diyakini masih berpotensi meningkat. Pasalnya, trio lini depan yang dihuni Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, dan Michael Olise belum pernah tampil dalam performa terbaik secara bersamaan sepanjang fase grup.

Baca Juga:  Gol Saibari Bikin Brasil Tertekan, Vinicius Jr Selamatkan Selecao di Laga Perdana

Saat menghadapi Senegal pada 17 Juni lalu, Olise tampil menonjol sebagai motor serangan, sementara Dembele belum menunjukkan performa terbaiknya.

Sebaliknya, ketika Dembele mencetak hat-trick ke gawang Norwegia pada 27 Juni, kontribusi Olise tidak terlalu dominan. Sementara itu, Mbappe tampil konsisten dengan mencetak masing-masing dua gol saat menghadapi Senegal dan Irak, serta menyumbangkan dua assist ketika melawan Norwegia.

Legenda Swedia, Zlatan Ibrahimovic, mengakui kualitas lini depan Prancis yang dinilainya sangat berbahaya meski ketiganya belum mencapai performa puncak secara bersamaan.

“Tim ini komplet. Pemahaman mereka di lini depan cukup menakutkan karena mereka bermain sebagai satu kesatuan,” ujar Ibrahimovic yang menjadi pandit Piala Dunia 2026 di Fox Sports.

Baca Juga:  Duel Panas Brasil vs Jepang, Ancelotti Usung Misi Revans di Piala Dunia 2026

Swedia Kehilangan Isak Hien

Di kubu Swedia, sektor pertahanan masih menjadi perhatian utama. Kelemahan tersebut terlihat jelas ketika mereka kalah telak 1-5 dari Belanda pada laga fase grup.

Dalam pertandingan itu, tiga gol Belanda lahir melalui umpan silang mendatar yang gagal diantisipasi dengan baik oleh barisan pertahanan Swedia.

Bek tengah Isak Hien sempat menjadi sorotan usai laga tersebut. Kini, pemain Atalanta BC itu dipastikan mengakhiri kiprahnya di Piala Dunia 2026 lebih cepat setelah mengalami cedera hamstring saat menghadapi Jepang pada 26 Juni.

Asisten pelatih Swedia, Sebastian Larsson, mengakui menghentikan Mbappe dan Dembele bukan perkara mudah. Meski demikian, ia tetap optimistis timnya mampu memberikan perlawanan dan menciptakan kejutan.

“Kalau melihat ke belakang, kami pernah menyingkirkan tim yang lebih besar, meski kali ini lawannya Prancis,” kata Larsson kepada Reuters. (ka/dns/jpg)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari