EAST RUTHERFORD (RIAUPOS.CO) – Timnas Prancis membawa kepercayaan diri tinggi saat menghadapi Swedia pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium, East Rutherford, dini hari nanti. Les Bleus datang dengan catatan sempurna di fase grup, sedangkan Swedia masih dibayangi rapuhnya lini pertahanan.
Prancis menyapu bersih tiga pertandingan fase grup sekaligus menjadi salah satu tim paling produktif di turnamen dengan koleksi 10 gol.
Sebaliknya, Swedia melangkah ke fase gugur dengan pekerjaan rumah besar di sektor pertahanan. Blagult sudah kebobolan tujuh gol, menjadi salah satu tim dengan jumlah kebobolan terbanyak di antara seluruh peserta yang lolos ke babak 32 besar, bersama Norwegia dan Aljazair.
Perbedaan performa kedua tim membuat Prancis lebih diunggulkan pada pertandingan yang disiarkan langsung TVRI Nasional dan TVRI Sport mulai pukul 04.00 WIB.
Trio Lini Depan Belum Maksimal
Menariknya, produktivitas Prancis diyakini masih berpotensi meningkat. Pasalnya, trio lini depan yang dihuni Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, dan Michael Olise belum pernah tampil dalam performa terbaik secara bersamaan sepanjang fase grup.
Saat menghadapi Senegal pada 17 Juni lalu, Olise tampil menonjol sebagai motor serangan, sementara Dembele belum menunjukkan performa terbaiknya.
Sebaliknya, ketika Dembele mencetak hat-trick ke gawang Norwegia pada 27 Juni, kontribusi Olise tidak terlalu dominan. Sementara itu, Mbappe tampil konsisten dengan mencetak masing-masing dua gol saat menghadapi Senegal dan Irak, serta menyumbangkan dua assist ketika melawan Norwegia.
Legenda Swedia, Zlatan Ibrahimovic, mengakui kualitas lini depan Prancis yang dinilainya sangat berbahaya meski ketiganya belum mencapai performa puncak secara bersamaan.
“Tim ini komplet. Pemahaman mereka di lini depan cukup menakutkan karena mereka bermain sebagai satu kesatuan,” ujar Ibrahimovic yang menjadi pandit Piala Dunia 2026 di Fox Sports.
Swedia Kehilangan Isak Hien
Di kubu Swedia, sektor pertahanan masih menjadi perhatian utama. Kelemahan tersebut terlihat jelas ketika mereka kalah telak 1-5 dari Belanda pada laga fase grup.
Dalam pertandingan itu, tiga gol Belanda lahir melalui umpan silang mendatar yang gagal diantisipasi dengan baik oleh barisan pertahanan Swedia.
Bek tengah Isak Hien sempat menjadi sorotan usai laga tersebut. Kini, pemain Atalanta BC itu dipastikan mengakhiri kiprahnya di Piala Dunia 2026 lebih cepat setelah mengalami cedera hamstring saat menghadapi Jepang pada 26 Juni.
Asisten pelatih Swedia, Sebastian Larsson, mengakui menghentikan Mbappe dan Dembele bukan perkara mudah. Meski demikian, ia tetap optimistis timnya mampu memberikan perlawanan dan menciptakan kejutan.
“Kalau melihat ke belakang, kami pernah menyingkirkan tim yang lebih besar, meski kali ini lawannya Prancis,” kata Larsson kepada Reuters. (ka/dns/jpg)

