Selasa, 9 Juni 2026
- Advertisement -

Karhutla Kembali Terjadi di Inhil, Setengah Hektare Lahan Gambut di Tempuling Terbakar

TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Indragiri Hilir. Sebuah lahan gambut seluas sekitar 0,5 hektare di Dusun Harapan RT 013 RW 005 Desa Teluk Jira, Kecamatan Tempuling, dilaporkan terbakar dan sempat menghanguskan area semak belukar.

Peristiwa tersebut pertama kali terdeteksi melalui Dashboard Lancang Kuning yang memantau kemunculan titik panas (hotspot) di berbagai wilayah di Provinsi Riau.

Mendapatkan informasi tersebut, tim gabungan yang terdiri dari personel Polsek Tempuling, Koramil 03/Tempuling, Pemerintah Desa Teluk Jira, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta warga setempat langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan.

Kapolres Indragiri Hilir AKBP Farouk Oktora melalui Kapolsek Tempuling Iptu Delni Atma Saputra mengatakan, langkah cepat dilakukan guna memastikan keberadaan titik api sekaligus mencegah kebakaran meluas ke area sekitar.

Baca Juga:  Jual Sabu, Warga Tempuling Diamankan Polisi

“Setelah menerima informasi adanya hotspot, tim gabungan langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan pemadaman agar api tidak meluas,” ujarnya.

Menurut Delni, proses penanganan kebakaran menghadapi sejumlah kendala karena lokasi kejadian cukup jauh dari Mapolsek Tempuling, yakni sekitar 60 kilometer.

Selain medan yang harus ditempuh melalui kawasan hutan dan semak belukar, petugas juga mengalami kesulitan komunikasi akibat minimnya jaringan telekomunikasi di lokasi kebakaran.

“Hasil pengecekan menunjukkan area yang terbakar merupakan lahan gambut dataran rendah yang ditumbuhi semak belukar dengan luas sekitar 0,5 hektare,” jelasnya.

Setelah beberapa jam melakukan upaya pemadaman, tim gabungan akhirnya berhasil mengendalikan dan memadamkan api di lokasi kejadian.

Baca Juga:  Diskes Imbau Warga Kurangi Aktivitas di Luar Rumah

Untuk mengantisipasi munculnya titik api baru, petugas kemudian melanjutkan proses pendinginan guna memastikan tidak ada bara api yang masih tersimpan di bawah permukaan gambut.

Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian. Masyarakat juga diimbau agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena dapat memicu terjadinya karhutla yang lebih luas dan berdampak terhadap lingkungan maupun kesehatan masyarakat. (*2)

TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Indragiri Hilir. Sebuah lahan gambut seluas sekitar 0,5 hektare di Dusun Harapan RT 013 RW 005 Desa Teluk Jira, Kecamatan Tempuling, dilaporkan terbakar dan sempat menghanguskan area semak belukar.

Peristiwa tersebut pertama kali terdeteksi melalui Dashboard Lancang Kuning yang memantau kemunculan titik panas (hotspot) di berbagai wilayah di Provinsi Riau.

Mendapatkan informasi tersebut, tim gabungan yang terdiri dari personel Polsek Tempuling, Koramil 03/Tempuling, Pemerintah Desa Teluk Jira, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta warga setempat langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan.

Kapolres Indragiri Hilir AKBP Farouk Oktora melalui Kapolsek Tempuling Iptu Delni Atma Saputra mengatakan, langkah cepat dilakukan guna memastikan keberadaan titik api sekaligus mencegah kebakaran meluas ke area sekitar.

Baca Juga:  Korban Bajir di Limau Manis Terima Bantuan

“Setelah menerima informasi adanya hotspot, tim gabungan langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan pemadaman agar api tidak meluas,” ujarnya.

- Advertisement -

Menurut Delni, proses penanganan kebakaran menghadapi sejumlah kendala karena lokasi kejadian cukup jauh dari Mapolsek Tempuling, yakni sekitar 60 kilometer.

Selain medan yang harus ditempuh melalui kawasan hutan dan semak belukar, petugas juga mengalami kesulitan komunikasi akibat minimnya jaringan telekomunikasi di lokasi kebakaran.

- Advertisement -

“Hasil pengecekan menunjukkan area yang terbakar merupakan lahan gambut dataran rendah yang ditumbuhi semak belukar dengan luas sekitar 0,5 hektare,” jelasnya.

Setelah beberapa jam melakukan upaya pemadaman, tim gabungan akhirnya berhasil mengendalikan dan memadamkan api di lokasi kejadian.

Baca Juga:  Jual Sabu, Warga Tempuling Diamankan Polisi

Untuk mengantisipasi munculnya titik api baru, petugas kemudian melanjutkan proses pendinginan guna memastikan tidak ada bara api yang masih tersimpan di bawah permukaan gambut.

Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian. Masyarakat juga diimbau agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena dapat memicu terjadinya karhutla yang lebih luas dan berdampak terhadap lingkungan maupun kesehatan masyarakat. (*2)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Indragiri Hilir. Sebuah lahan gambut seluas sekitar 0,5 hektare di Dusun Harapan RT 013 RW 005 Desa Teluk Jira, Kecamatan Tempuling, dilaporkan terbakar dan sempat menghanguskan area semak belukar.

Peristiwa tersebut pertama kali terdeteksi melalui Dashboard Lancang Kuning yang memantau kemunculan titik panas (hotspot) di berbagai wilayah di Provinsi Riau.

Mendapatkan informasi tersebut, tim gabungan yang terdiri dari personel Polsek Tempuling, Koramil 03/Tempuling, Pemerintah Desa Teluk Jira, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta warga setempat langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan.

Kapolres Indragiri Hilir AKBP Farouk Oktora melalui Kapolsek Tempuling Iptu Delni Atma Saputra mengatakan, langkah cepat dilakukan guna memastikan keberadaan titik api sekaligus mencegah kebakaran meluas ke area sekitar.

Baca Juga:  Korban Bajir di Limau Manis Terima Bantuan

“Setelah menerima informasi adanya hotspot, tim gabungan langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan pemadaman agar api tidak meluas,” ujarnya.

Menurut Delni, proses penanganan kebakaran menghadapi sejumlah kendala karena lokasi kejadian cukup jauh dari Mapolsek Tempuling, yakni sekitar 60 kilometer.

Selain medan yang harus ditempuh melalui kawasan hutan dan semak belukar, petugas juga mengalami kesulitan komunikasi akibat minimnya jaringan telekomunikasi di lokasi kebakaran.

“Hasil pengecekan menunjukkan area yang terbakar merupakan lahan gambut dataran rendah yang ditumbuhi semak belukar dengan luas sekitar 0,5 hektare,” jelasnya.

Setelah beberapa jam melakukan upaya pemadaman, tim gabungan akhirnya berhasil mengendalikan dan memadamkan api di lokasi kejadian.

Baca Juga:  Benur Senilai Rp20 Miliar Hendak Diseludupkan ke LN

Untuk mengantisipasi munculnya titik api baru, petugas kemudian melanjutkan proses pendinginan guna memastikan tidak ada bara api yang masih tersimpan di bawah permukaan gambut.

Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian. Masyarakat juga diimbau agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena dapat memicu terjadinya karhutla yang lebih luas dan berdampak terhadap lingkungan maupun kesehatan masyarakat. (*2)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari