Sabtu, 13 Juni 2026
- Advertisement -

Kasus DBD di Bengkalis Capai 349, Kembung Luar Minta Penanganan Cepat

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) — Perubahan cuaca yang berlangsung dalam beberapa pekan terakhir meningkatkan risiko penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Bengkalis. Bahkan, tiga warga Desa Kembung Luar, Kecamatan Bantan, dilaporkan terinfeksi DBD dan sempat menjalani perawatan di RSUD Bengkalis.

Kondisi cuaca yang kerap berganti antara hujan dan panas terik dinilai menjadi faktor yang mendukung berkembang biaknya nyamuk penyebab DBD. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkalis, jumlah kasus DBD selama periode Januari hingga Mei 2026 telah mencapai 349 kasus.

Di Desa Kembung Luar, masyarakat mengaku khawatir karena hingga kini belum ada penanganan khusus yang dilakukan pihak terkait. Warga takut jumlah penderita akan terus bertambah jika langkah pencegahan tidak segera dilakukan.

Salah seorang warga Desa Kembung Luar, Ahban, mengatakan dalam sepekan terakhir sudah ada tiga warga yang terjangkit DBD dan harus mendapatkan perawatan di RSUD Bengkalis.

“Ya, sudah ada tiga orang yang terserang DBD dan sudah dirawat di RSUD Bengkalis. Bahkan anak saya baru pulang dari RSUD, dirawat karena terserang DBD,” ujarnya, Jumat (12/6/2026).

Menurutnya, situasi tersebut perlu mendapat perhatian serius karena dapat mengancam keselamatan warga apabila penyebaran penyakit terus meningkat.

Karena itu, masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Dinas Kesehatan segera turun ke lapangan untuk memberikan edukasi terkait bahaya DBD sekaligus melakukan langkah pencegahan seperti fogging maupun pembagian bubuk Abate.

Baca Juga:  Lagi, Harimau Teror Warga Tasik Tebing Serai

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Irawadi, mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak perubahan cuaca yang terjadi saat ini.

Ia menjelaskan, perubahan cuaca yang berlangsung cepat dapat memengaruhi kondisi tubuh dan menyebabkan daya tahan tubuh menjadi lebih rentan terhadap berbagai penyakit.

“Perubahan cuaca yang cepat membuat daya tahan tubuh menjadi lebih rentan. Kami mengimbau masyarakat untuk lebih menjaga kesehatan, memperhatikan kebersihan lingkungan, serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari,” kata Irawadi, Jumat (12/6/2026).

Menurutnya, cuaca yang tidak menentu berpotensi memicu berbagai gangguan kesehatan, mulai dari influenza, demam, batuk pilek, dan diare hingga penyakit yang ditularkan melalui nyamuk seperti DBD.

Untuk menjaga kondisi tubuh tetap prima, masyarakat diimbau menerapkan pola makan bergizi seimbang, memperbanyak konsumsi air putih, rutin berolahraga, serta mencukupi waktu istirahat agar sistem kekebalan tubuh tetap terjaga.

Irawadi juga mengingatkan masyarakat agar tidak menunda pemeriksaan kesehatan apabila mengalami gejala penyakit yang tidak kunjung membaik.

“Kami juga mengingatkan masyarakat agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala penyakit yang tidak kunjung membaik. Penanganan dini sangat penting untuk mencegah kondisi yang lebih serius,” ujarnya.

Selain menjaga kesehatan pribadi, Dinkes Bengkalis menekankan pentingnya pencegahan berbasis lingkungan, terutama untuk mengantisipasi peningkatan kasus DBD di tengah kondisi cuaca yang masih sering diguyur hujan.

Baca Juga:  Keroyok Satpam PT PCR, Pengangguran Ditangkap

Masyarakat diminta rutin melaksanakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah penyimpanan air, serta mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

“Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan. Dengan langkah-langkah sederhana seperti menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan PSN secara rutin, risiko penyebaran penyakit dapat diminimalkan,” katanya.

Dinkes Bengkalis memastikan seluruh puskesmas dan fasilitas pelayanan kesehatan di daerah tersebut tetap siaga memberikan pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, edukasi kesehatan terus ditingkatkan sebagai langkah antisipasi menghadapi dampak perubahan cuaca.

Berdasarkan data Dinkes Kabupaten Bengkalis, Kecamatan Bengkalis menjadi wilayah dengan jumlah kasus DBD tertinggi selama Januari-Mei 2026, yakni 110 kasus. Posisi berikutnya ditempati Kecamatan Mandau dengan 67 kasus, Kecamatan Bantan 43 kasus, Kecamatan Bathin Solapan 39 kasus, Kecamatan Rupat 29 kasus, Kecamatan Siak Kecil 21 kasus, serta Kecamatan Bukit Batu 18 kasus.

Dengan tingginya angka kasus tersebut, masyarakat diminta tidak mengabaikan perubahan cuaca yang terjadi dan terus meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah penyebaran penyakit di lingkungan masing-masing.

“Kesehatan adalah tanggung jawab bersama. Jika masyarakat disiplin menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup sehat, maka risiko penyakit akibat perubahan cuaca maupun DBD dapat ditekan,” tutup Irawadi.

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) — Perubahan cuaca yang berlangsung dalam beberapa pekan terakhir meningkatkan risiko penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Bengkalis. Bahkan, tiga warga Desa Kembung Luar, Kecamatan Bantan, dilaporkan terinfeksi DBD dan sempat menjalani perawatan di RSUD Bengkalis.

Kondisi cuaca yang kerap berganti antara hujan dan panas terik dinilai menjadi faktor yang mendukung berkembang biaknya nyamuk penyebab DBD. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkalis, jumlah kasus DBD selama periode Januari hingga Mei 2026 telah mencapai 349 kasus.

Di Desa Kembung Luar, masyarakat mengaku khawatir karena hingga kini belum ada penanganan khusus yang dilakukan pihak terkait. Warga takut jumlah penderita akan terus bertambah jika langkah pencegahan tidak segera dilakukan.

Salah seorang warga Desa Kembung Luar, Ahban, mengatakan dalam sepekan terakhir sudah ada tiga warga yang terjangkit DBD dan harus mendapatkan perawatan di RSUD Bengkalis.

“Ya, sudah ada tiga orang yang terserang DBD dan sudah dirawat di RSUD Bengkalis. Bahkan anak saya baru pulang dari RSUD, dirawat karena terserang DBD,” ujarnya, Jumat (12/6/2026).

- Advertisement -

Menurutnya, situasi tersebut perlu mendapat perhatian serius karena dapat mengancam keselamatan warga apabila penyebaran penyakit terus meningkat.

Karena itu, masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Dinas Kesehatan segera turun ke lapangan untuk memberikan edukasi terkait bahaya DBD sekaligus melakukan langkah pencegahan seperti fogging maupun pembagian bubuk Abate.

- Advertisement -
Baca Juga:  Pujasera Pantai Selatbaru Tak Kunjung Difungsikan

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Irawadi, mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak perubahan cuaca yang terjadi saat ini.

Ia menjelaskan, perubahan cuaca yang berlangsung cepat dapat memengaruhi kondisi tubuh dan menyebabkan daya tahan tubuh menjadi lebih rentan terhadap berbagai penyakit.

“Perubahan cuaca yang cepat membuat daya tahan tubuh menjadi lebih rentan. Kami mengimbau masyarakat untuk lebih menjaga kesehatan, memperhatikan kebersihan lingkungan, serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari,” kata Irawadi, Jumat (12/6/2026).

Menurutnya, cuaca yang tidak menentu berpotensi memicu berbagai gangguan kesehatan, mulai dari influenza, demam, batuk pilek, dan diare hingga penyakit yang ditularkan melalui nyamuk seperti DBD.

Untuk menjaga kondisi tubuh tetap prima, masyarakat diimbau menerapkan pola makan bergizi seimbang, memperbanyak konsumsi air putih, rutin berolahraga, serta mencukupi waktu istirahat agar sistem kekebalan tubuh tetap terjaga.

Irawadi juga mengingatkan masyarakat agar tidak menunda pemeriksaan kesehatan apabila mengalami gejala penyakit yang tidak kunjung membaik.

“Kami juga mengingatkan masyarakat agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala penyakit yang tidak kunjung membaik. Penanganan dini sangat penting untuk mencegah kondisi yang lebih serius,” ujarnya.

Selain menjaga kesehatan pribadi, Dinkes Bengkalis menekankan pentingnya pencegahan berbasis lingkungan, terutama untuk mengantisipasi peningkatan kasus DBD di tengah kondisi cuaca yang masih sering diguyur hujan.

Baca Juga:  Kasus DBD, Balita Dua Tahun Meninggal Dunia

Masyarakat diminta rutin melaksanakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah penyimpanan air, serta mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

“Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan. Dengan langkah-langkah sederhana seperti menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan PSN secara rutin, risiko penyebaran penyakit dapat diminimalkan,” katanya.

Dinkes Bengkalis memastikan seluruh puskesmas dan fasilitas pelayanan kesehatan di daerah tersebut tetap siaga memberikan pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, edukasi kesehatan terus ditingkatkan sebagai langkah antisipasi menghadapi dampak perubahan cuaca.

Berdasarkan data Dinkes Kabupaten Bengkalis, Kecamatan Bengkalis menjadi wilayah dengan jumlah kasus DBD tertinggi selama Januari-Mei 2026, yakni 110 kasus. Posisi berikutnya ditempati Kecamatan Mandau dengan 67 kasus, Kecamatan Bantan 43 kasus, Kecamatan Bathin Solapan 39 kasus, Kecamatan Rupat 29 kasus, Kecamatan Siak Kecil 21 kasus, serta Kecamatan Bukit Batu 18 kasus.

Dengan tingginya angka kasus tersebut, masyarakat diminta tidak mengabaikan perubahan cuaca yang terjadi dan terus meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah penyebaran penyakit di lingkungan masing-masing.

“Kesehatan adalah tanggung jawab bersama. Jika masyarakat disiplin menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup sehat, maka risiko penyakit akibat perubahan cuaca maupun DBD dapat ditekan,” tutup Irawadi.

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) — Perubahan cuaca yang berlangsung dalam beberapa pekan terakhir meningkatkan risiko penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Bengkalis. Bahkan, tiga warga Desa Kembung Luar, Kecamatan Bantan, dilaporkan terinfeksi DBD dan sempat menjalani perawatan di RSUD Bengkalis.

Kondisi cuaca yang kerap berganti antara hujan dan panas terik dinilai menjadi faktor yang mendukung berkembang biaknya nyamuk penyebab DBD. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkalis, jumlah kasus DBD selama periode Januari hingga Mei 2026 telah mencapai 349 kasus.

Di Desa Kembung Luar, masyarakat mengaku khawatir karena hingga kini belum ada penanganan khusus yang dilakukan pihak terkait. Warga takut jumlah penderita akan terus bertambah jika langkah pencegahan tidak segera dilakukan.

Salah seorang warga Desa Kembung Luar, Ahban, mengatakan dalam sepekan terakhir sudah ada tiga warga yang terjangkit DBD dan harus mendapatkan perawatan di RSUD Bengkalis.

“Ya, sudah ada tiga orang yang terserang DBD dan sudah dirawat di RSUD Bengkalis. Bahkan anak saya baru pulang dari RSUD, dirawat karena terserang DBD,” ujarnya, Jumat (12/6/2026).

Menurutnya, situasi tersebut perlu mendapat perhatian serius karena dapat mengancam keselamatan warga apabila penyebaran penyakit terus meningkat.

Karena itu, masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Dinas Kesehatan segera turun ke lapangan untuk memberikan edukasi terkait bahaya DBD sekaligus melakukan langkah pencegahan seperti fogging maupun pembagian bubuk Abate.

Baca Juga:  Alamaaak! Panas Bedengkang

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Irawadi, mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak perubahan cuaca yang terjadi saat ini.

Ia menjelaskan, perubahan cuaca yang berlangsung cepat dapat memengaruhi kondisi tubuh dan menyebabkan daya tahan tubuh menjadi lebih rentan terhadap berbagai penyakit.

“Perubahan cuaca yang cepat membuat daya tahan tubuh menjadi lebih rentan. Kami mengimbau masyarakat untuk lebih menjaga kesehatan, memperhatikan kebersihan lingkungan, serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari,” kata Irawadi, Jumat (12/6/2026).

Menurutnya, cuaca yang tidak menentu berpotensi memicu berbagai gangguan kesehatan, mulai dari influenza, demam, batuk pilek, dan diare hingga penyakit yang ditularkan melalui nyamuk seperti DBD.

Untuk menjaga kondisi tubuh tetap prima, masyarakat diimbau menerapkan pola makan bergizi seimbang, memperbanyak konsumsi air putih, rutin berolahraga, serta mencukupi waktu istirahat agar sistem kekebalan tubuh tetap terjaga.

Irawadi juga mengingatkan masyarakat agar tidak menunda pemeriksaan kesehatan apabila mengalami gejala penyakit yang tidak kunjung membaik.

“Kami juga mengingatkan masyarakat agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala penyakit yang tidak kunjung membaik. Penanganan dini sangat penting untuk mencegah kondisi yang lebih serius,” ujarnya.

Selain menjaga kesehatan pribadi, Dinkes Bengkalis menekankan pentingnya pencegahan berbasis lingkungan, terutama untuk mengantisipasi peningkatan kasus DBD di tengah kondisi cuaca yang masih sering diguyur hujan.

Baca Juga:  Banjir Bandang di Limapuluh Kota, Padang Terendam

Masyarakat diminta rutin melaksanakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah penyimpanan air, serta mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

“Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan. Dengan langkah-langkah sederhana seperti menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan PSN secara rutin, risiko penyebaran penyakit dapat diminimalkan,” katanya.

Dinkes Bengkalis memastikan seluruh puskesmas dan fasilitas pelayanan kesehatan di daerah tersebut tetap siaga memberikan pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, edukasi kesehatan terus ditingkatkan sebagai langkah antisipasi menghadapi dampak perubahan cuaca.

Berdasarkan data Dinkes Kabupaten Bengkalis, Kecamatan Bengkalis menjadi wilayah dengan jumlah kasus DBD tertinggi selama Januari-Mei 2026, yakni 110 kasus. Posisi berikutnya ditempati Kecamatan Mandau dengan 67 kasus, Kecamatan Bantan 43 kasus, Kecamatan Bathin Solapan 39 kasus, Kecamatan Rupat 29 kasus, Kecamatan Siak Kecil 21 kasus, serta Kecamatan Bukit Batu 18 kasus.

Dengan tingginya angka kasus tersebut, masyarakat diminta tidak mengabaikan perubahan cuaca yang terjadi dan terus meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah penyebaran penyakit di lingkungan masing-masing.

“Kesehatan adalah tanggung jawab bersama. Jika masyarakat disiplin menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup sehat, maka risiko penyakit akibat perubahan cuaca maupun DBD dapat ditekan,” tutup Irawadi.

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari