RIAUPOS.CO – Guna menjaga fungsional jalan nasional di ruas Pekanbaru-Padang, Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Riau terus mempercepat proses perbaikan di sejumlah titik jalan penghubung Provinsi Riau dan Sumatera Barat (Sumbar).
Kepala BPJN Riau Yohanis Tulak Todingrara melalui PPK 1.4 BPJN Riau, Afdirman Jufri, mengatakan saat ini terdapat sekitar 10 titik di ruas Jalan Pekanbaru-Padang yang masih dalam tahap pengerjaan.
“Untuk menjaga fungsional jalan, kami melakukan perbaikan di ruas Jalan Lintas Pekanbaru-Padang, mulai dari Jalan HR Soebrantas hingga perbatasan Sumbar,” ujarnya.
Ia menjelaskan, metode perbaikan yang dilakukan disesuaikan dengan kondisi kerusakan jalan di lapangan. Sejumlah titik diperbaiki menggunakan metode tambal sulam, sementara titik lainnya dilakukan overlay karena tingkat kerusakannya sudah cukup berat.
“Dari 10 titik ruas jalan yang diperbaiki, delapan titik dilakukan overlay dan dua titik lainnya menggunakan metode tambal sulam,” jelasnya.
Selama proses pengerjaan berlangsung, masyarakat pengguna jalan diimbau untuk lebih berhati-hati saat melintas. Pengendara juga diminta memperhatikan rambu-rambu yang telah dipasang di sekitar lokasi perbaikan.
Pasalnya, ruas Jalan Pekanbaru-Padang merupakan jalur yang cukup padat dilalui kendaraan, dengan kecepatan kendaraan yang relatif tinggi.
“Pengendara kami imbau untuk berhati-hati ketika melintasi jalan Pekanbaru-Padang ini. Kami juga sudah memasang rambu-rambu selama proses perbaikan berlangsung,” tambahnya. (sol)
RIAUPOS.CO – Guna menjaga fungsional jalan nasional di ruas Pekanbaru-Padang, Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Riau terus mempercepat proses perbaikan di sejumlah titik jalan penghubung Provinsi Riau dan Sumatera Barat (Sumbar).
Kepala BPJN Riau Yohanis Tulak Todingrara melalui PPK 1.4 BPJN Riau, Afdirman Jufri, mengatakan saat ini terdapat sekitar 10 titik di ruas Jalan Pekanbaru-Padang yang masih dalam tahap pengerjaan.
“Untuk menjaga fungsional jalan, kami melakukan perbaikan di ruas Jalan Lintas Pekanbaru-Padang, mulai dari Jalan HR Soebrantas hingga perbatasan Sumbar,” ujarnya.
Ia menjelaskan, metode perbaikan yang dilakukan disesuaikan dengan kondisi kerusakan jalan di lapangan. Sejumlah titik diperbaiki menggunakan metode tambal sulam, sementara titik lainnya dilakukan overlay karena tingkat kerusakannya sudah cukup berat.
“Dari 10 titik ruas jalan yang diperbaiki, delapan titik dilakukan overlay dan dua titik lainnya menggunakan metode tambal sulam,” jelasnya.
Selama proses pengerjaan berlangsung, masyarakat pengguna jalan diimbau untuk lebih berhati-hati saat melintas. Pengendara juga diminta memperhatikan rambu-rambu yang telah dipasang di sekitar lokasi perbaikan.
Pasalnya, ruas Jalan Pekanbaru-Padang merupakan jalur yang cukup padat dilalui kendaraan, dengan kecepatan kendaraan yang relatif tinggi.
“Pengendara kami imbau untuk berhati-hati ketika melintasi jalan Pekanbaru-Padang ini. Kami juga sudah memasang rambu-rambu selama proses perbaikan berlangsung,” tambahnya. (sol)