Rabu, 20 Mei 2026
- Advertisement -

Putin Takut Barat Ingin Tampung Warga Afghanistan di Asia Tengah

MOSKOW (RIAUPOS.CO) – Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengkritik negara-negara Barat yang berusaha mencari tempat penampungan sementara bagi pengungsi Afghanistan di negara-negara Asia Tengah.

Putin khawatir karena saat ini, tak ada pembatasan visa antara Rusia dan sekutu Asia Tengah-nya. Rusia pun waswas akan muncul kelompok milisi yang datang ke Rusia dengan kedok sebagai pengungsi.

"Kami tidak ingin milisi yang menyamar sebagai pengungsi muncul di sini (Rusia) lagi. Kami akan melakukan segalanya, khususnya berhubungan dengan mitra Barat kami, untuk memastikan stabilitas di Afghanistan," ujar Putin, seperti dilansir TASS.

Ia melandaskan kekhawatirannya ini pada sejumlah fakta sejarah pada 1990-an hingga pertengahan 2000-an, ketika sejumlah milisi menyamar sebagai pengungsi dan menimbulkan pertikaian di daerah Kaukasus, Rusia.

Baca Juga:  Air Terjun dan Budaya Nan Eksotis

"Kami tidak ingin mengulangi bahkan sebagian, apa yang kami alami di tahun 90-an, ketika ada permusuhan di Kaukus utara," kata Putin dalam pertemuan pejabat Tinggi Partai Bersatu, dikutip Associated Press.

Putin menegaskan kembali bahwa Rusia tak membutuhkan kelompok milisi seperti itu di wilayahnya, baik dari Afghanistan maupun dari negara lain.

Mereka takut ketika Taliban memimpin, sistem pemerintahan yang fundamentalis seperti pada tahun 1996-2001 kembali diterapkan. Pembatasan super ketat dilakukan, hak-hak asasi manusia dilanggar, dan perempuan tak lagi mendapat kebebasan.

Namun, kali ini, Taliban mengklaim akan membentuk pemerintahan yang terbuka dan moderat dengan melibatkan pemerintahan sebelumnya serta perempuan.

Meski demikian, banyak pihak skeptis akan pernyataan Taliban, mulai dari penduduk lokal hingga komunitas internasional.

Baca Juga:  Larangan Arus Balik Ditambah Satu Pekan

Sumber: TASS/News/Associated Press.
Editor: Hary B Koriun

MOSKOW (RIAUPOS.CO) – Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengkritik negara-negara Barat yang berusaha mencari tempat penampungan sementara bagi pengungsi Afghanistan di negara-negara Asia Tengah.

Putin khawatir karena saat ini, tak ada pembatasan visa antara Rusia dan sekutu Asia Tengah-nya. Rusia pun waswas akan muncul kelompok milisi yang datang ke Rusia dengan kedok sebagai pengungsi.

"Kami tidak ingin milisi yang menyamar sebagai pengungsi muncul di sini (Rusia) lagi. Kami akan melakukan segalanya, khususnya berhubungan dengan mitra Barat kami, untuk memastikan stabilitas di Afghanistan," ujar Putin, seperti dilansir TASS.

Ia melandaskan kekhawatirannya ini pada sejumlah fakta sejarah pada 1990-an hingga pertengahan 2000-an, ketika sejumlah milisi menyamar sebagai pengungsi dan menimbulkan pertikaian di daerah Kaukasus, Rusia.

Baca Juga:  ASN dan TKPK Harus Vaksinasi Covid-19

"Kami tidak ingin mengulangi bahkan sebagian, apa yang kami alami di tahun 90-an, ketika ada permusuhan di Kaukus utara," kata Putin dalam pertemuan pejabat Tinggi Partai Bersatu, dikutip Associated Press.

- Advertisement -

Putin menegaskan kembali bahwa Rusia tak membutuhkan kelompok milisi seperti itu di wilayahnya, baik dari Afghanistan maupun dari negara lain.

Mereka takut ketika Taliban memimpin, sistem pemerintahan yang fundamentalis seperti pada tahun 1996-2001 kembali diterapkan. Pembatasan super ketat dilakukan, hak-hak asasi manusia dilanggar, dan perempuan tak lagi mendapat kebebasan.

- Advertisement -

Namun, kali ini, Taliban mengklaim akan membentuk pemerintahan yang terbuka dan moderat dengan melibatkan pemerintahan sebelumnya serta perempuan.

Meski demikian, banyak pihak skeptis akan pernyataan Taliban, mulai dari penduduk lokal hingga komunitas internasional.

Baca Juga:  Air Terjun dan Budaya Nan Eksotis

Sumber: TASS/News/Associated Press.
Editor: Hary B Koriun

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

MOSKOW (RIAUPOS.CO) – Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengkritik negara-negara Barat yang berusaha mencari tempat penampungan sementara bagi pengungsi Afghanistan di negara-negara Asia Tengah.

Putin khawatir karena saat ini, tak ada pembatasan visa antara Rusia dan sekutu Asia Tengah-nya. Rusia pun waswas akan muncul kelompok milisi yang datang ke Rusia dengan kedok sebagai pengungsi.

"Kami tidak ingin milisi yang menyamar sebagai pengungsi muncul di sini (Rusia) lagi. Kami akan melakukan segalanya, khususnya berhubungan dengan mitra Barat kami, untuk memastikan stabilitas di Afghanistan," ujar Putin, seperti dilansir TASS.

Ia melandaskan kekhawatirannya ini pada sejumlah fakta sejarah pada 1990-an hingga pertengahan 2000-an, ketika sejumlah milisi menyamar sebagai pengungsi dan menimbulkan pertikaian di daerah Kaukasus, Rusia.

Baca Juga:  "Hospital Playlist 2" Happy Ending

"Kami tidak ingin mengulangi bahkan sebagian, apa yang kami alami di tahun 90-an, ketika ada permusuhan di Kaukus utara," kata Putin dalam pertemuan pejabat Tinggi Partai Bersatu, dikutip Associated Press.

Putin menegaskan kembali bahwa Rusia tak membutuhkan kelompok milisi seperti itu di wilayahnya, baik dari Afghanistan maupun dari negara lain.

Mereka takut ketika Taliban memimpin, sistem pemerintahan yang fundamentalis seperti pada tahun 1996-2001 kembali diterapkan. Pembatasan super ketat dilakukan, hak-hak asasi manusia dilanggar, dan perempuan tak lagi mendapat kebebasan.

Namun, kali ini, Taliban mengklaim akan membentuk pemerintahan yang terbuka dan moderat dengan melibatkan pemerintahan sebelumnya serta perempuan.

Meski demikian, banyak pihak skeptis akan pernyataan Taliban, mulai dari penduduk lokal hingga komunitas internasional.

Baca Juga:  Kawasan Hutan Kota Terus Dibenahi

Sumber: TASS/News/Associated Press.
Editor: Hary B Koriun

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari