Kamis, 25 Juni 2026
- Advertisement -

Lapak PKL di Pekanbaru Ditertibkan, Trotoar Kembali untuk Pejalan Kaki

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Satpol PP bersama pihak Kecamatan Sail melakukan penertiban puluhan lapak pedagang kaki lima (PKL) di sejumlah ruas jalan sejak Senin (27/4) malam hingga Selasa (28/4) dini hari.

Penertiban dilakukan di kawasan Jalan Ronggowarsito, Jalan Pattimura, dan Jalan WR Supratman yang selama ini dipenuhi lapak pedagang dan dinilai mengganggu ketertiban umum.

Camat Sail, Media Nova SSos MSi, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan tindak lanjut dari surat peringatan yang sebelumnya telah diberikan kepada para pedagang.

Menurutnya, banyak PKL yang memanfaatkan trotoar tidak hanya untuk berjualan, tetapi juga sebagai tempat menyimpan peralatan secara permanen setelah aktivitas selesai.

Baca Juga:  Bakal Calon Rektor Unri, Prof Jimmi Copriady Usung Kolaborasi dan Inovasi Kampus

Kondisi tersebut menyebabkan jalur pedestrian yang seharusnya diperuntukkan bagi pejalan kaki berubah fungsi, bahkan menimbulkan kesan kumuh di lingkungan sekitar.

Ia menambahkan, lokasi penertiban berada di kawasan yang berdekatan dengan sekolah, rumah ibadah, serta perkantoran pemerintah sehingga perlu dijaga kebersihan dan kerapihannya.

Media Nova menyebutkan, penertiban dilakukan setelah upaya persuasif seperti teguran lisan dan surat peringatan tidak sepenuhnya diindahkan oleh para pedagang.

Fokus utama dalam kegiatan ini adalah menertibkan kebiasaan meninggalkan gerobak, meja, kursi, hingga terpal di lokasi berjualan setelah jam operasional berakhir.

Ia menegaskan bahwa meskipun terdapat zona hijau untuk PKL, hal tersebut tidak berarti kawasan tersebut dapat dijadikan tempat penyimpanan barang secara permanen.

Baca Juga:  DPRD Pekanbaru Bertemu Pj Wako Muflihun Bahas Tiga Hal

Sementara itu, Kasatpol PP Pekanbaru, Desheriyanto, menyampaikan bahwa penertiban tetap harus dilakukan demi menjaga kenyamanan masyarakat, khususnya pejalan kaki.

Ia menegaskan bahwa pedagang diperbolehkan berjualan sesuai aturan waktu yang ditetapkan, namun tidak diperkenankan membangun lapak permanen di trotoar.

Pemerintah berharap melalui penertiban ini, fungsi fasilitas publik dapat kembali optimal dan lingkungan kota tetap terjaga rapi serta nyaman bagi seluruh masyarakat.(ayi)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Satpol PP bersama pihak Kecamatan Sail melakukan penertiban puluhan lapak pedagang kaki lima (PKL) di sejumlah ruas jalan sejak Senin (27/4) malam hingga Selasa (28/4) dini hari.

Penertiban dilakukan di kawasan Jalan Ronggowarsito, Jalan Pattimura, dan Jalan WR Supratman yang selama ini dipenuhi lapak pedagang dan dinilai mengganggu ketertiban umum.

Camat Sail, Media Nova SSos MSi, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan tindak lanjut dari surat peringatan yang sebelumnya telah diberikan kepada para pedagang.

Menurutnya, banyak PKL yang memanfaatkan trotoar tidak hanya untuk berjualan, tetapi juga sebagai tempat menyimpan peralatan secara permanen setelah aktivitas selesai.

Baca Juga:  Kinerja Penelitian Dosen IBT Pelita Indonesia Naik Kelas

Kondisi tersebut menyebabkan jalur pedestrian yang seharusnya diperuntukkan bagi pejalan kaki berubah fungsi, bahkan menimbulkan kesan kumuh di lingkungan sekitar.

- Advertisement -

Ia menambahkan, lokasi penertiban berada di kawasan yang berdekatan dengan sekolah, rumah ibadah, serta perkantoran pemerintah sehingga perlu dijaga kebersihan dan kerapihannya.

Media Nova menyebutkan, penertiban dilakukan setelah upaya persuasif seperti teguran lisan dan surat peringatan tidak sepenuhnya diindahkan oleh para pedagang.

- Advertisement -

Fokus utama dalam kegiatan ini adalah menertibkan kebiasaan meninggalkan gerobak, meja, kursi, hingga terpal di lokasi berjualan setelah jam operasional berakhir.

Ia menegaskan bahwa meskipun terdapat zona hijau untuk PKL, hal tersebut tidak berarti kawasan tersebut dapat dijadikan tempat penyimpanan barang secara permanen.

Baca Juga:  Festival Tring! Pegadaian Hadir di Pekanbaru, Bertabur Bintang dan Promo Emas

Sementara itu, Kasatpol PP Pekanbaru, Desheriyanto, menyampaikan bahwa penertiban tetap harus dilakukan demi menjaga kenyamanan masyarakat, khususnya pejalan kaki.

Ia menegaskan bahwa pedagang diperbolehkan berjualan sesuai aturan waktu yang ditetapkan, namun tidak diperkenankan membangun lapak permanen di trotoar.

Pemerintah berharap melalui penertiban ini, fungsi fasilitas publik dapat kembali optimal dan lingkungan kota tetap terjaga rapi serta nyaman bagi seluruh masyarakat.(ayi)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Satpol PP bersama pihak Kecamatan Sail melakukan penertiban puluhan lapak pedagang kaki lima (PKL) di sejumlah ruas jalan sejak Senin (27/4) malam hingga Selasa (28/4) dini hari.

Penertiban dilakukan di kawasan Jalan Ronggowarsito, Jalan Pattimura, dan Jalan WR Supratman yang selama ini dipenuhi lapak pedagang dan dinilai mengganggu ketertiban umum.

Camat Sail, Media Nova SSos MSi, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan tindak lanjut dari surat peringatan yang sebelumnya telah diberikan kepada para pedagang.

Menurutnya, banyak PKL yang memanfaatkan trotoar tidak hanya untuk berjualan, tetapi juga sebagai tempat menyimpan peralatan secara permanen setelah aktivitas selesai.

Baca Juga:  Razia Pajak Kendaraan di Pekanbaru, Pengendara Menunggak Langsung Ditindak

Kondisi tersebut menyebabkan jalur pedestrian yang seharusnya diperuntukkan bagi pejalan kaki berubah fungsi, bahkan menimbulkan kesan kumuh di lingkungan sekitar.

Ia menambahkan, lokasi penertiban berada di kawasan yang berdekatan dengan sekolah, rumah ibadah, serta perkantoran pemerintah sehingga perlu dijaga kebersihan dan kerapihannya.

Media Nova menyebutkan, penertiban dilakukan setelah upaya persuasif seperti teguran lisan dan surat peringatan tidak sepenuhnya diindahkan oleh para pedagang.

Fokus utama dalam kegiatan ini adalah menertibkan kebiasaan meninggalkan gerobak, meja, kursi, hingga terpal di lokasi berjualan setelah jam operasional berakhir.

Ia menegaskan bahwa meskipun terdapat zona hijau untuk PKL, hal tersebut tidak berarti kawasan tersebut dapat dijadikan tempat penyimpanan barang secara permanen.

Baca Juga:  Jalan Sukakarya Rusak, saat Banjir Tergenang

Sementara itu, Kasatpol PP Pekanbaru, Desheriyanto, menyampaikan bahwa penertiban tetap harus dilakukan demi menjaga kenyamanan masyarakat, khususnya pejalan kaki.

Ia menegaskan bahwa pedagang diperbolehkan berjualan sesuai aturan waktu yang ditetapkan, namun tidak diperkenankan membangun lapak permanen di trotoar.

Pemerintah berharap melalui penertiban ini, fungsi fasilitas publik dapat kembali optimal dan lingkungan kota tetap terjaga rapi serta nyaman bagi seluruh masyarakat.(ayi)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari