Jumat, 29 Mei 2026
- Advertisement -

10 Titik Penukaran Sampah Disiapkan di Pekanbaru, Warga Bisa Ubah Sampah Jadi Uang

PEKANBARU (RIAUPOS.CO)Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menghadirkan program penukaran sampah menjadi uang bagi masyarakat. Melalui program ini, warga dapat membawa sampah yang masih memiliki nilai ekonomi ke 10 titik drop point yang telah disediakan di berbagai lokasi di Kota Pekanbaru.

Wali Kota Pekanbaru H Agung Nugroho SE MM mengatakan, program tersebut menjadi langkah inovatif pemerintah kota dalam mengurangi volume sampah sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola limbah rumah tangga.

Program ini dijalankan melalui kerja sama dengan Rekosistem, perusahaan teknologi yang bergerak di bidang pengelolaan sampah dan pemulihan material yang berkembang pesat di Indonesia.

Melalui sistem tersebut, masyarakat dapat menukarkan sejumlah jenis sampah bernilai ekonomi menjadi uang. Menurut Agung, program ini menjadi salah satu langkah konkret Pemko Pekanbaru untuk mengatasi persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan di kota tersebut.

Baca Juga:  BNN Tangkap Tiga Jaringan Pengedar Narkoba

“Ini salah satu upaya Pemko Pekanbaru untuk mengatasi persoalan sampah. Masyarakat tidak hanya membuang sampah, tetapi juga bisa memperoleh nilai ekonomi dari sampah yang mereka kumpulkan,” ujar Agung, Sabtu (7/3).

Ia menjelaskan, masyarakat yang ingin memanfaatkan layanan ini harus terlebih dahulu mengunduh aplikasi Rekosistem melalui ponsel. Setelah itu, pengguna membuat akun sebelum menukarkan sampah di lokasi drop point yang tersedia.

Jenis sampah yang dapat ditukarkan juga cukup beragam. Mulai dari plastik dan botol plastik, botol kaca, minyak jelantah, kertas atau kardus, logam, hingga barang elektronik bekas.

Agung menegaskan, seluruh fasilitas dalam program tersebut tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Seluruh pembiayaan ditanggung oleh pihak ketiga, yakni Rekosistem.

“Semua fasilitas ini tidak menggunakan APBD. Seluruhnya ditanggung oleh pihak ketiga, yakni Rekosistem. Jadi sistemnya berjalan secara digital dan terintegrasi,” jelasnya.

Baca Juga:  Semarak Anniversary ke-7, The Zuri Hotel Ajak Mitra dan Tamu Donor Darah

Selain menyediakan lokasi drop point, Rekosistem juga akan menghadirkan fasilitas pengolahan sampah sehingga seluruh proses pengelolaan dapat berjalan berbasis sistem.

Program ini bahkan disebut sebagai yang pertama di Sumatera yang menyediakan fasilitas penukaran sampah menjadi uang berbasis aplikasi dengan jaringan drop point di sejumlah lokasi strategis kota.

Adapun 10 lokasi drop point penukaran sampah tersebut berada di RTH Putri Kaca Mayang, area dekat Wisata Alam Mayang, area dekat Universitas Riau Kampus Panam, TRC Pekanbaru Aman 112, depan Ramayana STC, Mal Pelayanan Publik (MPP) Pekanbaru, Stadion Utama Riau, taman dekat MPP, Pasar Pagi Panam, serta Simpang 4 Taman Rekreasi Rumbai.

Melalui program ini, masyarakat diharapkan semakin aktif memilah sampah dari rumah. Selain membantu menjaga kebersihan kota, warga juga dapat memperoleh manfaat ekonomi dari sampah yang dikumpulkan.(nda)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO)Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menghadirkan program penukaran sampah menjadi uang bagi masyarakat. Melalui program ini, warga dapat membawa sampah yang masih memiliki nilai ekonomi ke 10 titik drop point yang telah disediakan di berbagai lokasi di Kota Pekanbaru.

Wali Kota Pekanbaru H Agung Nugroho SE MM mengatakan, program tersebut menjadi langkah inovatif pemerintah kota dalam mengurangi volume sampah sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola limbah rumah tangga.

Program ini dijalankan melalui kerja sama dengan Rekosistem, perusahaan teknologi yang bergerak di bidang pengelolaan sampah dan pemulihan material yang berkembang pesat di Indonesia.

Melalui sistem tersebut, masyarakat dapat menukarkan sejumlah jenis sampah bernilai ekonomi menjadi uang. Menurut Agung, program ini menjadi salah satu langkah konkret Pemko Pekanbaru untuk mengatasi persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan di kota tersebut.

Baca Juga:  LAM Ziarahi Makam Pendiri Kota

“Ini salah satu upaya Pemko Pekanbaru untuk mengatasi persoalan sampah. Masyarakat tidak hanya membuang sampah, tetapi juga bisa memperoleh nilai ekonomi dari sampah yang mereka kumpulkan,” ujar Agung, Sabtu (7/3).

- Advertisement -

Ia menjelaskan, masyarakat yang ingin memanfaatkan layanan ini harus terlebih dahulu mengunduh aplikasi Rekosistem melalui ponsel. Setelah itu, pengguna membuat akun sebelum menukarkan sampah di lokasi drop point yang tersedia.

Jenis sampah yang dapat ditukarkan juga cukup beragam. Mulai dari plastik dan botol plastik, botol kaca, minyak jelantah, kertas atau kardus, logam, hingga barang elektronik bekas.

- Advertisement -

Agung menegaskan, seluruh fasilitas dalam program tersebut tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Seluruh pembiayaan ditanggung oleh pihak ketiga, yakni Rekosistem.

“Semua fasilitas ini tidak menggunakan APBD. Seluruhnya ditanggung oleh pihak ketiga, yakni Rekosistem. Jadi sistemnya berjalan secara digital dan terintegrasi,” jelasnya.

Baca Juga:  Pemko Pekanbaru Gelar Pelatihan untuk 4.000 Guru TK dan PAUD

Selain menyediakan lokasi drop point, Rekosistem juga akan menghadirkan fasilitas pengolahan sampah sehingga seluruh proses pengelolaan dapat berjalan berbasis sistem.

Program ini bahkan disebut sebagai yang pertama di Sumatera yang menyediakan fasilitas penukaran sampah menjadi uang berbasis aplikasi dengan jaringan drop point di sejumlah lokasi strategis kota.

Adapun 10 lokasi drop point penukaran sampah tersebut berada di RTH Putri Kaca Mayang, area dekat Wisata Alam Mayang, area dekat Universitas Riau Kampus Panam, TRC Pekanbaru Aman 112, depan Ramayana STC, Mal Pelayanan Publik (MPP) Pekanbaru, Stadion Utama Riau, taman dekat MPP, Pasar Pagi Panam, serta Simpang 4 Taman Rekreasi Rumbai.

Melalui program ini, masyarakat diharapkan semakin aktif memilah sampah dari rumah. Selain membantu menjaga kebersihan kota, warga juga dapat memperoleh manfaat ekonomi dari sampah yang dikumpulkan.(nda)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO)Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menghadirkan program penukaran sampah menjadi uang bagi masyarakat. Melalui program ini, warga dapat membawa sampah yang masih memiliki nilai ekonomi ke 10 titik drop point yang telah disediakan di berbagai lokasi di Kota Pekanbaru.

Wali Kota Pekanbaru H Agung Nugroho SE MM mengatakan, program tersebut menjadi langkah inovatif pemerintah kota dalam mengurangi volume sampah sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola limbah rumah tangga.

Program ini dijalankan melalui kerja sama dengan Rekosistem, perusahaan teknologi yang bergerak di bidang pengelolaan sampah dan pemulihan material yang berkembang pesat di Indonesia.

Melalui sistem tersebut, masyarakat dapat menukarkan sejumlah jenis sampah bernilai ekonomi menjadi uang. Menurut Agung, program ini menjadi salah satu langkah konkret Pemko Pekanbaru untuk mengatasi persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan di kota tersebut.

Baca Juga:  Penganan Sehat Diusulkan Masuk Kurikulum Sekolah

“Ini salah satu upaya Pemko Pekanbaru untuk mengatasi persoalan sampah. Masyarakat tidak hanya membuang sampah, tetapi juga bisa memperoleh nilai ekonomi dari sampah yang mereka kumpulkan,” ujar Agung, Sabtu (7/3).

Ia menjelaskan, masyarakat yang ingin memanfaatkan layanan ini harus terlebih dahulu mengunduh aplikasi Rekosistem melalui ponsel. Setelah itu, pengguna membuat akun sebelum menukarkan sampah di lokasi drop point yang tersedia.

Jenis sampah yang dapat ditukarkan juga cukup beragam. Mulai dari plastik dan botol plastik, botol kaca, minyak jelantah, kertas atau kardus, logam, hingga barang elektronik bekas.

Agung menegaskan, seluruh fasilitas dalam program tersebut tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Seluruh pembiayaan ditanggung oleh pihak ketiga, yakni Rekosistem.

“Semua fasilitas ini tidak menggunakan APBD. Seluruhnya ditanggung oleh pihak ketiga, yakni Rekosistem. Jadi sistemnya berjalan secara digital dan terintegrasi,” jelasnya.

Baca Juga:  Pemko Upayakan Kontrak Kerja Sama dengan Daerah Penghasil

Selain menyediakan lokasi drop point, Rekosistem juga akan menghadirkan fasilitas pengolahan sampah sehingga seluruh proses pengelolaan dapat berjalan berbasis sistem.

Program ini bahkan disebut sebagai yang pertama di Sumatera yang menyediakan fasilitas penukaran sampah menjadi uang berbasis aplikasi dengan jaringan drop point di sejumlah lokasi strategis kota.

Adapun 10 lokasi drop point penukaran sampah tersebut berada di RTH Putri Kaca Mayang, area dekat Wisata Alam Mayang, area dekat Universitas Riau Kampus Panam, TRC Pekanbaru Aman 112, depan Ramayana STC, Mal Pelayanan Publik (MPP) Pekanbaru, Stadion Utama Riau, taman dekat MPP, Pasar Pagi Panam, serta Simpang 4 Taman Rekreasi Rumbai.

Melalui program ini, masyarakat diharapkan semakin aktif memilah sampah dari rumah. Selain membantu menjaga kebersihan kota, warga juga dapat memperoleh manfaat ekonomi dari sampah yang dikumpulkan.(nda)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari