Selasa, 27 Oktober 2026
- Advertisement -

Distankan Pekanbaru Periksa 3.754 Hewan Kurban, Belum Temukan Kasus Penyakit

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) terus memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban. Hingga Selasa (19/5), sebanyak 3.754 ekor hewan kurban telah menjalani pemeriksaan dan belum ditemukan adanya indikasi penyakit pada ternak yang diperiksa.

Pemeriksaan kesehatan hewan kurban dilakukan di sejumlah lokasi peternakan di Kota Pekanbaru. Pada Selasa (19/5), tim Distankan melakukan pengecekan di dua peternakan yang berada di Jalan Seroja, Kecamatan Kulim, yakni Akmal Farm dan peternakan sapi kurban milik Irfan.

Tim petugas melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi hewan, mulai dari bagian mulut, gigi, bentuk fisik, hingga kondisi daya makan ternak.

Kepala Distankan Pekanbaru, Maisisco, menjelaskan pemeriksaan tersebut merupakan tahapan wajib untuk memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat dan layak.

Menurutnya, pemeriksaan dilakukan untuk memastikan hewan terbebas dari penyakit zoonosis yang berpotensi menular dari hewan ke manusia, sekaligus memenuhi syarat sah sebagai hewan kurban sesuai syariat Islam.

Baca Juga:  Wako Pekanbaru Tegas: Gaji ASN dari Uang Rakyat, Harus Kerja Maksimal!

“Kami tadi sudah memeriksa dua lokasi peternakan di Jalan Seroja Kulim dan memberikan tanda kepada hewan kurban yang sudah diperiksa. Kami juga memberikan surat izin pemotongan,” ujarnya.

Maisisco mengatakan pengawasan kesehatan hewan akan terus dilakukan hingga pelaksanaan pemotongan hewan kurban.

Ia menambahkan, seluruh hewan kurban yang masuk ke Kota Pekanbaru diwajibkan telah mendapatkan vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta memiliki surat keterangan kesehatan hewan.

Sampai saat ini, petugas kesehatan hewan belum menemukan adanya hewan kurban yang terindikasi terserang penyakit.

“Pengawasan dan pemeriksaan kesehatan terhadap hewan kurban akan terus kami lakukan agar masyarakat dapat menjalankan kurban dengan nyaman dan aman serta terhindar dari penyakit PMK,” tuturnya.

Baca Juga:  Wanita Paruh Baya Coba Bunuh Diri di Fly Over Sudirman

Sementara itu, pemilik peternakan hewan kurban, Irfan, mengaku daya beli masyarakat pada musim kurban tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Ia menyebut sekitar 120 ekor sapi Bali miliknya hampir seluruhnya telah dipesan masyarakat, baik dari Pekanbaru maupun luar daerah.

Mayoritas pemesan, menurutnya, berasal dari panitia kurban sejumlah masjid di Pekanbaru, meski ada pula pembeli dari luar daerah seperti Duri.

“Alhamdulillah sudah banyak yang pesan sapinya. Rata-rata pembeli memang panitia kurban masjid di Pekanbaru, tapi ada juga yang dari Duri. Hanya beberapa ekor saja yang tersisa karena memang belum layak kurban dan usianya masih di bawah dua tahun,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Distankan Pekanbaru yang selama ini turut membantu menjaga kesehatan hewan kurban di peternakannya.(yls)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) terus memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban. Hingga Selasa (19/5), sebanyak 3.754 ekor hewan kurban telah menjalani pemeriksaan dan belum ditemukan adanya indikasi penyakit pada ternak yang diperiksa.

Pemeriksaan kesehatan hewan kurban dilakukan di sejumlah lokasi peternakan di Kota Pekanbaru. Pada Selasa (19/5), tim Distankan melakukan pengecekan di dua peternakan yang berada di Jalan Seroja, Kecamatan Kulim, yakni Akmal Farm dan peternakan sapi kurban milik Irfan.

Tim petugas melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi hewan, mulai dari bagian mulut, gigi, bentuk fisik, hingga kondisi daya makan ternak.

Kepala Distankan Pekanbaru, Maisisco, menjelaskan pemeriksaan tersebut merupakan tahapan wajib untuk memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat dan layak.

Menurutnya, pemeriksaan dilakukan untuk memastikan hewan terbebas dari penyakit zoonosis yang berpotensi menular dari hewan ke manusia, sekaligus memenuhi syarat sah sebagai hewan kurban sesuai syariat Islam.

- Advertisement -
Baca Juga:  Wujudkan ZI WBK/WBBM, BKKBN Optimalkan 6 Area Perubahan

“Kami tadi sudah memeriksa dua lokasi peternakan di Jalan Seroja Kulim dan memberikan tanda kepada hewan kurban yang sudah diperiksa. Kami juga memberikan surat izin pemotongan,” ujarnya.

Maisisco mengatakan pengawasan kesehatan hewan akan terus dilakukan hingga pelaksanaan pemotongan hewan kurban.

- Advertisement -

Ia menambahkan, seluruh hewan kurban yang masuk ke Kota Pekanbaru diwajibkan telah mendapatkan vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta memiliki surat keterangan kesehatan hewan.

Sampai saat ini, petugas kesehatan hewan belum menemukan adanya hewan kurban yang terindikasi terserang penyakit.

“Pengawasan dan pemeriksaan kesehatan terhadap hewan kurban akan terus kami lakukan agar masyarakat dapat menjalankan kurban dengan nyaman dan aman serta terhindar dari penyakit PMK,” tuturnya.

Baca Juga:  983 Mahasiswa Baru Ikuti PKKMB UHTP, Mendiktisaintek Tekankan Tridarma Perguruan Tinggi

Sementara itu, pemilik peternakan hewan kurban, Irfan, mengaku daya beli masyarakat pada musim kurban tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Ia menyebut sekitar 120 ekor sapi Bali miliknya hampir seluruhnya telah dipesan masyarakat, baik dari Pekanbaru maupun luar daerah.

Mayoritas pemesan, menurutnya, berasal dari panitia kurban sejumlah masjid di Pekanbaru, meski ada pula pembeli dari luar daerah seperti Duri.

“Alhamdulillah sudah banyak yang pesan sapinya. Rata-rata pembeli memang panitia kurban masjid di Pekanbaru, tapi ada juga yang dari Duri. Hanya beberapa ekor saja yang tersisa karena memang belum layak kurban dan usianya masih di bawah dua tahun,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Distankan Pekanbaru yang selama ini turut membantu menjaga kesehatan hewan kurban di peternakannya.(yls)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) terus memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban. Hingga Selasa (19/5), sebanyak 3.754 ekor hewan kurban telah menjalani pemeriksaan dan belum ditemukan adanya indikasi penyakit pada ternak yang diperiksa.

Pemeriksaan kesehatan hewan kurban dilakukan di sejumlah lokasi peternakan di Kota Pekanbaru. Pada Selasa (19/5), tim Distankan melakukan pengecekan di dua peternakan yang berada di Jalan Seroja, Kecamatan Kulim, yakni Akmal Farm dan peternakan sapi kurban milik Irfan.

Tim petugas melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi hewan, mulai dari bagian mulut, gigi, bentuk fisik, hingga kondisi daya makan ternak.

Kepala Distankan Pekanbaru, Maisisco, menjelaskan pemeriksaan tersebut merupakan tahapan wajib untuk memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat dan layak.

Menurutnya, pemeriksaan dilakukan untuk memastikan hewan terbebas dari penyakit zoonosis yang berpotensi menular dari hewan ke manusia, sekaligus memenuhi syarat sah sebagai hewan kurban sesuai syariat Islam.

Baca Juga:  Massa Jebol Pagar Kantor Gubernur Riau, Aksi Ricuh karena Gubri Tak Temui Demonstran

“Kami tadi sudah memeriksa dua lokasi peternakan di Jalan Seroja Kulim dan memberikan tanda kepada hewan kurban yang sudah diperiksa. Kami juga memberikan surat izin pemotongan,” ujarnya.

Maisisco mengatakan pengawasan kesehatan hewan akan terus dilakukan hingga pelaksanaan pemotongan hewan kurban.

Ia menambahkan, seluruh hewan kurban yang masuk ke Kota Pekanbaru diwajibkan telah mendapatkan vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta memiliki surat keterangan kesehatan hewan.

Sampai saat ini, petugas kesehatan hewan belum menemukan adanya hewan kurban yang terindikasi terserang penyakit.

“Pengawasan dan pemeriksaan kesehatan terhadap hewan kurban akan terus kami lakukan agar masyarakat dapat menjalankan kurban dengan nyaman dan aman serta terhindar dari penyakit PMK,” tuturnya.

Baca Juga:  Pedagang Pasar Kodim Pekanbaru Kembali Dapat Surat Peringatan, Diminta Segera Pindah

Sementara itu, pemilik peternakan hewan kurban, Irfan, mengaku daya beli masyarakat pada musim kurban tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Ia menyebut sekitar 120 ekor sapi Bali miliknya hampir seluruhnya telah dipesan masyarakat, baik dari Pekanbaru maupun luar daerah.

Mayoritas pemesan, menurutnya, berasal dari panitia kurban sejumlah masjid di Pekanbaru, meski ada pula pembeli dari luar daerah seperti Duri.

“Alhamdulillah sudah banyak yang pesan sapinya. Rata-rata pembeli memang panitia kurban masjid di Pekanbaru, tapi ada juga yang dari Duri. Hanya beberapa ekor saja yang tersisa karena memang belum layak kurban dan usianya masih di bawah dua tahun,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Distankan Pekanbaru yang selama ini turut membantu menjaga kesehatan hewan kurban di peternakannya.(yls)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari