BENGKALIS (RIAUPOS.CO) – Belasan pasien rujukan tidak mendapatkan layanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bengkalis pada Sabtu (4/4/2026) karena poli tutup, meski dalam aplikasi JKN tercatat jadwal pelayanan dan status peserta dilayani.
Informasi pada aplikasi menunjukkan estimasi pelayanan pukul 10.42 WIB pada tanggal yang sama. Berdasarkan jadwal tersebut, pasien tetap datang ke rumah sakit untuk berobat maupun kontrol.
Namun, setibanya di RSUD Bengkalis, pasien justru mendapati pelayanan poli tidak beroperasi. Kondisi ini menimbulkan kekecewaan karena tidak ada pelayanan sesuai yang tertera di aplikasi.
Pasien yang datang hanya mendapatkan penjelasan dari petugas keamanan. Mereka diinformasikan bahwa pelayanan rujukan pada hari Sabtu ditiadakan karena bertepatan dengan libur nasional, dan diminta kembali pada Senin, 6 April.
“Saya sangat kecewa saat membawa orang tua untuk kontrol. Di aplikasi JKN tertulis dilayani hari ini, Sabtu 4 April 2026. Tapi ternyata rumah sakit tutup. Padahal kami datang dari Rupat,” ujar Y, salah seorang pasien.
Ia menilai seharusnya ada pemberitahuan yang lebih jelas terkait libur nasional. Menurutnya, ketidaksesuaian antara aplikasi dan kondisi di lapangan membuat pasien dirugikan karena harus datang kembali di hari lain.
Menanggapi hal tersebut, Direktur RSUD Bengkalis dr Azhari Effendi melalui Wakil Direktur Pelayanan dan Keperawatan, Tino Suhendro, membenarkan bahwa pelayanan poli memang ditutup karena kebijakan libur nasional.
Tino menjelaskan, penutupan hanya berlaku untuk poli dan sebelumnya telah diumumkan melalui media sosial. Namun, informasi tersebut tidak selaras dengan jadwal pelayanan yang sudah lebih dulu tercantum di aplikasi JKN.
Akibat ketidaksinkronan itu, belasan pasien yang telah mendaftar terpaksa menunda pelayanan hingga hari berikutnya saat poli kembali dibuka.
Ia menambahkan, jadwal yang muncul di aplikasi Mobile JKN merupakan jadwal yang sebelumnya telah ditetapkan oleh dokter atau fasilitas kesehatan saat pasien melakukan kontrol.
Ketika ada perubahan kebijakan seperti libur atau penyesuaian layanan, jadwal yang sudah tercatat di aplikasi masih bisa tetap muncul. Dalam kondisi tersebut, pasien disarankan untuk melakukan penjadwalan ulang.
Menurut Tino, persoalan ini juga dipengaruhi oleh keterbatasan akses informasi, karena tidak semua masyarakat mengikuti media sosial. Hal ini menyebabkan informasi yang diterima di lapangan menjadi tidak merata.
“Ini menjadi evaluasi bagi kami ke depan agar informasi seperti ini bisa disampaikan lebih awal kepada masyarakat,” ujarnya. (ksm)

