PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Meski berada di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan. Di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bencahlesung, Kecamatan Tenayan Raya, aktivitas memasak bahkan sudah dimulai sejak pukul 02.00 WIB dini hari.
Ketika sebagian besar warga masih terlelap, puluhan relawan di dapur SPPG yang berada di kawasan Jalan Imam Munandar ujung sudah mulai bekerja. Mereka menyiapkan berbagai bahan makanan yang nantinya akan diolah menjadi ribuan porsi menu bergizi bagi para penerima manfaat program MBG.
Di dapur yang dipenuhi aroma bumbu rempah tersebut, para relawan bekerja dengan ritme cepat namun tetap terorganisir. Sebanyak 30 relawan terlibat dalam proses menyiapkan bahan, mulai dari membersihkan, memotong sayuran, hingga memasak berbagai lauk yang akan dibagikan kepada anak-anak sekolah serta kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Ahli gizi SPPG Bencahlesung, Adela Putri, menjelaskan bahwa seluruh proses persiapan makanan memang dimulai sejak dini hari agar semua menu dapat selesai tepat waktu sebelum didistribusikan.
“Para relawan mulai bekerja dari pukul dua dini hari. Mereka membersihkan bahan-bahan seperti daging ayam, tahu, tempe, mentimun, dan buah terlebih dahulu. Setelah itu baru dimasak dan dimasukkan ke dalam wadah thermowall untuk disiapkan menjadi paket makanan,” ujarnya, Senin (9/3).
Pada hari itu, dapur SPPG menyiapkan menu sederhana namun tetap kaya gizi. Ayam ungkep menjadi lauk utama yang dimasak dengan bumbu rempah agar gurih dan lezat. Menu tersebut dilengkapi dengan tahu ungkep, tempe ungkep, serta kentang ungkep yang dimasak hingga bumbu meresap.
Selain itu, setiap paket makanan juga disertai mentimun segar sebagai pelengkap sayuran dan buah apel yang memberikan tambahan vitamin bagi para penerima manfaat. Kombinasi menu tersebut dirancang agar kebutuhan gizi tetap terpenuhi secara seimbang.
Setelah proses memasak selesai, para relawan melanjutkan pekerjaan dengan tahap pengemasan. Makanan dimasukkan secara rapi ke dalam wadah khusus agar tetap higienis dan suhunya terjaga selama proses distribusi.
Adela menambahkan, kerja sama para relawan menjadi kunci utama kelancaran program MBG di dapur SPPG Bencahlesung. Tanpa semangat gotong royong tersebut, menyiapkan ribuan porsi makanan setiap hari tentu bukan pekerjaan yang mudah.
“Dengan kerja sama 30 relawan ini, alhamdulillah semua proses bisa selesai tepat waktu sehingga makanan bisa segera didistribusikan kepada para penerima manfaat,” katanya.
Selama bulan Ramadan, pola distribusi makanan kepada para siswa juga mengalami penyesuaian. Jika pada hari biasa makanan dikonsumsi di sekolah, maka selama Ramadan paket makanan dari program MBG dibawa pulang oleh para siswa untuk dinikmati saat berbuka puasa.
Melalui cara tersebut, program pemenuhan gizi tetap dapat berjalan meskipun dalam suasana Ramadan. Diharapkan anak-anak tetap memperoleh asupan gizi yang cukup untuk mendukung tumbuh kembang mereka.***

