PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Belasan tokoh masyarakat, adat, ulama, akademisi hingga tokoh pemuda Riau mengantar Prof Dr H Firdaus SH MH mendaftar sebagai bakal calon Rektor Universitas Riau (Unri) periode 2026–2030, Senin (11/5). Dukungan tersebut diberikan langsung dari kediaman Brigjen TNI (Purn) H Saleh Djasit SH di Pekanbaru.
Tokoh yang hadir berasal dari berbagai unsur, mulai dari Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR), Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Riau, tokoh akademisi senior Unri, cendekiawan hingga organisasi kepemudaan.
Beberapa tokoh yang turut hadir di antaranya Brigjen TNI (Purn) H Saleh Djasit SH selaku Ketua Majelis Kehormatan Pemuka Masyarakat Riau dan mantan Gubernur Riau, Drs H Wan Thamrin Hasyim, Datuk Seri HR Marjohan Yusuf, Datuk Seri H Taufik Ikram Jamil, Dr KH Mustafa Umar Lc MA, Fauzi Kadir SH SU, hingga sejumlah tokoh masyarakat dan praktisi hukum senior lainnya.
Sebelum menuju kampus Unri, rombongan terlebih dahulu melaksanakan Salat Dzuhur berjemaah di Masjid Al Ikram. Setelah itu, rombongan bergerak menuju Sekretariat Pemilihan Rektor Unri di Gedung Rektorat Unri lantai II.
Kedatangan rombongan diterima langsung Ketua Panitia Pemilihan Rektor Unri, Dr HM Rasuli SE MSi Ak CA ACPA bersama Sekretaris Panitia, Prof Dr Dewi Fortuna Ayu STP MSi.
Dalam pencalonannya, Prof Firdaus membawa visi besar menjadikan Universitas Riau sebagai perguruan tinggi yang mandiri dan memiliki dampak nyata di tingkat global untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.
Visi tersebut dituangkan melalui empat pilar transformasi Unri yang dirangkum dalam konsep “Catur Mandiri Berdampak Global”. Konsep itu kemudian dijabarkan ke dalam delapan program prioritas bertajuk “Asta Mandiri Unri”.
Pilar pertama adalah Mandiri Pendidikan. Program ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya tenaga pendidik melalui peningkatan jenjang pendidikan dan jabatan fungsional dosen. Selain itu, Unri juga ditargetkan mampu menghasilkan lulusan yang siap bersaing di perusahaan nasional maupun multinasional melalui penguatan kompetensi mahasiswa berbasis program Kampus Berdampak.
Pilar kedua, Mandiri Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat. Fokusnya memastikan hasil riset dan inovasi perguruan tinggi mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat Riau, nasional, hingga global. Riset unggulan akan diarahkan pada isu strategis seperti pengelolaan lahan gambut, kemandirian pangan, energi dan air, serta pengembangan ekonomi digital, ekonomi hijau dan ekonomi biru.
Selain itu, hasil riset juga akan ditransformasikan kepada masyarakat melalui program Desa Binaan.
Pilar ketiga yakni Mandiri Tata Kelola. Dalam program ini, Unri ditargetkan bertransformasi menjadi kampus bertaraf internasional dan masuk dalam jajaran World Class University melalui penguatan sumber daya manusia serta kerja sama strategis dengan pemerintah daerah.
Sementara pilar keempat adalah Mandiri Ekonomi, yang difokuskan pada pengembangan kemandirian ekonomi kampus melalui optimalisasi aset, lahan dan infrastruktur sebagai pusat bisnis komersial. Selain itu, pengembangan kawasan bisnis kampus di Gobah juga dirancang menjadi sumber pendanaan berkelanjutan bagi Unri.
Brigjen TNI (Purn) H Saleh Djasit SH berharap Prof Firdaus mendapat kepercayaan untuk memimpin Universitas Riau ke depan.
“Secara bobot dia sudah memenuhi syarat. Memimpin ia sudah berpengalaman. Saya sangat berharap sekali Unri itu ke depannya bisa bergema seperti Universitas Andalas (Unand) Padang. Masyarakat Sumbar itu bangga sekali memiliki Unand,” ujarnya.(nto/c)

